Astronot Muslim

39 / 100

Skor SEO

Antariksawan (lazim disebut astronaut) adalah sebutan bagi orang yang telah menjalani latihan dalam program penerbangan antariksa manusia untuk memimpin, menerbangkan pesawat, atau menjadi awak pesawat antariksa. Istilah “astronaut” juga kadang digunakan untuk merujuk secara spesifik kepada antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat atau negara sahabat, berbeda dengan seorang kosmonaut yang berasal dari Uni Soviet / Rusia. Kosmonaut pertama adalah Yuri Gagarin. Semenjak tahun 2003 dikenal pula istilah taikonaut (meski bukan istilah resmi pemerintah Tiongkok), untuk antariksawan dari Tiongkok. Taikonaut pertama adalah Yang Liwei.

Antariksawan-antariksawan pertama, baik di AS maupun Uni Soviet, biasanya merupakan pilot pesawat tempur (umumnya pilot-pilot penguji ) dengan latar belakang militer. Antariksawan militer biasanya menerima tanda kualifikasi khusus, dikenal di AS dengan nama Astronaut Badge setelah menyelesaikan latihan dan mengikuti penerbangan ke luar angkasa.

Lebih dari 32 negara sudah pernah mengirimkan antariksawannya ke luar angkasa. Hingga kini (April 2007), sembilan belas antariksawan telah tewas dalam misi perjalanannya, dan setidaknya sepuluh antariksawan telah meninggal dalam kecelakaan latihan di darat.

Panggilan Antariksawan

berikut ini adalah daftar panggilan antariksawan dari berbagai negara:

  • Astronot: panggilan untuk antariksawan oleh Amerika Serikat
  • Kosmonot: panggilan untuk antariksawan oleh Uni Soviet maupun Rusia
  • Taikonot: panggilan tidak resmi untuk antariksawan oleh Republik Rakyat Tiongkok. Resminya adalah 航天员 (“háng tiān yuán” atau personel navigasi luar angkasa)
  • Spasionot: panggilan untuk antariksawan (yang kadang digunakan) oleh Prancis
  • Angkasawan: panggilan untuk antariksawan oleh Malaysia

Sultan bin Salman Al Saud

Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (bahasa Arab: سلطان بن سلمان بن عبد العزيز آل سعود‎) (lahir di Riyadh, Arab Saudi, 27 Juni 1956; umur 63 tahun) adalah mantan pilot yang menerbangkan misi Space Shuttle Amerika sebagai , dan anggota Wangsa Saud. Ia menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang menjadi astronot, dan orang Arab dan Muslim pertama yang terbang ke luar angkasa.

Kehidupan awal

Sultan lahir di Riyadh pada 27 Juni 1956.[1][2] Ia adalah putra kedua dari Raja Salman.[3] Kakaknya Fahad lahir pada 20 Juli 1955 dan meninggal pada 2000. Ibunya adalah Sultana binti Turki Al Sudairi yang meninggal pada Juli 2011.[4] Ia adalah putri dari paman Raja Salman, Turki bin Ahmad Al Sudairi,[5] yang merupakan salah satu mantan gubernur al-Jouf, Jizan dan dan merupakan sorang partisipan dalam kampanye unifikasi di bawah kepemimpinan sepupunya, pendiri Kerajaan, Abdulaziz bin Saud.[6] dan Pangeran Sultan merupakan saudara kandung dari , , , dan Hussa (lahir 1974).[7][8]

Sultan menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Riyadh. [9] Dia menerima gelar B.A dalam Komunikasi Massa dari [10] dan gelar master dalam ilmu sosial dan politik dengan perbedaan dari Universitas Syracuse pada tahun 1999.[1][2]

Referensi

  1. ^ a b "Sultan bin Salman bin Abdulaziz". Saudi Commission for Tourism and Antiques. Diakses tanggal 24 May 2012. 
  2. ^ a b "Biographies of international astronauts". Space Facts. Diakses tanggal 24 May 2012. 
  3. ^ "Sultan bin Salman bin Abdulaziz". Official Website. Diakses tanggal 13 April 2013. 
  4. ^ "Princess Sultana bint Turki Al Sudairi dies". Arab News. 1 August 2011. Diakses tanggal 4 May 2012. 
  5. ^ "Sultana, wife of Riyadh Emir, passes away". Saudi Gazette. 3 August 2011. Diakses tanggal 26 May 2012. 
  6. ^ "Sultana bint Ahmad bin Muhammad al Sudairi". Datarabia. Diakses tanggal 8 May 2012. 
  7. ^ "Family Tree of Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud". Datarabia. Diakses tanggal 1 May 2012. 
  8. ^ "Kingdom mourns loss of princess". The Siasat Daily. 3 August 2011. Diakses tanggal 26 May 2012. 
  9. ^ John Lawton; Patricia Moody (January–February 1986). "A Prince in Space". Saudi Aramco World. 37 (1). Diakses tanggal 24 May 2012. 
  10. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama wstar20jun

Daftar antariksawan Muslim

Berikut adalah daftar astronot Muslim yang telah berangkat ke luar angkasa.

Sultan bin Salman Al Saud, astronot pertama keturunan keluarga kerajaan sekaligus orang Arab dan Muslim pertama di luar angkasa.

Daftar

Negara Nama Misi (tanggal peluncuran) Penjelasan
 Arab Saudi [1] (17 Juni 1985) Muslim pertama, warga negara Arab Saudi pertama, orang Arab pertama, dan keturunan keluarga kerajaan pertama di luar angkasa
 Suriah Muhammed Faris[2] (22 Juli 1987) Warga negara Suriah pertama di luar angkasa
 Uni Soviet (sekarang  Azerbaijan) Musa Manarov[3] (21 Desember 1987)
(2 Desember 1990)
541 hari pertama di luar angkasa
 Afghanistan Abdul Ahad Mohmand[2] (29 Agustus 1988) Warga negara Afghanistan pertama di luar angkasa
 Kazakhstan Toktar Aubakirov[2] (2 Oktober 1991) Warga negara Kazakhstan pertama di luar angkasa
 Kazakhstan Talgat Musabayev[2] (4 November 1994)
(25 Agustus 1998)
(6 Mei 2001)
Warga negara Kazakhstan kedua di luar angkasa, 341 hari di luar angkasa
 Rusia (lahir di  Kyrgyzstan) Salizhan Sharipov[2] (20 Januari 1998)
(14 Oktober 2004)
201 hari di luar angkasa
 Amerika Serikat (lahir di  Iran) Anousheh Ansari[3] (18 September 2006) perempuan pertama; perempuan Muslim pertama di luar angkasa
 Malaysia Sheikh Muszaphar Shukor[2] Soyuz TMA-11 (10 Oktober 2007) Warga negara Malaysia di luar angkasa
 Kazakhstan Aidyn Aimbetov[2] Soyuz TMA-18M (2 September 2015) Warga negara Kazakhstan ketiga di luar angkasa

Ibadah

Pada tahun 2006, Agensi Angkasa Negara Malaysia mengadakan rapat dengan 150 ilmuwan dan cendekiawan Islam untuk membahas persoalan ibadah menghadap Makkah di luar angkasa. Pada awal 2007, sebuah dokumen berjudul "A Guideline of Performing Ibadah (worship) at the International Space Station (ISS)" diterbitkan dan disetujui oleh Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan Malaysia.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ A prince in space at Saudi Aramco World, January/February 1986, p20-29
  2. ^ a b c d e f g El-Maghraby, Tamer (19 March 2007). "Eight Muslims in Space and Counting". IslamOnline.net. Diakses tanggal 26 March 2010. 
  3. ^ a b "Nine Muslims in space" (PDF). The Brunei Times. 23 July 2010. 
  4. ^ "A Muslim Astronaut’s Dilemma—How to Face Mecca From Space" by Patrick Di Justo Wired 26 Sep 2007:

[bibblio style=”bib–default bib–row-3 bib–font-arial bib–size-18 bib–4by3 bib__module” query_string_params=”e30=” recommendation_type=”optimised”]

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia on Patreon!

Content Protection by DMCA.com
 
%d blogger menyukai ini: