22.4 C
Indonesia
Jumat, Januari 28, 2022
Ads
Beranda blog

Satellite Tracker

Satellite Tracker

Tentang Satellite Tracker

Apa sich Satellite Tracker itu ? Pada musim panas 2006 TERC, sebuah perusahaan pengembangan pendidikan nirlaba yang berbasis di Boston, untuk membuat utilitas berbasis javascript untuk menghitung lokasi satelit pada waktu tertentu. Utilitas javascript ini akan digunakan dalam pameran untuk Smithsonian Air & Space Museum and the Boston Museum of Science untuk memungkinkan publik melihat sekilas apa yang akan dilihat oleh astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional ketika menatap Bumi.

Pengembangan utilitas javascript Satellite Tracker

Selama pengembangan utilitas javascript, saya perlu membuat antarmuka pengguna (UI) yang sederhana sehingga saya dapat memverifikasi keakuratan output yang dihasilkan. UI ini agak kasar; 2-Line Elements perlu diambil secara manual dari sumber eksternal, lalu salin dan tempel ke UI dan setiap pembaruan harus dimulai secara manual. UI ini adalah dasar dari apa yang menjadi ISSTracker.com.

App Web Satellite Tracker

Pada awal 2007 Satellite Tracker menggunakan utilitas javascript untuk menghadirkan pengalaman pameran Windows di Bumi kepada orang-orang di rumah. Kemudian memperluas utilitas untuk menambahkan kemampuan untuk menghitung jalur penerbangan, mengamankan hak untuk menggunakan Daylight Maps dan memutuskan bahwa untuk menjaga situs web tetap mudah digunakan dan dimengerti, itu akan menjaga opsi seminimal mungkin.

Selama 3 tahun ke depan, jumlah pemirsa telah tumbuh secara signifikan dan mengumpulkan umpan balik dari penggemar situs web ini. Sekarang pada akhir 2010 kami telah mencapai tonggak lain untuk ISSTracker.com, versi 2.0.

Peta ISSTracker v2.0

Dengan dimulainya ISSTracker v2.0, kami memiliki peta yang lebih besar, durasi jalur penerbangan yang dapat disesuaikan, Satuan Ukuran Metrik dan Bahasa Inggris, dan sekarang cincin visibilitas. Satu-satunya fitur yang hilang di v2.0 adalah peta siang hari, yang disebabkan kurangnya dukungan peta Siang hari menggunakan versi terbaru Google Maps. Pada waktunya fitur ini dapat kembali.

Juga dengan v2.0 situs web Anda akan melihat situs tersebut lebih dari satu situs web halaman dan sekarang ada halaman Ekstra. Halaman Ekstra akan menjadi tempat di mana fitur baru dapat ditemukan yang belum siap untuk halaman Beranda.

Satellite Tracker ISS


Ads

Heliosentris dan Tata Surya

Heliosentris dan Tata Surya

Tentang Heliosentris

Dalam astronomi, Heliosentris adalah model astronomi yang mana bumi mengelilingi matahari yang berada pada pusat jagat raya. Kata berasal dari bahasa Yunani (ήλιος Helios = Matahari, dan κέντρον kentron = pusat). Secara historis, heliosentrisme bertentangan dengan geosentrisme, yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta.

Heliosentrisme Zaman Klasik

Diskusi mengenai kemungkinan heliosentrisme terjadi sejak zaman klasik. Barulah ketika abad ke-16 dapat ditemukan suatu model matematis dapat meramalkan secara lengkap sistem heliosentris, yaitu Nicolaus Copernicus, seorang ahli matematika dan astronom. Pada abad berikutnya, model tersebut dijabarkan dan diperluas oleh Johannes Kepler dan pengamatan pendukung dengan menggunakan teleskop diberikan oleh Galileo Galilei. Tetapi pada masa Renaissans, banyak yang tidak percaya tentang teori ini.

Heliosentris Dan Tata Surya

Dengan observasi William Herschel, Friedrich Bessel, beserta lainnya, para astronom menyadari bahwa matahari bukan pusat dari alam semesta seperti heliosentrisme pada waktu di mana Copernicus telah menyangka sebelumnya. Pemikiran modern menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki lokasi pusat yang spesifik, seperti prinsip relativitasnya Albert Einstein.

Ads

Live Streaming : SUPER BLUE BLOOD MOON

0
Gerhana Bulan total 2015. Kredit: Rick Klawitter

Live Streaming : Area Taman Impian Jaya Ancol (BMKG)

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=-3ecSozplSU]

Live Streaming : Area Taman Impian Jaya Ancol (CNN Indonesia)

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=AdMSv1TpNBo&w=854&h=480]

Live Streaming : BAWIL JAYAPURA

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=1o94Tf_xEWU&w=854&h=480]

Live Streaming : Tangerang Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=bIFuGN2oPYU&w=854&h=480]

Live Streaming : Halaman Stageof Bandung

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=0FcoTvfmvkA]

Live Streaming : NASA TV

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=P11y8N22Rq0&w=854&h=480]

Super Blue Total Lunar Eclipse 31-01-2018 | Live Stream Simulation | Bangalore

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=1uSBxp_9GOI]

Ads

Tentang Super Blue Blood Moon

0
Gerhana Bulan total 2015. Kredit: Rick Klawitter

Fenomena Super Blue Blood Moon amat jarang terjadi. Karena harus ada tiga peristiwa langit terjadi bersamaan. Yakni bulan purnama saat jarak bulan ke bumi paling dekat, ada dua kali purnama dalam satu bulan dan ada gerhana bulan total. Fenomena langka ini baru akan terulang 19 tahun kemudian.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=4Td2pc2dNRg]

Ads

Mengapa Gerhana Bulan Total Disebut ‘Merah Darah’

0
Gerhana Bulan total 2015. Kredit: Rick Klawitter
Total Lunar Eclipse
Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Gerhana bulan total acapkali juga sering disebut sebagai bulan ‘merah darah’ karena warnanya yang merah pekat seperti darah. Apa sebabnya?

Menurut peneliti Observatorium Bosscha Bandung, Evan Irawan, hal tersebut terjadi lantaran cahaya matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi. “Lalu sampai ke bulan dan menyebabkan warna merah darah,” kata dia, saat dihubungi, Jumat, 3 April 2015.

Bayangan bumi memiliki dua bagian. Bagian gelap tempat cahaya matahari tak dapat masuk disebut umbra dan bagian luar tempat matahari dapat masuk disebut penumbra. Bulan bergerak dari barat ke timur, atau kanan ke kiri di belahan bumi utara. Dalam bagian umbra, bulan jarang benar-benar gelap karena cahaya matahari masih dibiaskan oleh atmosfer bumi.

Gerhana bulan terjadi saat bulan melewati bayanan bumi. Biasanya, seperti dikutip dari situs berita Space.com, karena orbit yang miring, bulan hanya lewat di atas atau di bawah bayangan bumi.

Kejadian bulan melewati bayangan bumi, atau yang biasa dikenal dengan gerhana bulan, jarang terjadi. Gerhana hanya dapat terjadi saat bulan berdekatan dengan titik-titik dalam orbitnya saat melintasi ekliptika, jalur cahaya matahari. “Gerhana pada tahun ini akan terjadi pada April dan September,” kata Evan.

Saat gerhana bulan total terjadi, pembiasan cahaya matahari menjadi bulan menjadi semerah darah. Karena itu, gerhana bulan total biasa dikenal dengan ‘blood moon‘.

Selama ini banyak orang yang salah kaprah bahwa gerhana bulan disebabkan oleh bayangan bumi yang jatuh di bulan. Padahal, sebaliknya, fase gerhana bulan dipengaruhi oleh variasi arah datangnya matahari ke bulan yang jatuh ke bumi.

Sebelumnya, telah terjadi gerhana matahari total pada 20 Maret dan akan terjadi gerhana matahari parsial pada 13 September 2015 mendatang. Gerhana bulan total lain akan terjadi pada 28 September 2015.

di kutip dari : https://tekno.tempo.co/read/655110/ini-sebab-gerhana-bulan-total-disebut-merah-darah

Ads

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

0
Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018
Total Lunar Eclipse
Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Kurang beberapa hari lagi, sebuah peristiwa gerhana Bulan total bakal teramati di langit seluruh penjuru Indonesia. Sudah siap menyambutnya?

Indonesia menjadi salah satu lokasi terbaik untuk mengamati peristiwa yang satu ini. Mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, semua masyarakat Indonesia berkesempatan untuk melihat peristiwa langka yang terjadi pada satu-satunya satelit alami milik Bumi kita ini.

Sekadar untuk mengingat kembali, gerhana Bulan total terjadi saat keseluruhan wajah Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Itu terjadi bila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Dengan kata lain, gerhana Bulan total terjadi saat fase Bulan purnama. Tetapi, tidak setiap Bulan purnama akan terjadi gerhana Bulan tota. Hal ini disebabkan karena orbit Bulan miring 5 derajat saat mengelilingi Matahari.

Pada 31 Januari 2018 mendatang, bidang orbit Bulan berpotongan langsung dengan ekliptika Bumi, membuatnya akan masuk bayangan umbra Bumi sehingga Bulan akan tergerhanai dalam peristiwa gerhana Bulan tota.

Menariknya, gerhana Bulan total 31 Januari 2018 ini memiliki banyak keistimewaan, lho!

Terjadi Saat Supermoon

Posisi Bulan pada saat gerhana Bulan total 31 Januari 2018 akan bertepatan pada momen ia mencapai titik perigee, atau jarak terdekat dengan Bumi. Hal ini jelas akan membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang di langit malam.

Para astronom menyebutnya sebagai Bulan purnama perigee, namun tampaknya kini lebih akrab disebut sebagai Supermoon. Ya, gerhana Bulan total 31 Januari 2018 mendatang akan bertepatan dengan peristiwa Supermoon!

Supermoon 31 Januari 2018 akan membawa Bulan berada pada jarak sekitar 360.000 kilometer jauhnya dari Bumi. Hal itu akan membuat Bulan tampak dengan diameter sudut sebesar 33’09”, cukup besar bila dibandingkan Bulan purnama yang terjadi pada biasanya.

Supermoon sendiri bisa terjadi karena jalur orbit Bulan saat mengelilingi Bumi tak melingkar sempurna, melainkan lonjong. Itu artinya, Bulan bisa saja berada ada jarak terdekat dan terjauh dengan Bumi. Bila itik terdekat Bulan dengan Bumi disebut perigee, maka titik terjauhnya disebut apogee.

Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan total 2015. Kredit: Rick Klawitter

Terjadi Saat “Blue Moon”

Bukan, Bulan tidak akan tampak berwarna biru. Blue Moon atau Bulan Biru hanyalah istilah untuk menyebut Bulan purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender masehi. Pada Januari 2018 mendatang, fase Bulan purnama akan terjadi dua kali, yang pertama tanggal 2 Januari, dan yang kedua pada 31 Januari.

Bulan purnama kedua tersebut bertepatan dengan peristiwa gerhana Bulan total! Secara astronomis, Bulan Biru terjadi pada pukul 20:27 WIB, saat puncak gerhana Bulan total terjadi.

Bulan Biru yang Semerah Darah

Alih-alih berwarna biru, pada puncak gerhana Bulan total terjadi justru ia akan muncul dalam rona kemerahan, yang kadang disebut semerah darah. Tapi, tahukah Anda mengapa gerhana Bulan total justru membuat Bulan tampak merah? Bukankah seharusnya gelap karena cahaya Matahari yang menyinarinya terhalang oleh Bumi kita?

Bumi memang menghalangi Bulan dari Matahari, tapi walaupun cahaya Matahari yang seharusnya menyiari Bulan telah tertutup oleh Bumi saat puncak gerhana total terjadi, ternyata atmosfer Bumi lah yang berperan dalam membiaskan cahaya merah dari Matahari, sehingga Bulan tidak tampak gelap total, melainkan merah.

Jika Bumi tidak memiliki atmosfer, maka saat Bulan berada sepenuhnya di dalam bayangan Bumi saat gerhana total terjadi, Bulan akan tampak gelap dan bahkan mungkin tak terlihat. Namun berkat atmosfer Bumi, kenampakan Bulan pun akan jauh lebih indah.

Atmosfer Bumi sendiri meluas sekitar 80 kilometer di atas permukaan Bumi. Selama gerhana Bulan total, saat Bulan masuk dalam bayangan umbra Bumi, ada lingkaran yang melingkar di sekitar Bumi bila kita melihatnya dari permukaan Bulan, yang tidak lain merupakan cincin atmosfer kita.

Snap 2018 01 28 At 18 55 49

Sinar Matahari terdiri dari berbagai frekuensi. Saat sinar Matahari menerobos atmosfer kita, cahaya berfrekuensi tinggi seperti hijau, biru, dan ungu lebih mudah dihamburkan molekul atmosfer Bumi dibandingkan cahaya berfrekuensi rendah seperti cahaya kuning, oranye dan merah. Penghamburan cahaya berfrekuensi tinggi ini menyebabkan langit berwarna biru di kala siang.

Dengan begitu, cahaya kuning, oranye, dan merah akan dengan mudah melewati atmosfer dengan jalur yang lurus dan hampir tidak akan memantul jika berinteraksi dengan molekul gas di atmosfer. Pembiasan atmosfer akan mengubah arah cahaya tersebut ke arah umbra Bumi, atau bayangan gelap Bumi.

Jika ada objek langit di umbra, seperti Bulan saat gerhana total misalnya, maka cahaya yang terbiaskan akan menyinari Bulan dan dipantulkan menuju sisi malam Bumi (lokasi pengamatan kita). Ketika kita mengamatinya, kita akan melihat warna merah pada Bulan.

Bagaimana? Apa yang lebih istimewa selain peristiwa gerhana Bulan total yang bertepatan dengan Supermoon dan Blue Moon sekaligus?

Sayangnya…

Sayangnya, Super-Red-Blue-Moon ini terjadi saat musim hujan sedang berlangsung di Indonesia. Dengan begitu, pengamatan peristiwa langka ini terancam terhalang awan atau bahkan lokasi pengamatan Anda sedang diguyur hujan.

Lunar 201801
Lokasi pengamatan gerhana Bulan total 31 Januari 2017. Kredit: Dominic Ford, In-the-sky.org

Dengan begitu, saran kami adalah, Anda bisa mempersiapkan diri untuk tur ke lokasi-lokasi dengan curah hujan yang rendah.

Nah, itulah ulasan tentang istimewanya gerhana tahun depan. Jangan sampai Anda melewatkannya, ya. Clear skies!

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=_0UqFJjC_Yw]

Sumber : http://www.infoastronomy.org/2017/10/istimewanya-gerhana-bulan-total-31-januari-2018.html#ixzz55To2h78W

Ads

India Siapkan Misi Pendaratan di Bulan Pada 2018

0

Snap 2018 01 23 At 17 32 02

Badan antariksa India, ISRO, merencanakan untuk meluncurkan misi pendaratan pesawat antariksa miliknya ke bulan pada 2018. Misi ini menggunakan roket Chandrayaan-2.

Hal ini disebutkan oleh Menteri Pembangunan Wilayah Timur Laut India, Dr Jitendra Singh dalam cuitannya minggu lalu (23/10).

Snap 2018 01 23 At 17 34 37
source link : https://twitter.com/DrJitendraSingh/status/922504131964674048/photo/1

Roket Chandrayaan-2 terdiri dari roket pengorbit, roket pendaratan, dan roket penjelajah. Ini adalah misi kedua India ke bulan. Sebelumnya, Chandrayaan-1 telah berhasil mengelilingi bulan pada 2008, seperti dilaporkan The Hindu.

Badan antariksa India menjelaskan bahwa peluncuran ke orbit Bumi akan menggunakan roket GSLV Mark II. Pesawat antariksa yang mengorbit itu lantas akan terbang 100 km di atas permukaan bulan di lokasi pendaratan.

India tengah agresif menggenjot upaya keantariksaannya pada dekade ini. Pada 2013, negara itu meluncurkan Misi Orbit Mars (Mars Orbiter Mission – MOM). Misi ini duiluncurkan untuk misi mendekati orbit Mars dan dilakukan dengan biaya sangat ketat, US$74 juta (sekitar Rp1 miliar), demikian The Register.

Sebelumnya, MOM direncanakan untuk mengorbit selama enam bulan. Tapi ternyata misi ini berhasil mengorbit hingga 1.000 hari (sekitar 2,7 tahun) hingga Juli 2017. Keberhasilan peluncuran roket GSLV Mark III menempatkan India sebagai salah satu negara dengan teknologi roket kelas berat.

Tak cuma itu, badan antariksa India juga berhasil bekerja dengan anggaran yang lebih sedikit dan melakukan hal-hal yang lebih cepat daripada badan-badan antariksa lain yang sudah mapan. Hasil penjelajahan ruang angkasa India ini juga membawa hasil yang berharga bagi para ilmuwan.

ISRO juga mendapat tempat berharga di India. Badan antariksa ini dipandang sebagai bukti dari kembalinya bangsa India sebagai salah satu kekuatan dunia.

Selain ISRO, misi pendaratan bulan lain juga tengah dilakukan oleh perusahaan startup antariksa asal India, TeamIndus. Tim ini berencana untuk membuat penjelajahan permukaan bulan dengan pesawat ruang angkasa. Saat menjelajah, pesawat itu mentransmisikan video high-definition, gambar, dan data kembali ke bumi, demikian Times Of India.

Ads

Air Sebagai Sumber Kehidupan

0
Air Sebagai Sumber Kehidupan
Air
Air Sebagai Sumber Kehidupan

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman? 

(Qs Al Anbiya ‘ : 30 )

Ayat di atas secara gamblang menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu yang hidup di dunia ini bahan baku penciptaannya berasal dari air. Tetapi sebelum berbicara masalah itu, saya akan mengajak anda untuk melihat bagaimana benda matipun ternyata bahan bakunya berasal dari air.  Lihatlah ayat dan hadist-hadits di bawah ini :

Pertama kali yang perlu anda perhatikan adalah firman Allah swt :

وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah arsy-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya“ (Qs. Hud : 7)   

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa keberadaan air jauh lebih dulu dari pada keberadaan langit dan bumi. Jadi air lebih tua umurnya dibanding langit dan bumi.

Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw :

كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ وَخَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ

“Dialah Allah yang- pada waktu itu –  tidak ada sesuatupun selain Dia, sedangkan ‘arsy-Nya di atas air, lalu Dia menulis di dalam adz-Dzikir segala sesuatu (yang akan terjadi,) lalu Dia menciptakan langit dan bumi”. (HR. Bukhari, no : 2953)

Dikuatkan juga dengan hadist  Abdullah bin Amru ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

“Allah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Rasulullah menambahkan: ‘Dan arsy Allah itu berada di atas air.” (HR. Muslim, no :  4797)

Syekh Muhammad bin Abdul Wahab berkata : “Kata : وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ memberikan isyarat bahwa air dan arsy, keduanya adalah makhluq pemula dari alam ini, karena keduanya diciptakan sebelum langit dan bumi, dan pada waktu itu tidak ada di bawah arsy kecuali air. (Ushul Iman, hlm : 85)

Anda sekarang sudah mengetahui berdasarkan ayat dan hadist di atas, bahwa makhluq yang pertama kali diciptakan adalah air dan arsy, tetapi tunggu dulu…saya pernah membaca hadist yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Shomit, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :

إِنّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ فَجَرَى بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الْأَبَدِ

Sesungguhnya pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Tulislah.” Maka terjadilah apa yang akan terjadi hingga selamanya. (HR. Tirmidzi, dan beliau berkata : hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib)

Hadist di atas menjelaskan bahwa makhluq pertama kali yang diciptakan Allah adalah pena, padahal sebelumnya ada ayat dan hadist yang menerangkan bahwa makhluq pertama kali diciptakan adalah air dan arsy, terus mana yang benar?  Anda jangan bingung…di dalam kitab Fathu al Bari (6/289), Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ayat-ayat dan hadist-hadist tersebut digabung dan dikompromikan, maka hasilnya sebagai berikut : makhluq yang pertama kali diciptakan adalah air, kemudian arsy, kemudian pena. Jadi, redaksi hadist di atas “ …pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena.. maksudnya adalah pertama kali setelah adanya air dan arsy…

Jika anda sudah benar-benar yakin bahwa air adalah makhluq pertama kali yang diciptakan Allahmaka betapa mulianya makhluq Allah yang bernama air itu, selain sebagai makhluq yang pertama kali diciptakan oleh Allah, dia juga makhluq yang darinya diciptakan segala sesuatu yang hidup. Subhanallah……..

Sekarang, marilah kita bersama-sama memperhatikan Bumi yang kita injak setiap hari ini….untuk mudahnya kita lihat peta atau atlas, ternyata permukaan bumi ini didominasi oleh lautan sebanyak 2/3, sedangkan daratan hanya menempati 1/3 dari seluruh wilayah bumi,  menakjubkan kan……!?

Apakah hanya planet Bumi saja yang banyak airnya? saya mendengar beberapa ilmuwan sekarang ini masih menyelidiki kehidupan di planet Mars, apakah unsur air lebih banyak dari unsur yang lain, kita lihat saja nanti. Tapi jangan lupa firman Allah swt dalam surat al-Anbiya’ ayat 30 di atas, bahwa air adalah sumber kehidupan.

Kita kembali lagi ke Bumi….

Di dalam Al Qur’an banyak ayat yang menerangkan bahwa Bumi ini akan mati kalau tidak ada air, kehidupan di atas Bumi ini juga akan punah kalau tidak ada setetes airpun di permukaannya. Kalau anda tidak percaya, coba lihat di daerah-daerah tandus di Afrika, sebanyak 25 juta jiwa melayang akibat kekeringan. Bahkan bantuan yang berupa 1,5 juta sapi, kambing dan domba yang diberikan kepada penduduk dilaporkan banyak yang mati karena kekeringan. PBB sendiri telah memprediksi sekitar 20 juta orang lainnya  akan menghadapi bencana kelaparan akibat kekeringan di wilayah-wilayah seperti Kenya, Somalia dan Ethiopia. Menurut Wakil Direktur Kemanusiaan “Oxfam”, Jeremy Loveless bahwa hujan adalah harapan terakhir dari banyak orang. Subhanallah, bukanlah jauh-jauh sebelumnya Allah telah menjelaskan hal itu kepada umat manusia bahwa air adalah sumber kehidupan manusia di muka bumi ini, kalau tidak ada air maka tidak ada kehidupan.

Kalau saja orang-orang Afrika tersebut memahami Al Qur’an, tentunya mereka akan berharap kepada Allah swt. Kalau saja seorang Loveless membaca al Qur’an, dia akan tahu bahwa Allah-lah Yang menurunkan air hujan agar bumi bisa hidup, darinya akan tumbuh pohon-pohon yang berbuah dan daun-daunnya pun bisa dimanfaatkan oleh manusia. Dengan air itulah Allah menghidupkan bumi dan menghidupkan seluruh makhluq yang hidup di dalamnya. Allah swt berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاء اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Qs. Fushilat : 39)

Setelah kita berbicara tentang Langit, dan menjelajahi Bumi, serta  mau mengakui fakta-fakta di atas, sekarang marilah kita berbicara tentang makhluq hidup yang tinggal di atas permukaan bumi ini. Tentunya pembicaraan pertama adalah makluq hidup yang bernama manusia, yaitu kita sendiri.

Kita renungkan terlebih dahulu firman Allah swt sebagai berikut :

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاء بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

“Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” (Qs. Al Furqan : 54)

Ayat di atas secara tegas dan gamblang menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari air. Tetapi maksud air di sini apa? apakah air mani atau air secara umum?  Kedua-duanya benar, agar anda yakin, coba lihat tafsir al Jami li-Ahkami al-Qur’an, karya imam al Qurtubi ( 7/40 )

Apa yang ditulis oleh para ahli tafsir memang benar dan faktanya memang demikian bahwa manusia diciptakan dari air mani dan sangat banyak sekali ayat-ayat al Qur’an yang menerangkan hal tersebut, oleh karena itu, saya tidak perlu menyebutkannya di sini, anda bisa mencarinya sendiri.

Di sisi lain, ternyata ditemukan juga bahwa komponen yang paling dominan di dalam diri manusia adalah air. Untuk menambah keyakinan akan hal ini, marilah kita lihat komponen tubuh manusia secara ilmiyah sebagai berikut :

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa di saat manusia masih berupa janin, didapatkan kandungan air dalam tubuhnya hampir mendekati 100 persen, kemudian setelah lahir, kandungan air dalam tubuh mulai berkurang menjadi 80 persen, kemudian ketika dewasa menjadi 70 persen, dan ketika sudah lanjut usia bisa menjadi 50 persen. Kalau kita hitung secara rata-rata, berarti di dalam tubuh manusia 75%-nya  terdiri atas air. Otakpun demikian 74,5% -nya terdiri dari air. Begitu juga darah 82%-nya terdiri dari  air. Bahkan tulang yang keras pun ternyata mengandung 22% air.

Ayat dan fakta-fakta medis di atas mengisyaratkan kepada kita semua, bahwa kalau kita ingin hidup yang lebih sempurna dan lebih sehat, hendaknya kita mengkomsumsi air dalam jumlah yang cukup, baik untuk diminum, atau untuk membersihkan diri dan lingkungan, maupun untuk bersuci.

Bukan saja di dalam hidup ini, bahkan di dalam masalah ibadah mahdhah, seperti sholat, membaca al qur’an, thowaf, khutbah, adzan dan lain-lainnya, jika ingin sempurna, maka harus di dukung dengan air, ingin bukti?  Coba anda buka buku-buku fiqih, ketika anda membuka bab pertama, pasti anda dapatkan tertulis di dalamnya “Bab Air“. Para Fuqaha menjelaskan alasan mereka selalu mendahului pembahasan fiqih dengan bab air. Mereka mengatakan bahwa ibadah sholat yang merupakan ibadah paling penting di dalam kehidupan manusia, tidaklah akan diterima oleh Allah kecuali kalau orang yang sholat tersebut telah bersuci dari najis dan hadast, dan hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan menggunakan air. Oleh karenanya, seorang muslim harus mengetahui seluk beluk air, manakah air yang boleh dipakai untuk bersuci, dan manakah air yang tidak boleh untuk bersuci. Bagaimana cara bersuci tersebut dan lain-lainnya. Sekarang anda sudah percaya kan?

Kita kembali lagi ke manusia ….

Para ahli menjelaskan bahwa air di dalam tubuh manusia merupakan komponen utama sel, jaringan, dan organ tubuh. Penurunan total cairan tubuh bisa menyebabkan penurunan volume cairan, baik intrasel maupun ekstrasel, yang semuanya dapat berimbas pada kegagalan organ, bahkan kematian.

Selain itu, air diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran nafas, usus, penyakit kewanitaan, bahkan bisa mengobati penyakit stroke. Seseorang yang  mandi pada pagi hari dengan air, maka peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar, produksi sel darah putih dalam tubuh akan meningkat, begitu juga produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita ikut meningkat juga, serta memberikan kekebalan terhadap virus.

Fakta di lapangan menyebutkan bahwa seseorang dapat bertahan hidup selama 45-65 hari hanya dengan minum air (tanpa makan). Saya teringat pada kejadian prahara  gunung Lawu yang menelan korban puluhan santri salah satu pesantren di Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1989-an, pasalnya mereka tersesat dalam hutan dan tidak bisa kembali ke perkemahan lagi. Ajaibnya,  dua orang diantara mereka,  ternyata masih bisa mempertahankan hidup selama beberapa minggu lamanya tanpa makan, mereka berdua hanya mengandalkan air hujan yang  menggenang di tanah. Subhanallah…

Sampai sekarang jika mendengar orang terserang penyakit demam, atau sekedar pegal-pegal di badannya, saya selalu menyuruhnya untuk memperbanyak minum air. (Tetapi jangan banyak sekali, nanti malah sakit bahkan mati, ingat kisah tentara Thalut) Kadang orang tersebut malas untuk minum air banyak, dengan alasan nanti akan buang air kecil terus. Saya katakan,  justru dengan banyak buang air kecil itu, penyakit-penyakit dalam tubuh kita akan keluar bersamaan dengan air kencing tersebut.

Bukan itu saja, air kencing yang keluar itu akan membilas saluran kemih, termasuk kuman-kuman yang ada di dalamnya. Jika air kemih ditahan, maka kuman-kuman tersebut akan naik sampai kandung kencing, bahkan kadang-kadang sampai ke ginjal, dan menyebabkan infeksi kandung kencing atau infeksi ginjal. Maka bersyukurlah anda masih bisa kencing, betapa banyak dari saudara-saudara kita yang tidak bisa kencing kecuali dari perut atau dari organ tubuh lainnya yang sudah dibedah, kasihan kan? maka sekali lagi bersyukurlah.

Bahkan saya sering mendapatkan orang yang hobinya menahan air kencing, akhirnya mendapatkan berbagai keluhan di dalam dirinya, diantaranya adalah : dia akan lebih rentan terkena infeksi saluran kemih, sebagaimana dijelaskan di atas.  Yang kedua, rentan timbulnya  batu saluran kemih. Air kencing mengandung berbagai macam zat dan mineral, yang jika mengendap lama akan membentuk batu. Mula-mula batu tersebut berukuran kecil, semakin lama semakin membesar.  Batu tersebut lebih mudah terbentuk pada orang yang mempunyai kebiasaan menahan kencing. Kalau anda sudah mengetahu fakta-fakta seperti ini, maka bergembiralah kalau anda sering kencing.

Saya pernah punya teman Indonesia yang sama-sama belajar di Mesir. Kalau dilihat bodinya, dia cukup kuat dan kekar, tetapi dia mengeluhkan lututnya sering sakit, kadang sulit untuk berjalan. Ketika saya tanya penyebabnya, dia menjawab bahwa dirinya senang berjalan kaki jika bepergian, dan kebiasaan ini cukup bagus, tetapi yang disayang kan orang tersebut jarang minum air, akibatnya terkena pada persendian lutut.

Selama ini, kepala saya kadang terasa pusing sebelah, saya berusaha mencari penyebabnya dan terapi apa yang tepat untuk mengobatinya. Suatu ketika, saya membaca buku kesehatan, dan secara tidak sengaja saya menemukan cara pengobatan pusing ternyata dengan air.

Sakit kepala terjadi akibat kekurangan asupan oksigen dan makanan, atau keterlambatan pasokan nutrisi, ini dampak dari kelelahan, turunnya stamina, terlambat makan, stress dan lain-lain. Maka penanangannya adalah dengan mandi air hangat karena akan melemaskan otot-otot yang kaku dan tegang. Minum air yang banyak setidaknya delapan gelas setiap harinya,  boleh juga dengan minum jus buah, seperti tomat. Mengkompres dahi dan leher bagian belakang dengan kain hangat.

Salah satu anak saya sering mengeluh karena susah buang air besar alias sembelit…cara penangannya adalah dengan minum air yang banyak, paling tidak 2 liter atau 8 gelas perhari. Karena minum air tersebut akan membantu proses pencernaan makanan, yaitu melunakkan dan melarutkan makanan, sehingga sari-sari makanan tersebut mudah  terserap dan ampas makanan tidak  mengeras.

Sebenarnya masih banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan air, tetapi karena waktu terbatas, barangkali ini dulu, nanti kita sambung lagi pada serial berikutnya.

Kesimpulannya, jika anda ingin hidup sehat, jangan tinggalkan air, jika anda sakit maka perbanyaklah minum air.

Ads

AL-SIJZI (PENEMU TEORI HELIOSENTRIS DARI PERSIA)

0
BIOGRAFI AL-SIJZI (PENEMU TEORI HELIOSENTRIS DARI PERSIA)
4065627
BIOGRAFI AL-SIJZI (PENEMU TEORI HELIOSENTRIS DARI PERSIA)

Al-Sijzi yang nama lengkapnya Abu Said Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Jalil al-Sijzi merupakan seorang ilmuwan yang ahli di bidang astronomi dan matematika. Dia dilahirkan pada tahun 945 di Sijistan, Persia. Dia merupakan ilmuwan yang dikenal dekat dengan Al Biruni yang juga ahli astronomi dan matematika. Salah satu bukti bahwa Al-Sijzi berhubungan dekat dengan Al-Biruni adalah adanya surat yang dikirimkan oleh Al-Biruni kepada Al-Sijzi. Surat tersebut berisi bukti-bukti dari pesawat dan bola versi teorema sinus.

Dia mendedikasikan karya-karyanya baik karya astronomi maupun matematika untuk Pangeran Balkh di yang berkuasa di kota Khorasan. Karyanya yang lain dia persembahkan kepada Adud ad-Dawlah, seorang penguasa seluruh selatan Iran dan sebagian besar Irak yang hidup antara tahun 949 hingga tahun 983 masehi. Adud ad-Dawlah kemungkinan besar merupakan pelindung Al-Sijzi, mengingat dia merupakan seorang pemimpin yang terkenal mencintai seni dan ilmu pengetahuan. Pada era kekalifahan sudah menjadi hal yang sangat umum dan lumrah jika para pelajar dan para ilmuwan memiliki pelindung dari dinasti yang sedang berkuasa. Dengan adanya para pelindung tersebut maka baik ilmuwan maupun pelajar bisa mengerjakan penelitian serta eksperimen mereka dengan tenang sehingga mereka bisa mendapatkan penemuan-penemuan yang menakjubkan yang penting bagi masyarakat maupun bagi pemerintah.

Al Sijzi yang bekerja di Syiraz melakukan pengamatan astronomi selama tahun 969 hingga 970. Pengamatan astronomi Al Sijzi membuahkan teori Heliosentris yang menggemparkan dunia pada masa itu. Pemikiran Al Sijzi mengenai sistem heliosentris dapat dilihat dari karya-karya Al Biruni yang sering bertukar pikiran dengannya. Dalam karya Al Biruni yang berjudul Isti’ab Al-Wujuh Al-Mumkina fi San’at Al-Usturlabyang berisi tentang astronomi dan astrolabe, Al Biruni mengatakan, dia telah melihat astrolabe yang ditemukan Abu Sa’id Al Sijzi. Astrolabe ini hanyalah satu-satunya dari barang sejenis. Astrolabe tersebut tidak tersusun dari bagian utara dan bagian selatan. Dia sangat menyukai astrolabe tersebut karena benda tersebut memiliki beberapa efek sehingga pergerakan disaksikan disebabkan oleh bumi, bukan langit.

Download
Contoh Astrolabe

Sementara itu, seorang ilmuwan ahli astronomi lain yang bernama Abu Al Hasan Al Marakushi dalam bukunya yang berjudul Jami Al Mabadi wa Al Ghayat (Pemersatu prinsip-prinsip dan akibat-akibat) menyatakan, astrolabe Al Sijzi dibuat berdasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari berdasarkan teori Heliosentris yang menyatakan bahwa bumi berbentuk bulat serta berputar mengelilingi sumbunya, beserta planet lainnya beredar mengelilingi matahari. Hal tersebut membuktikan bahwa Al Sijzi merupakan penemu teori Heliosentris yang masih diragukan kebenarannya oleh banyak orang pada masa itu, termasuk umat Muslim pada masa itu sendiri. Menurut catatan sejarah yang dikutip dalam buku berjudul Para Tokoh Sejarah Klasik, pada saat Al Sijzi menyatakan gagasannya tentang teori Heliosentris, dia banyak mendapatkan kritikan dari para ilmuwan Muslim lainnya termasuk Ibn Sina yang sangat termasyhur dalam bidang kedokteran dan Fakhr al-Din al-Razi, seorang ilmuwan Persia yang ahli dalam bidang kedokteran, fisika, astrologi, hukum dan sejarah.

Bahkan Al Biruni sendiri yang sering bertukar ide dan pikiran baik dalam bidang astronomi maupun matematika dengan Al Sijzi, sebenarnya ragu dengan teori Heliosentris Al Sijzi. Meskipun dia merupakan ilmuwan yang kelihatannya menerima teori yang dikemukakan oleh teman baiknya tersebut.

Al Biruni menyebut matahari dan sistem geosentrik dalam karyanya yang berjudul Kitab Al Hind dan Al Qanun Al mas’udi yang berisi tentang astronomi. Dalam karyanya tersebut, dia menyatakan, sebenarnya pergerakan bumi tidak merusak nilai astronomi karena semua penampilan suatu karakter astronomi dapat dijelaskan manurut teori Heliosentris sebagaimana juga bagi yang lain. Tetapi terdapat alasan-alasan lain yang menjadikannya mustahil. Masalah tersebut sungguh sulit dipecahkan. Para astronom kuno maupun modern yang paling hebat sekalipun sudah mempelajari masalah pergerakan bumi dan mencoba membantahnya. Al Biruni juga menulis buku berjudul Miftah Ilm Al Hay’ah (Kunci Ilmu Astronomi) yang berisi masalah tersebut.

Meskipun Al Biruni sudah berusaha keras untuk menerima gagasan Al Sijzi tentang teori Heliosentris, pada akhirnya dia tidak bisa mengingkari kata hatinya. Menjelang akhir hayatnya, Al Biruni akhirnya menegaskan bahwa dia mendukung teori geosentrik yang ternyata justru tidak benar pada masa modern ini.

Saat bekerja di Shiraz, Al Sijzi tidak hanya menghabiskan waktu untuk memperdalam ilmu astronomi saja. Di sana, dia banyak menuliskan karya-karya matematika. Selain menuliskan karya-karya aslinya sendiri, dia juga menyalin karya ilmuwan matematika yang lain, Tsabit bin Qurra yang karyanya berupa risalah segi empat lengkap. Dia juga memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu matematika dengan melakukan studi khusus tentang persimpangan bagian-bagian kerucut dan lingkaran-lingkaran. Dia juga mengganti teori persimpangan gerak sebuah sudut dengan menggunakan pemecahan geometri. Dia menulis risalah pemecahan masalah geometri. Di antara masalah-masalah yang dibahas dalam bukunya tersebut adalah lingkaran dan segitiga.

Dalam sebuah risalahnya tentang bola, dia menuliskan tentang pengukuran bola. Selain itu dalam risalahnya itu terdapat 12 teorema yang isinya menginvestigasi sebuah bola besar yang berisi satu hingga tiga bola kecil. Karyanya ini mengungkapkan ide Al Sijzi tentang empat dimensi bola yang dibuat pada tahun 969 masehi ketika dia masih sangat muda.

Apa itu Teori Heliosentris dan Geosentris?

Heliosentris – Pandangan heliosentris memandang bahwa matahari adalah pusat peredaran benda langit. Teori ini dipopulerkan oleh Nicolas Copernicus, seorang astronom asal Polandia. Heliosentris meyakini bahwa matahari adalah pusat tata surya dan benda langit lain berputar mengelilingi matahari. Pengakuan pandangan ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Galileo Galilei tentang mekanika gerak planet dan yang terakhir Johannes Kepler menghasilkan 3 hukum kepler yang berkaitan dengan peredaran planet di tata surya.

76543
Konsep Heliosentris

Geosentris – Pandangan geosentris memandang bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta atau tata surya. Pandangan ini berkembang pada sekitar 600 tahun sebelum masehi. Geosentris diyakini oleh beberapa filsuf seperti Amaximandaros, Aristoteles, Hipparchus dan puncaknya yaitu Ptolomeus yang membuat peta benda langit dalam buku Almagest. Ia berpandangan bahwa bumi adalah diam dan benda langit lain bergerak mengitari bumi berdasarkan pengamatan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Paham tersebut disetujui oleh beberapa kalangan pada masa itu.

Cellarius Ptolemaic System C2
Konsep Geosentris

Galileo, Pendukung Teori Heliosentris yang Dihukum
Kalau saja seluruh manusia, termasuk umat Muslim di seluruh muka bumi ini percaya bahwa bumilah yang mengelilingi matahari, pasti Galileo yang nama lengkapnya Galileo Galilei , seorang ilmuwan ahli astronomi dan fisika dari Italia tidak akan dijatuhi hukuman berat oleh gereja yang sedang berkuasa pada masa itu. Sebab Galileo yang lahir pada tahun 1564 merupakan penerus teori Heliosentris yang ditemukan oleh Al Sijzi sebelumnya. Sama dengan sikap Al Sijzi, Galileo bersikukuh bahwa bumi yang mengelilingi matahari, bukan matahari yang mengelilingi bumi.

Akibat dukungannya terhadap teori Heliosentris, Galileo dianggap merusak iman dan diajukan ke pengadilan gereja Italia pada tanggal 22 Juni 1633. Pemikirannya tentang matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan ajaran Aristoteles maupun keyakinan gereja bahwa bumi merupakan pusat alam semesta. Pada masa itu, Aristoteles merupakan ilmuwan yang sangat dipuja di negara barat. Sehingga apapun perkataannya seolah-olah merupakan kebenaran. Padahal teori geosentris Aristoteles tersebut salah. Orang-orang pada masa itu mengira bahwa bumi itu diam dan mataharilah yang bergerak mengelilingi bumi sebab seolah-olah memang matahari itu yang bergerak karena jika diliat dengan mata biasa matahari berpindah-pindah saat pergantian waktu dari pagi, siang, dan malam.

Karena Galileo keras kepala dan tetap yakin dengan teori Heliosentris, pengadilan gereja menghukumnya dengan pengucilan sebagai tahanan rumah hingga dia menghembuskan nafas terakhirnya. Namun, setelah meninggalnya Galileo, berbagai macam penelitian tentang astronomi dari tahun ke tahun semakin menunjukkan kebenaran teori Heliosentris yang ditemukan oleh Al Sijzi dan didukung oleh Galileo. Akhirnya dunia pun mengakui kebenaran teori Heliosentris dan membuktikan bahwa teori Geosentris ternyata salah.
Menurut wikipedia.org, baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman kepada Gelileo merupakan sebuah kesalahan. Lalu dalam pidato 21 Desember 2008, Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya dan mengakuinya sebagai ilmuwan.

Galileo, selain memiliki konstribusi besar terhadap penyebaran teori Heliosentris juga penyempurnaan teleskop serta berbagai macam alat observasi astronomi. Dia juga orang pertama yang memakainya untuk mengamati langit. Pada Awalnya, Dia membuat teleskop hanya berdasarkan deskripsi tentang teleskop yang dibuat di Belanda, lalu dia membuat sebuah teleskop dengan perbesaran 3x dan kemudian membuat model-model baru yang bisa mencapai 32x. Pada tanggal 25 Agustus 1609, dia mendemonstrasikan teleskop buatannya. Setelah itu, banyak pedagang yang memanfaatkan teleskopnya untuk keperluan pelayaran.

Ads

Diantara Newton, Gravitasi dan Ilmuwan Muslim

Diantara Newton, Gravitasi dan Ilmuwan Muslim
Wp 1464104892501
Diantara Newton, Gravitasi dan Ilmuwan Muslim

Siapa Newton Itu ?

Teman-teman pasti familiar dong dengan gambar di atas Newton. Yaaa…. Gambar atau penalaran ilustrasi gambar di atas kita sudah ketahui dari buku IPA yang kita pelajari waktu SD hingga setidaknya SMA.

Gambar tersebut menceritakan seseorang yang sedang istirahat dengan duduk di bawah pohon apel, tanpa sepengetahuannya buah apel tersebut jatuh tepat di kepalanya. Beberapa versi cerita menceritakan dari buah apel yang jatuh tersebut, orang tersebut kesal dan berpikir. Mengapa buah Apel ini harus jatuh di kepalanya? bukan ke arah samping atau atas? dari pertanyaan inilah muncul pemikiran Gaya Gravitasi dari orang tersebut dan kemudian dunia mengenalnya. Sir Isaac Newton.

Fakta Sir Isaac Newton

Faktanya, Sir Isaac Newton adalah seorang dosen di Cambridge University London, Inggris. Sebagai seorang dosen tentunya mengetahui bahwa pengembangan Ilmu Pengetahuan khususnya Fisika seharusnya melalui tahapan metode ilmiah. Merumuskan masalah, mengumpulkan literatur dari penelitian sebelumnya atau penelitian terkait, dan eksperimen. Namun, darimana Newton menemukan literatur tersebut? sedangkan belum ada penelitian yang terkait dengan gaya gravitasi.

Meskipun Newton bukanlah seorang muslim, tidaklah menutup kemungkinan Newton telah mempelajari teori tersebut dari ilmuwan muslim. Seperti halnya fakta teori heliosentris yang telah saya paparkan sebelumnya, bahwa yang menemukan teori adalah al Haytam, bukanlah Nicolas Copernicus. Sama halnya dengan Newton. Newton hanyalah salah satu yang mendukung dan kemudian mempopulerkan gaya gravitasi tersebut. Lalu siapa yang menemukan teori gaya gravitasi? literatur dari mana ?

Al Hamdani dan Al Khazani adalah penemu gaya gravitasi yang kemudian disempurnakan oleh Abu Raihan Al Biruni.

Gaya Gravitasi

Gaya gravitasi adalah gaya tarik planet terhadap benda-benda yang berada disekitarnya. Akibat dari gaya gravitasi tersebut, (dalam penalaran) manusia ataupun makhluk hidup yang berada di bagian bawah bumi tidak jatuh keluar angkasa akibat tertarik gaya gravitasi bumi. Begitu pun benda-benda yang jatuh, sudah dipastikan akan jatuh ke bawah. Kemudian akibat dari gaya gravitasi, matahari menjadi pusat tata surya, pusat peredaran semua benda langit karena memiliki gaya gravitasi paling besar diantara benda langgit lainnya.

Pemikiran Dari Al Hamdani dan Al Khazani

Namun, dari mana Al Hamdani dan Al Khazani mendapatkan pemikiran seperti ini? ternyata Al Hamdani dan Al Khazani mendapatkan pemikiran ini dari Ayat-ayat suci Al Qur’an. Al Qur’an sudah menjelaskan terlebih dahulu. Salah satunya di Surat Al Qari’ah ayat 1 -5.

“Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah dari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS. Al Qariah : 1-5)

Dalam ayat ini kita bisa mengetahui, bahwa saat kita hidup saat ini, kita masih bisa menginjak bumi dengan keseimbangan dan tekanan yang normal, karna besar gravitasi sekitar 10 m/s2. Kita bisa membandingkannya dengan gravitasi bulan yang hanya 0,6 m/s2. Oleh karena itu, astronout yang menginjak kaki di bulan pasti akan mengalami kesulitan dan dapat mengambang di atas permukaan bulan tersebut. Nah, sekarang kita bayangkan pada hari kiamat, gaya gravitasi akan hilang, tentu kita akan berhamburan seperti kupu-kupu yang bertebaran.

Kemudian Al Qur’an juga menjelaskan setiap benda yang jatuh, pasti akan jatuh ke bawah, seperti yang tertera dalam Surat Al A’raf ayat 84.

“Dan kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.” (QS. Al A’raf : 84)

Dari ayat ini kita juga bisa mengetahui bahwa “mereka (kau nabi luth)” yang berada di bumi di hujani batu dari langit. Yang artinya setiap benda yang jatuh akan selalu jatuh ke bawah karna tertarik oleh gaya gravitasi. Dan masih banyak ayat lain, yang Allah jelaskan tentang teori gravitasi ini, diantaranyaSurah Al Qamar ayat 9-17, Surah Asy Syu’ara ayat 123-140, dan Surat Al Haqqah ayat 1-7.

كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ…….

“…….Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”(QS. Al Baqarah : 219)

Nabi Muhammad SAW menyampaikan wahyu Allah SWT tentang fenomena gravitasi saat terjadinya hari kiamat. (Q.S. Al-Qoriah:1-5), (Q.S.Al-Muzzammil:14), (Q.S.Az-Zalzalah:1-2), (Q.S.Al-Insyiqaq:3-4), (Q.S.Al-Waqiah:4-6). Semua penjelasan tersebut di atas diterima oleh Nabi Muhammad SAW saat Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. Waktu turunnya Al-Qur’an tersebut sampai waktu Newton menjelaskan kembali konsep dan hukum gravitasi itu dalam buku principia adalah sangat jauh sekali beda waktunya. Selisih waktu dari Al-Qur’an turun sampai kepada zaman Newton adalah lebih dari seribu tahun lamanya (lebih 1000 tahun).

Rasulullah Nabi Muhammad SAW menyampaikan Wahyu Allah SWT pada peristiwa kiamat itu dengan gravitasi dan jika kita perbandingkan peristiwa tersebut dengan analisa Fisika sudah pada pemikiran tingkatan evaluasi. Berdasarkan teori berpikir manusia menurut taksonomi bloom ; tidak pada taraf berfikir rendah lagi seperti; Ingatan(C1), Pemahaman (C2) atau Aplikasi (C3) tetapi sudah pada tingkat pemikiran yang tinggi yakni tingkat Analisa (C4), Sintesa (C5), Evaluasi (C6). Sedangkan apabila kita telusuri sejarahnya Rasulullah Muhammad SAW itu bukanlah seorang ilmuwan dan itulah tanda serta bukti bahwa Al-Qur’an itu benar dan sungguh benar berisi wahyu Allah SWT.

Berdasarkan analisa Fisika diatas melalui penalaran yang rasional dapat kita simpulkan bahwa ; Memang sungguh benar Al-Qur’an, sungguh benar Al-Qur’an itu berisi wahyu dari Allah SWT dan diturunkan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. Sungguh Al-Qur’an itu berisi petunjuk dan sumber ilmu serta tidak ada keraguan lagi padanya dari Allah Yang Maha Pencipta.

Apabila kita simak dengan mendalam masalah diatas berdasarkan teori berpikir manusia menurut taksonomi bloom ; Ingatan, Pemahaman , Aplikasi , Analisa, Sintesa, Evaluasi, dapat kita pahami bahwa Rasulullah menjelaskan peristiwa kiamat sudah pada tingkat evaluasi atau tingkat berfikir tertinggi. Tingkat evaluasi maksudnya karena pada ayat-ayat Al-Qur’an tersebut sudah menjelaskan “ jika gravitasi sudah tidak ada maka manusia dan gunung berterbangan, bumi mengeluarkan isinya yang berat, dan sebagainya. Jadi Rasulullah Nabi Muhammad SAW menjelaskan peristiwa kiamat itu dengan konsep gravitasi sudah pada pemikiran tingkatan evaluasi. Apabila kita telusuri sejarahnya Rasulullah itu bukanlah seorang ilmuwan dan itulah bukti bahwa Al-Qur’an itu benar, …..Sungguh..sungguh Maha Benar Allah SWT dengan segala Firman-Nya.

Rasional manusia tentang kehancuran ; banjir, hujan batu dan gempa dasyat dimana bangunan runtuh kebawah, pohon tumbang, tanah rengkah seperti rasional gempa saat ini. Tetapi berita kehancuran (kiamat) di jelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam Al-Qur’an, diluar rasional dan diluar logika manusia saat itu. Berita kiamat tersebut adalah manusia seperti anai-anai terbang, gunung-gunung seperti kapas berterbangan, Bumi mengeluarkan isinya yang berat dan menjadi kosong. Semua peristiwa tersebut dalam fisika ada kaitannya dengan Gravitasi. Allah swt menjelaskan dalam firmanNya keadaan manusia, gunung-gunung ketika hari kiamat. Hal tesebutlah sesuai dengan yang diungkapkan oleh pakar fisika saat ini, dimana gambaran disaat hari kiamat itu gravitasi hilang.

Mempelajari Gravitasi

Manusia dapat mempelajari lebih lanjut bagaimana gravitasi itu, misalnya gaya gravitasi, medan gravitasi, hukum gravitasi, kelengkungan ruang dan waktu gravitasi, variasi percepatan gravitasi, perubahan gaya dan medan graviasi, serta keruntuhan gravitasi dan sebagainya. Tetapi yang perlu diingat bahwa manusia tidak memiliki ilmu tentang kapan gravitasi itu akan hilang dari alam semesta..?, dan kapan terjadinya hari kiamat..?, yang jelas pasti terjadi. Allah swt telah memastikan terjadinya kiamat itu di dalam Al-Qur’an “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentang kiamat itu, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”( Q.S.Al-Mu’min:59).

Adanya sebagian manusia yang mengatakan bahwa kiamat itu terjadi pada hari dan tanggal ini dan itu, hal tersebut merupakan tanda-tanda pada diri mereka itu kekafiran. Kita sebagai muslim tidak perlu terpengaruh, karena yang demikian itu merupakan ujian keimanan bagi kita, yang pasti hanya Allah swt yang Maha Mengetahui kapan terjadinya.

Ads

Ads