August 3, 2021

Asal Usul Air Di Bumi | 101 Portal Education News

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]

Asal usul air di Bumi, atau alasan mengapa ada lebih banyak air di Bumi daripada di planet lain di Tata Surya, masih belum dipastikan. Ada beberapa teori yang telah diajukan untuk menjelaskan bagaimana samudra di Bumi terbentuk:

  • Pendinginan Bumi purba hingga ke titik ketika komponen volatil yang terlepas ke atmosfer mencapai tekanan tertentu yang memungkinkan penstabilan dan pemertahanan air.
  • Komet, objek trans-Neptunus, atau meteorit (protoplanet) yang kaya akan air menubruk Bumi. Pengukuran rasio isotop hidrogen deuterium dan protium menunjukkan peran asteroid karena kemiripannya dengan persentase ketidakmurnian dalam kondrit yang kaya akan karbon di samudra Bumi, sementara pengukuran terhadap konsentrasi isotop di komet dan objek trans-Neptunus tidak terlalu mirip dengan yang di Bumi.
  • Secara biokimia melalui mineralisasi dan fotosintesis.
  • Perembesan air yang disimpan di mineral hidrat di bebatuan Bumi secara perlahan.
  • Fotolisis: radiasi dapat mengurai ikatan kimia di permukaan.

Ditemukan Air Dingin di Mars

Berbicara mengenai air di Bumi, pertanyaan besar pun muncul, “Dari mana air di Bumi berasal?” Topik ini pun sudah lama menjadi perdebatan oleh para ilmuan. Beberapa ilmuan berpendapat bahwa air yang saat ini mengalir di Bumi berusia sangat tua, bahkan mungkin air seumuran dengan bahan-bahan penyusun seukuran gunung yang kemudian membentuk Bumi sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Sementara itu, beberapa ilmuan lainnya berpendapat bahwa Bumi terlahir dalam keadaan kering. Setelah Bumi dijatuhi asteroid dan komet-komet yang basa, maka barulah Bumi menjadi berair seperti sekarang. Menurut dua studi baru yang dilansir dalam jurnal Astronomy & Astrophysics, hasil yang mereka temukan searah dengan pendapat yang pertama, yaitu mayoritas air yang ada di Bumi ternyata sudah ada sebelum Bumi terbentuk. Para ilmuan menemukan bahwa debu-debu kecil yang mengelilingi matahari, di area yang belakangan menjadi rumah Bumi ini kemungkinan besar mengandung cukup banyak air. Debu-debu ini bisa menyerap air dari sekeliling hanya dalam 1 juta tahun. Jangka waktu tersebut mungkin terdengar sangat lama, tapi cukup cepat untuk membasahi dan menggumpalkan debu-debu penyusun Bumi.

Meski hasil ini cukup meyakinkan, tapi ini bukanlah jawaban dari pertanyaan lama mengenai asal muasal air di Bumi. Ke depannya, akan ada lebih banyak studi dan bukti baru, termasuk bukti yang dikumpulkan dari meteroit, komet dan asteroid mengenai asal muasal air di Bumi.

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Asal Usul Air di Bumi dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News