: Terinfeksi Tapi Tidak Sakit, Kesehatan () memberi nama yang disebabkan baru , sementara virusnya sendiri dan banyak orang, termasuk media, menggunakan kedua nama itu dalam menjelaskan baru yang berasal dari .

Tapi mungkinkah seseorang terinfeksi tapi tidak menderita ?

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan membuat bingung ketika mengatakan bahwa seorang warga Jepang yang baru pulang dari tidak terinfeksi , meskipun dinyatakan positif .

Terinfeksi, tapi tidak sakit

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan ia menyebut pria Jepang yang dinyatakan positif setelah pulang berlibur di Bali itu bukan merupakan kasus , karena otoritas kesehatan Jepang berkali-kali mengatakan bahwa wisatawan tersebut terinfeksi Tipe 2 ().

“Kita mengklarifikasi ke otoritas kesehatan Jepang, mereka menjawab bahwa turis tersebut dirawat dengan infeksi Tipe 2 (). Kita konfirmasi lagi, tetap jawabannya adalah Tipe 2,” ujarnya kepada .

“Ini berbeda dengan statemen otoritas kesehatan Jepang juga terhadap para ABK kita yang ada di [kapal] Diamond Princess, yang sudah tegas disebut sebagai .”

Achmad menjelaskan bahwa bahwa berdasarkan pendapat sejumlah pakar, memiliki perbedaan yang merupakan bentuk mutasi dari yang awal ada di yang dikenal dengan novel . Mutasi tersebut diyakini menyebabkan beberapa kasus positif menunjukkan klinis yang ringan atau bahkan tidak menunjukkan sama sekali alias asimptomatik. Pasien yang dinyatakan positif di Jepang, kata Achmad, menunjukkan “ada , tapi ringan, tidak seperti yang di itu.”

Trending sekarang :
Peluang Usaha atau Bisnis Rumahan yang Menguntungkan Saat Work From Home

Keyakinan akan mutasi itu membuat Kementerian Kesehatan memperpanjang masa observasi para yang bekerja di kapal Diamond Princess menjadi 28 hari dari yang biasanya hanya dua pekan.

yang muncul sekarang lebih ringan, ada beberapa malah tanpa . Dan inkubasinya tidak lebih dari , tapi ada beberapa laporan yang memanjang sampai lebih dari dua kali , seperti yang terjadi di Diamond Princess,” kata Achmad kepada .

Laporan situasi yang diterbitkan pada tanggal 21 Februari menyebutkan bahwa dari 1.200 laporan kasus di luar China, 30 pasien yang terdeteksi tidak menunjukkan atau asimptomatik. di China juga melaporkan bahwa dalam terhadap satu keluarga, ditemukan orang-orang yang terdeteksi positif -CoV 2 namun tidak menunjukkan . Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal Lancet, seorang laki-laki bepergian dari ke Guangzhou menggunakan kereta bersama istri dan anaknya. Ketiganya dinyatakan positif -CoV 2 lewat uji qRT-PCR namun hanya sang suami yang mengalami sakit seperti kenaikan suhu tubuh, radang tenggorokan, dan berkurangnya jumlah limfosit. Tri Yunis Miko Wahyono, pakar epidemiologi dari (UI), mengatakan bahwa seseorang bisa saja terinfeksi -CoV 2 tapi tidak menderita sakit . Hal itu tergantung dari jumlah yang masuk ke dalam tubuh dan ketahanan tubuh orang tersebut.

Trending sekarang :
Gravitasi Bulan

“Semakin banyak yang masuk, semakin melawannya. … Yang pertahanan tubuhnya menang, bisa asimptomatik atau [] ringan,” ujarnya kepada .

Namun orang yang asimptomatis tetap bisa menyebarkan , kata Miko. Karena itu ia mengatakan otoritas kesehatan perlu memperketat pengawasan dan pemantauan pada mereka yang menjalani karena ada kemungkinan terdapat kasus yang tidak terdeteksi oleh skrining di bandara. Ia memperingatkan bahwa dinas kesehatan dan Puskesmas di sejumlah wisata seperti Bali bisa kesulitan dalam melakukan pengawasan karena jumlah wisatawan yang begitu banyak.

“Jumlah dinas kabupaten dan Puskesmasnya kan terbatas, stafnya juga terbatas untuk mengawasi begitu banyak, ya agak sulit,” ujarnya.

Sekretaris Ditjen Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan pihaknya telah memeriksa orang-orang yang diduga kontak dengan turis Jepang yang positif sekaligus memantau kasus pneumonia di itu namun sejauh ini belum menemukan apa-apa.

“Artinya, kita meyakini tidak ada penularan di itu meskipun kita harus berpikir dengan masa inkubasi yang dua kali berarti kita harus memantaunya sejak tanggal 15 Februari ketika ia datang sampai dengan 2 kali ke depan.”

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus positif di . Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sampai hari Rabu (26/02) pukul 18:00, telah dilakukan uji laboratorium pada 134 sampel dan semuanya menunjukkan hasil negatif. Adapun dua pasien suspek yang meninggal di Semarang dan Batam, kata Menteri Terawan, keduanya dinyatakan negatif. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pasien di Semarang terinfeksi babi atau H1N1, yang menyebabkan pandemik pada 2009.

Trending sekarang :
Cara Top Up OVO di Tokopedia

“Jelas hasilnya bukan . Negatif,” kata Terawan dalam jumpa pers di .

Ia menambahkan bahwa para petugas di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) menguji sampelnya dua kali untuk memastikan. Pasien di Batam juga menunjukkan hasil negatif , kata Terawan tanpa merinci penyakitnya. Secara , lebih dari 80.000 orang di lebih dari 40 telah terinfeksi baru, yang muncul pada Desember. Sebagian besar orang yang terinfeksi berada di China. Di luar China, kini terdapat 2.790 kasus , dan 44 pasien dilaporkan meninggal .

Referensi
Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh COVID19 : Terinfeksi Tapi Tidak Sakit dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini