Waktu Baca: 3 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on ", Penggagas Sebelum " A few seconds ago

yang terkenal lewat karyanya The Origin of Species bukan orang pertama yang menggagas . Ratusan tahun sebelumnya, seorang yang hidup pada masa kejayaan peradaban Islam bernama telah menuangkan dalam karya tulis setebal 350 halaman.

Abu Uthman Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih, demikian nama lengkap , lahir di Basra, Irak, pada tahun 776. Namanya berarti “mata bundar seperti ikan”. memang dilahirkan dari keluarga yang sederhana sehingga ia harus ikut berjualan ikan bersama ibunya di Kanal Basra.

Keterbatasan tak memupus semangat . Ia tumbuh menjadi seorang humoris dan penuh rasa ingin tahu. Sebagai Muslim, dia gemar melewatkan waktu di Masjid Besar Basra. Di sana, dia belajar dari para ulama, membahas beragam pertanyaan dan tak jarang berdebat.

Dia pun tak sungkan untuk bertemu dan belajar dari penyair-penyair terkenal masa lalu, seperti Al- Asma’i, Abu Zayd, dan Abu Ubuyda. Hasilnya, kemampuan bahasanya meningkat pesat. Dalam waktu singkat, mahir berbahasa Arab. Kemampuan itu mendukungnya belajar lebih banyak.

Trending sekarang :  Mengenal Apa itu Coronavirus atau COVID-19 !

Haus akan ilmu pengetahuan, berkelana ke berbagai daerah, seperti Damaskus, Beirut, Samara, dan Baghdad. Ia lalu memutuskan untuk menetap dan belajar. Ia hidup dari menulis. Diperkirakan, ia telah menulis 200 karya meski kini tersisa 30 saja.

Esai mengenai kekhalifahan yang ia tulis menjadi tiket emas masuk ke lingkungan kalangan atas. Esai itu juga menyita perhatian Khalifah Al-Ma’mun, khalifah ke-7 Dinasti Abbasiyah. Ia banyak berhubungan dengan tokoh politik terkemuka, termasuk menjadi orang kepercayaan Hakim Agung Ahmad bin Abi Du’ad.

Meski banyak membaca Ariestoteles dan banyak karya klasik Yunani Kuno, punya gaya sendiri dalam menulis. Ia gemar menyematkan humor. menganggap humor bukan hanya sebagai alat untuk menghibur, melainkan juga sarana untuk menyebarkan gagasan seluas mungkin.

al jahiz evolusi 1
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

Karya yang paling berpengaruh adalah Kitab (Kitab Hewan-hewan). Kitab itu ibarat sebuah ensiklopedia, memuat sekitar 350 spesies hewan yang terbagi dalam tujuh volume, serta dilengkapi dengan gambar-gambar dan penjelasan yang detail.

Trending sekarang :  Pandangan Keliru tentang Teori Evolusi

Kitab ini merupakan buku pertama yang mengungkap berbagai aspek biologi dan zoologi hewan, seperti klasifikasi binatang, rantai makanan, , dan . setidaknya sudah menulis dengan jelas bagaimana hewan yang lebih besar bisa menakuti hewan yang lebih kecil ukurannya.

“Hyena bisa menakuti rubah atau binatang yang lebih kecil ukurannya. Semua hewan kecil akan memakan hewan yang lebih kecil darinya dan hewan yang lebih besar tidak bisa memakan yang lebih besar. Ini adalah hukum eksistensi,” tulisnya dalam kitab tersebut.

Karya itu bahkan mendeskripsikan , cara komunikasi, serta tingkat kecerdasan serangga, dan hewan lainnya. menjelaskan dengan detail perilaku semut dalam bekerja sama, bagaimana mereka menyimpan gandum di sarang dan menjaga agar tak busuk saat hujan.

memuat tiga hal penting dalam yang juga dituliskan oleh dalam Thye Origin of Species. Menurut , hewan-hewan berjuang untuk tetap bertahan hidup, bertransformasi menjadi spesies, dan mengatasi faktor-faktor lingkungan.

Trending sekarang :  Al Jahiz Penggagas Teori Evolusi Muslim sebelum Charles Darwin

percaya bahwa satu spesies bisa mengalami transformasi secara jangka panjang sehingga memunculkan spesies baru. “Orang berkata beragam tentang eksistensi hewan berkaki empat. Beberapa menerima perubahan dan melahirkan eksistensi anjing, serigala, rubah, dan kerabatnya. Keluarga itu berasal dari orang makhluk yang sama,” demikian ditulisnya.

Kitab Al-Hayawan yang berpengaruh menjadi acuan bagi para pakar hewan dan pemikir di Eropa. Miguel Asín Palacios, seorang dan pendeta Katolik, mengatakan, karya sangat berarti bagi perkembangan sains, terutama zoologi.

Menjelang akhir hidupnya, menderita kelumpuhan total pada satu sisi tubuhnya (hemiplegia). Ia memutuskan pensiun dan kembali ke tempat kelahirannya, Basra. Pada bulan Desember 868 saat usianya 93 tahun, ia meninggal dunia. Diduga, ia meninggal dunia karena cedera akibat tertindih rak bukunya.

memberi gambaran tentang kejayaan peradaban Islam pada abad ke-9 sampai abad ke-11. Saat itu, Baghdad dan sekitarnya menjadi jantung dunia. Masyarakat Muslim dikenal punya semangat belajar tinggi dan terbuka. Selain , lain macam Ibn Sina juga berkontribusi besar.

(Gulf News, Muslim Heritage, Aramcoworls, Ankara University).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini