Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

+1

+1

+1

+1

+1

68 / 100

Skor SEO

Fakta

Kementerian Kesehatan pada bulan November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan ada 622 kasus, 32 diantaranya meninggal.

Sejarah Antivax

Difteri sebenarnya merupakan penyakit lama yang sudah ada penangkalnya yang disebut DPT. Idealnya, ini diberikan minimal tiga kali seumur hidup sejak berusia dua tahun. ini akan efektif jika diberikan setiap 10 tahun. Menurut guru besar FKUI Jose Rizal Latief Batubara, “Ini sebenarnya penyakit lama yang harusnya sudah hilang dengan vaksinasi, tapi karena ada kelompok-kelompok anti vaksinasi, nggak semua anak divaksin jadinya”. Di kalangan , gerakan antivax sering mengutip data dampak negatif vaksinasi dari media populer Barat (yang sebenarnya kontroversial), seraya juga menyatakan bahwa “di masa tanpa vaksinasi juga tetap sehat”. Patut diduga bahwa gerakan antivax di kalangan ini justru dari mereka yang ghirah keislamannya tinggi. Sangat menarik untuk mengetahui, bahwa justru cikal bakal vaksinasi itu dari dokter-dokter zaman khalifah Turki Utsmani, bahkan mungkin sudah dirintis sejak zaman Abbasiyah. Ini diceritakan pada “1001 Inventions Muslim Heritage in Our World” ( ini bisa didownload di https://s.id/1001inventions-muslim ).

Hot News :  Tinggi Gerhana Matahari Cincin cuma 5000 KM

Definisi Vaksinasi

Di halaman 176 tertera: “The Anatolian Ottoman Turks knew about methods of vaccination, they called vaccination Ashi or engrafting, and they had inherited it form older turkic tribes”. Vaksinasi adalah proses memasukkan kuman yang telah dilemahkan ke dalam tubuh untuk mengaktifkan sistem kekebalan yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh tapi belum aktif. Kekebalan itu tidak muncul sendiri meski saat baru lahir bayi ditahnik dan selama dua tahun mendapatkan ASI. Tanpa vaksinasi, kekebalan itu baru muncul setelah orang terserang penyakit, bila dia selamat. Namun yang lebih sering terjadi, sebelum kekebalan itu muncul, pasien sudah telanjur meninggal atau cacat. Jadi vaksinasi ini adalah cara merangsang kekebalan dengan risiko minimal.

Hot News :  Satelit tidak Terdeteksi Teleskop

Tentu saja yang dirangsang hanya kekebalan untuk penyakit tertentu, yang dianggap sedang amat berbahaya karena fatal dan sangat menular, seperti , polio, difteri atau meningitis. Penyakit meningitis tidak ada di , tetapi ada di Saudi Arabia, sehingga para jamaah haji diwajibkan oleh pemerintah Saudi untuk vaksinasi meningitis.

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

+1

+1

+1

+1

+1

Content Protection by DMCA.com