asal usul orang pribumi indonesia
Waktu Baca: 6 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
5234c asal usul orang pribumi indonesia e1586510828874 1
You have reacted on "Asal Usul Orang Indonesia" A few seconds ago

Asal Usul Orang Indonesia, Menjawab perdebatan yang menimbulkan perpecahan di maya tentang Indonesia, kita akan membahas sedikit mengenai sejarah Bangsa Indonesia. Bangsa kolonial meninggalkan banyak sekali hal dalam peradaban kita, Indonesia. Mulai dari bangunan dan benda-benda kuno, kurikulum sampai warung tegal yang bisa kamu jumpai di mana-mana. Selain itu ada satu peninggalan kolonial dalam bentuk pemahaman yang ternyata masih melekat di masyarakat Indonesia sampai sekarang, yaitu konsep “”.

Sungguh membuat banyak orang gerah ketika kata “” ini masih dipermasalahkan dan didebatkan, padahal Indonesia telah merdeka dari yang memberikan istilah tersebut. Mengerikannya lagi, istilah ini menjadi senjata pemecah yang digunakan sesama saudara sebangsa sendiri yang harusnya saling kompak bersatu tanpa pandang atribut masing-masing. Hal ini semakin diperparah dengan makin meluasnya literasi digital, tapi tidak diikuti “literasi” moral, empati dan toleransi tentang makna “” tersebut. Kalau ditelaah secara bahasa, kata “” berdasarkan KBBI berarti penghuni asli yang berasal dari tempat yang bersangkutan. Lalu siapakah Bangsa Indonesia yang sebenarnya? Berdasarkan sejarah dan pernyataan para ahlinya, semua akan dibahas secara lengkap di sini!

pribumi

Trending sekarang :  Mahfud MD : Pembatasan Kegiatan Keagamaan Hingga Larangan Mudik

Yang dimengerti secara kilat, kaum atau orang asli Indonesia dalam pandangan masyarakat adalah suku seperti Jawa, Batak, Minangkabau, Bali, Dayak, Papua dan masih banyak suku lainnya yang telah kita pelajari dari SD, termasuk di dalamnya ada baju adat, lagu daerah dan atribut lainnya.

indonesia
Peta Indonesia 101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

Sementara itu orang-orang keturunan , , yang cukup banyak ditemukan di Indonesia masih sering dianggap “asing” atau “pendatang”. Padahal mereka bukan sekedar lahir dan besar di Indonesia, melainkan juga memegang budaya dan menggunakan Bahasa Indonesia. Anggapan yang nampaknya sepele ini ternyata mampu menimbulkan diskriminasi dan kecemburuan sosial yang disangkutpautkan banyak hal, terutama politik.

dunia
Peta Sebaran 101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

Berdasarkan pernyataan Ibu Herawati Sudoyo selaku Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dalam wawancaranya dengan Tempo Media, adalah orang yang menghuni suatu kawasan sejak lama, sementara penduduk yang saat ini mendiami Indonesia berasal dari beberapa titik migrasi. Kita semua bersaudara dan gak ada darah yang murni.

  • Beberapa dari kamu yang sering mengaku sebagai orang Indonesia asli sering gak sadar bahwa seluruh suku yang ada di Indonesia sebenarnya termasuk bangsa pendatang, sesuai bukti prasejarah yang ada
pribumi
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

 

Manusia modern baru masuk ke tanah air pada Era Pleistosen. Nah, manusia pendatang ini terbagi menjadi dua golongan, yaitu Melanesia dan Austronesia. Orang Melanesia datang sejak 50.000 tahun lalu. Melanesia mayoritas berasal dari Afrika dan biasanya bermata biru, menandakan bahwa sebenarnya hampir gak ada satupun dari kita saat ini yang merupakan “” sejak awal, kecuali campuran dan gennya telah berkembang.

Migrasi kedua sekitar 16.000-35.000 tahun lalu dari Indocina masuk ke lewat jalur darat. Setelah itu disusul orang Austronesia sekitar 4.000 tahun lalu dari Formosa ke bagian barat dan timur . Akhirnya mereka semua berkembang menjadi berbagai suku yang kita kenal saat ini.

  • Jauh setelah Austronesia dan berbagai variasi di dalamnya, datanglah tiga bangsa ke secara berurutan, yaitu: , kemudian
asal usul orang pribumi
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

 

Trending sekarang :  Indonesia Ekspansi Perluasan Wilayah Bagian Utara Papua

Pada abad ke-3 sampai sekitar 2000 tahun lalu, masyarakat di menjalin hubungan dengan lewat perdagangan logam dan rempah-rempah. Dari sinilah kebudayaan dalam -Buddha masuk ke .

cheng ho
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

 

Setelah itu, menjalin hubungan dengan Dinasti Tiongkok daerah selatan. Berdasarkan data dari Paguyuban Nasional Marga , tahun 907, I Ching, seorang Bhiksu Buddha berkelana lewat laut ke dan . Menurut catatan I Ching, ketika ia ke sana sudah ditemukan koloni orang di Tuban, Gresik, Jepara, Lasem dan Banten (menandakan telah ada orang sebelumnya). Pada abad ke-15 (Masa Dinasti Ming) sekitar tahun 1407, kedatangan Laksamana yang mendarat di Sambas dan Palembang, kemudian membangun peradaban Islam di tempat-tempatnya berkelana. Laksamana berlayar ke Indonesia dengan tujuan menjalin persahabatan, alih teknologi, perdagangan dan penyebaran Islam. Di tahun 1474, dikenallah wali songo yang lima di antaranya merupakan campuran etnis melanjutkan penyebaran Islam di .

pribumi
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

Bangsa pun secara perlahan datang menjalin kerja sama perdagangan. Tahukah kamu ternyata hubungan antar budaya ini menghasilkan banyak perkawinan silang. Orang-orang asing ini pun bisa jadi adalah generasi leluhur di atas kita yang tercampur darah dan gennya satu sama lain. Data terbaru menyatakan, gen masyarakat Indonesia saat ini adalah 74 persen Asia Tenggara dan Oseania, 9 persen Asia Selatan, 5 persen Asia Timur, 6 persen dan 6 persen Afrika.

  • Baik itu keturunan Austronesia maupun “pendatang” semua telah berbaur dan menciptakan generasi baru sebagai satu keutuhan , kemudian persatuan tersebut dipecahkan oleh bangsa kolonial asal Eropa yang mendoktrin istilah “
pribumi
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

 

Mulanya orang dan “pendatang” hidup berdampingan dengan damai. Sayangnya Eropa mulai menggolongkan dan membedakan orang satu sama lain berdasarkan asal usul etnisnya. Secara kasar, orang Eropa menempatkan diri sebagai golongan yang paling atas secara kehormatan dan kedudukan, disusul oleh orang-orang Timur seperti , dan . Sementara orang-orang yang mereka sebut “” ditempatkan dalam posisi yang paling bawah.

Trending sekarang :  the Flu (COVID-19, Virus Corona) Movie

Alhasil masyarakat yang merupakan “campuran” turut menderita karena gak jelas masuk golongan mana. Perpecahan ini dilahirkan bangsa kolonial untuk membuat kekuatan masyarakat melemah. Walau bangsa kolonial menggoyahkan mereka dalam pelevelan, beberapa dari mereka tetap bersatu untuk melakukan banyak perlawanan. Meski akhirnya gagal karena gak semuanya bersatu sebagai seutuhnya dan masih termakan paham perbedaan yang ditanamkan bangsa kolonial.

  • Para pejuang kemerdekaan Indonesia telah berupaya membuat negara mengakui bahwa siapapun yang bertempat tinggal, berbudaya dan berbahasa Indonesia adalah Warga Negara Indonesia
pribumi
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

 

Hal tersebut memang dirusak kembali di rezim orde baru, tapi kembali dipersatukan oleh . Menjelang masa kemerdekaan, tokoh seperti Tjiptomangunkusumo, Amir Syarifudin dan Soekarno memperjuangkan agar masyarakat dan “golongan kedua” diperhitungkan sebagai orang Indonesia tanpa terkecuali. Dengan catatan, mereka sudah berbudaya, menetap dan berbahasa Indonesia. Menyedihkannya, konsep persatuan ini cuma bertahan sampai tahun 1965 akibat di era orde baru digolongkan lagi antara “” dan “non-”. Akibatnya orang-orang yang berbudaya “campuran” sesuai etnisnya harus beradaptasi dalam level ekstrem, misalnya sampai perlu mengganti namanya. Akhirnya dalam waktu 30 tahun, rezim orde baru berakhir. Konsep “” dan “non-” dihapuskan oleh karena itu adalah diskriminasi. Itu berlaku hingga saat ini. Jadi, sekarang sudah gak waktunya lagi meributkan soal asal usul dan perbedaan satu sama lain.

Mengingat bahwa semua yang tinggal, berbudaya dan berbahasa Indonesia adalah Warga Negara Indonesia, maka sudah gak zamannya lagi kita mempermasalahkan “” dan “non-”. Seperti yang sudah dijelaskan, karena gak satupun dari kita adalah penghuni asli atau darah murni sejak awal ada.

Jadi, jangan lagi berpikiran kuno atau primitif seperti itu ya. Tanpa perlu mengadakan Sumpah Pemuda lagi, mari kita bersama berjuang mengharumkan nama Indonesia, gak peduli siapapun kita dan apapun latar belakang kita. Hidup Indonesia! #SatuIndonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini