Waktu Baca: 3 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on "COVID19 : Terinfeksi Tapi Tidak Sakit" A few seconds ago

COVID19 : Terinfeksi Tapi Tidak Sakit, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi nama penyakit yang disebabkan baru COVID19, sementara virusnya sendiri dan banyak orang, termasuk media, menggunakan kedua nama itu dalam menjelaskan wabah baru yang berasal dari Wuhan.

Tapi mungkinkah seseorang terinfeksi tapi tidak menderita COVID19?

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Indonesia membuat bingung warganet ketika mengatakan bahwa seorang warga Jepang yang baru pulang dari Indonesia tidak terinfeksi COVID19, meskipun dinyatakan positif .

Terinfeksi, tapi tidak sakit

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan ia menyebut pria Jepang yang dinyatakan positif setelah pulang berlibur di Bali itu bukan merupakan kasus COVID19, karena otoritas kesehatan Jepang berkali-kali mengatakan bahwa wisatawan tersebut terinfeksi Tipe 2 ().

“Kita mengklarifikasi ke otoritas kesehatan Jepang, mereka menjawab bahwa turis tersebut dirawat dengan infeksi Tipe 2 (). Kita konfirmasi lagi, tetap jawabannya adalah Tipe 2,” ujarnya kepada BBC News Indonesia.

“Ini berbeda dengan statemen otoritas kesehatan Jepang juga terhadap para ABK kita yang ada di [kapal] Diamond Princess, yang sudah tegas disebut sebagai COVID19.”

Trending sekarang :  Mike Hughes Meninggal Setelah Roket Buatannya Menabrak Kubah Selestial

Achmad menjelaskan bahwa bahwa berdasarkan pendapat sejumlah pakar, memiliki perbedaan yang merupakan bentuk dari virus yang awal ada di Wuhan yang dikenal dengan novel . tersebut diyakini menyebabkan beberapa kasus positif menunjukkan gejala klinis yang ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali alias asimptomatik. Pasien yang dinyatakan positif di Jepang, kata Achmad, menunjukkan “ada gejala, tapi ringan, tidak seperti yang di Wuhan itu.”

Keyakinan akan itu membuat Kementerian Kesehatan memperpanjang masa observasi para WNI yang bekerja di kapal Diamond Princess menjadi 28 hari dari yang biasanya hanya dua pekan.

“Gejala yang muncul sekarang lebih ringan, ada beberapa malah tanpa gejala. Dan inkubasinya tidak lebih dari 14 hari, tapi ada beberapa laporan yang memanjang sampai lebih dari dua kali 14 hari, seperti yang terjadi di Diamond Princess,” kata Achmad kepada BBC News Indonesia.

Laporan situasi COVID19 yang diterbitkan WHO pada tanggal 21 Februari menyebutkan bahwa dari 1.200 laporan kasus di luar China, 30 pasien yang terdeteksi tidak menunjukkan gejala atau asimptomatik. Ilmuwan di China juga melaporkan bahwa dalam studi terhadap satu keluarga, ditemukan orang-orang yang terdeteksi positif 2 namun tidak menunjukkan gejala. Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Lancet, seorang laki-laki bepergian dari kota Wuhan ke Guangzhou menggunakan kereta api bersama istri dan anaknya. Ketiganya dinyatakan positif 2 lewat uji qRT-PCR namun hanya sang suami yang mengalami gejala sakit seperti kenaikan suhu tubuh, radang tenggorokan, dan berkurangnya jumlah limfosit. Tri Yunis Miko Wahyono, pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), mengatakan bahwa seseorang bisa saja terinfeksi 2 tapi tidak menderita sakit . Hal itu tergantung dari jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh dan ketahanan tubuh orang tersebut.

Trending sekarang :  Bisnis Tukar Uang Hukumnya Riba

“Semakin banyak virus yang masuk, semakin berat melawannya. … Yang pertahanan tubuhnya menang, bisa asimptomatik atau [gejala] ringan,” ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Namun orang yang asimptomatis tetap bisa menyebarkan virus, kata Miko. Karena itu ia mengatakan otoritas kesehatan perlu memperketat pengawasan dan pemantauan pada mereka yang menjalani karantina rumah karena ada kemungkinan terdapat kasus yang tidak terdeteksi oleh skrining di bandara. Ia memperingatkan bahwa dinas kesehatan dan Puskesmas di sejumlah daerah wisata seperti Bali bisa kesulitan dalam melakukan pengawasan karena jumlah wisatawan yang begitu banyak.

“Jumlah dinas kabupaten dan Puskesmasnya kan terbatas, stafnya juga terbatas untuk mengawasi begitu banyak, ya agak sulit,” ujarnya.

Sekretaris Ditjen Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan pihaknya telah memeriksa orang-orang yang diduga kontak dengan turis Jepang yang positif sekaligus memantau kasus pneumonia di daerah itu namun sejauh ini belum menemukan apa-apa.

Trending sekarang :  Nikola Tesla : The Current War | Movie

“Artinya, kita meyakini tidak ada penularan di daerah itu meskipun kita harus berpikir dengan masa inkubasi yang dua kali 14 hari berarti kita harus memantaunya sejak tanggal 15 Februari ketika ia datang sampai dengan 2 kali 14 hari ke depan.”

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus positif di Indonesia. Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sampai hari Rabu (26/02) pukul 18:00, telah dilakukan uji laboratorium pada 134 sampel dan semuanya menunjukkan hasil negatif. Adapun dua pasien suspek COVID19 yang meninggal dunia di Semarang dan Batam, kata Menteri Terawan, keduanya dinyatakan negatif. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pasien di Semarang terinfeksi virus flu babi atau , yang menyebabkan pandemik pada tahun 2009.

“Jelas hasilnya bukan corona. Negatif,” kata Terawan dalam jumpa pers di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa para petugas di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) menguji sampelnya dua kali untuk memastikan. Pasien di Batam juga menunjukkan hasil negatif , kata Terawan tanpa merinci penyakitnya. Secara global, lebih dari 80.000 orang di lebih dari 40 negara telah terinfeksi baru, yang muncul pada bulan Desember. Sebagian besar orang yang terinfeksi berada di China. Di luar China, kini terdapat 2.790 kasus , dan 44 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Referensi COVID19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini