Menteri Komunikasi Rudiantara (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Pemerintah memastikan tender satelit internet berkecepatan tinggi akan dimulai pertegahan tahun ini. Proyek satelit kecepatan tinggi ini (high troughput sattelite) adalah satelit yangg akan digunakan sebagai satelit milik pemerintah. “Tender di semester pertama, tapi mungkin di kuartal kedua,” ucap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ketika ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1). Dari penuturan Rudiantara, pemenang tender satelit jenis high troughput satellite (HTS) itu akan mengurusi pembangunan, peluncuran, pengoperasian, hingga pencarian slot orbit baru. Dengan estimasi produksi satelit 30 bulan, ia menyebut satelit dapat beroperasi sekitar akhir 2021 atau awal 2022.

Proses tender saat ini masih berjalan di tahap penyelesaian studi pasar. Proyek yang sudah terdaftar di Proyek Strategis Nasional (PSN) ini disebut bakal menelan investasi Rp5,36 triliun (US$400 juta) hingga US$500 juta (Rp6,7 triliun).

Slot Orbit Baru

Selain untuk pengadaan satelit baru, Rudi berkata pemenang tender satelit ini akan jadi usaha pemerintah merebut slot orbit baru untuk Indonesia. Sebab, saat ini Indonesia saat hanya memiliki jatah tujuh slot orbit dan semuanya sudah terisi penuh. Sehingga untuk mengoperasikan satelit baru ini, pemerintah harus mengamankan satu slot orbit baru.

Namun hal itu tak akan mudah karena suatu negara setidaknya butuh tujuh tahun untuk mengajukan slot orbit baru.  Tapi, satelit pemerintah itu rencananya akan meluncurkan satelitnya pada 2022. Sehingga, waktu yang tersisa untuk mengajukan slot baru tak akan cukup. Untuk mengakalinya, Rudiantara menyatakan telah memberi syarat kepada peserta tender sudah harus sudah menyiapkan slot orbit. Sehingga, pemerintah bisa lebih cepat mendapat slot orbit baru. Ini berarti peserta tender mesti berasal dari luar Indonesia. Hal ini pun diamini oleh Rudiantara. Alasannya, pihak asinglah yang masih memiliki jatah slot orbit. Mereka jugalah yang bisa membuat HTS.

“Kalau menurut saya, siapa orang Indonesia yang bikin high troughput satellite? Ya, harus asing. Slotnya yang sisa juga bukan punya Indonesia, punya asing,” pungkas Rudiantara. “Tapi perusahaannya harus (membentuk) perusahaan (di) Indonesia,” lanjutnya.  Pemerintah berencana memakai satelit berkecepatan tinggi ini untuk menyambungkan fasilitas publik di tempat-tempat pelosok ke internet. Ribuan sekolah, pesantren, puskesmas, koramil, dan polsek ditargetkan bakal tersambung ke internet dengan kecepatan 10 Mbps. Satelit berkecepatan tinggi ini akan melengkapi infrastruktur yang sedang dibangun pemerintah yakni Palapa Ring.

Content Protection by DMCA.com