Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
63 / 100 Skor SEO

Cina mengembangkan teknologi navigasi bernama . Teknologi navigasi ini dikembangkan untuk memberikan kompetisi bagi Global Positioning System () buatan Amerika Serikat yang selama ini mendominasi teknologi navigasi di seluruh dunia.

Setelah melakukan pengembangan dan pengujian selama bertahun-tahun, Cina akhirnya mengumumkan kesiapannya untuk meluncurkan dua satelit terakhir yang akan menyelesaikan pembangunan BeiDou-3 Navigation Satellite System. Juru bicara Cina Satellite Navigation Office Ran Chengqi menjelaskan bahwa Cina telah berhasil meluncurkan satelit yang berisikan inti dari sistem navigasi, yang memungkinkan jaringan satelit tersebut untuk menyediakan layanan navigasi digital secara global.

Hot News :  Sambut Jaringan 5G di Ibu Kota Baru

Melalui 2 satelit tambahan ini, jumlah satelit konstelasi yang dimiliki Negeri Tirai Bambu mencapai angka 24, sekaligus menandai kian mendekatknya tahap penyelesaian. “Sebelum Juni 2020, kami berencana untuk meluncurkan dua satelit lagi ke orbit geostationary dan sistem BeiDou-3 akan lengkap sepenuhnya,” tutur Chengqi seperti dilansir laman Gizmodo, Minggu (29/12/2019).

Melalui peluncuran satelit terbaru BeiDou, Chengqi mengklaim bahwa teknologi navigasi buatan Cina ini memiliki tingkat akurasi hingga lima meter di Asia Pasifik dan 10 meter di bagian dunia lainnya.

Sebagai informasi, proyek ini merupakan versi ketiga dari sistem BeiDou. BeiDou 1, yang terdiri dari tiga satelit, mulai menyediakan layanan terbatas pada 2000, namun dipensiunkan pada 2012.

Hot News :  Mengenal Roket Falcon

Di tahun yang sama, sistem BeiDou 2 yang terdiri dari 10 satelit diluncurkan dengan cakupan area yang lebih luas ketimbang pendahulunya. Jaringan ini tercatat menyediakan layanan di wilayah Asia dan sekitarnya.

Sedangkan untuk proyek BeiDou 3 sendiri baru dimulai pada 2015 dengan target layanan secara global. Jika sudah meluncur, BeiDou akan menjadi layanan navigasi global keempat yang ada di dunia, setelah GPS milik AS, milik Rusia, dan kepunyaan Uni Eropa.

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Content Protection by DMCA.com