Apple, Google, Amazon Kerja Sama Mengembangkan Standar Smart Home
ads

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Apple, Google, Amazon Kerja Sama Mengembangkan Standar Smart Home[/media-credit]

Apple, dan Amazon bekerja sama untuk mengembangkan standar  berbasis . Standar ini akan menjadi acuan untuk memudahkan pengembangan perangkat  baru. Dengan standar ini, dipastikan perangkat  bisa saling terhubung satu sama lain. Selama ini, perangkat berjalan dengan standar masing-masing. Sehingga, satu perangkat tak bisa digunakan dengan voice assistant atau  tertentu. Standar yang berbeda-beda ini menyulitkan pengguna dan pembuat perangkat . Sebab, mereka tak bisa bebas memilih perangkat dan voice assistant kesukaan mereka. Pembuat perangkat pun repot karena mereka mesti membuat satu perangkat yang sama dengan standar berbeda agar bisa dipakai oleh semua yang ada. Karena yang ada saat ini tidak bisa saling berkomunikasi satu sama lain.

ads
Trending sekarang :
Larutan Garam Mematikan Virus Corona atau COVID19, Benarkah ?

“(Dengan standar baru) pelanggan bisa yakin kalau perangkat pilihan mereka bisa bekerja dengan baik dan bisa dipasang dan dikendalikan dengan sistem yang mereka suka,” tulis tim gabungan dari ketiga perusahaan itu. “Pengguna bisa memilih untuk menggunakan Assistant, Amazon Alexa, atau Siri dari Apple,” tulis di blog-nya. Ketiga ini telah mendukung sebagian besar  . Mereka membentuk grup yang dinamakan Proyek Menghubungkan lewat IP, seperti dilansir . Proyek ini juga diikuti oleh Aliansi Zigbee. Ini adalah salah satu   lain selain tiga tersebut. Ikea, Samsung SmartThings, dan Signify (perusahaan dibalik pembuat Philips Hue) menjadi anggota aliansi ini.

Trending sekarang :
Sensus Penduduk Indonesia 2020 Online

Draf awal standarisasi tersebut ditargetkan keluar pada . Menurut , standar ini akan menyederhanakan pengembangan produk dan mengurangi biaya. Sebab, para pengembang cukup membuat produk pada satu standar saja. Standar   yang baru ini akan berjalan dengan koneksi yang saat ini sudah ada, seperti WiFi, Bluetooth Low Energy, atau Thread. Standar ini juga akan berabasis IP ( protocol). Selain umum digunakan, standar ini juga dinilai aman ketika mengirimkan dari satu perangkat smarthome ke perangkat lain. Sebab sudah dilindungi dengan keamanan dan privasi end-to-end. Pada tahap awal, kelompok ini akan fokus pada perangkat keamanan fisik. Ini adalah peralatan seperti alarm asap, pengunci pintu, perangkat keamanan, dan pengendali suhu ruangan. Melansir CNBC, berdasarkan IDC pada September 2019, perangkat diperkirakan akan tumbuh 23,5 persen dari ke . Pada 2019, terdapat 815 juta perangkat smart home yang dikapalkan. Sementara pada 2023, angka ini akan tumbuh 1,39 miliar perangkat.

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Apple, Google, Amazon Kerja Sama Mengembangkan Standar Smart Home dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

Trending sekarang :
Cara Cepat Meningkatkan CPC Adsense
ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here