August 5, 2021

Efek Dunning-Kruger | 101 Portal Education News

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]

Efek Dunning-Kruger (bahasa inggris : Dunning-Kruger effect) adalah suatu bias kognitif ketika seseorang yang tidak memiliki kemampuan mengalami superioritas ilusif, artinya ia merasa kemampuannya lebih hebat daripada orang lain pada umumnya. Bias ini diakibatkan oleh ketidakmampuan orang tersebut secara metakognitif untuk mengetahui segala kekurangannya.

Kompetensi yang nyata bisa melemahkan kepercayaan diri, karena orang-orang yang kompeten bisa saja salah mengira bahwa orang lain memiliki pemahaman yang sama. David Dunning dan Justin Kruger dari Cornell University menyimpulkan bahwa, “kesalahan dalam menilai orang yang inkompeten berawal dari kesalahan menilai diri sendiri, sedangkan kesalahan dalam menilai orang yang sangat kompeten berawal dari kesalahan menilai orang lain”.

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]

Cara Membuat Website WordPress

Fenomena ini pertama kali diuji melalui serangkaian eksperimen oleh Dunning dan Kruger. Dunning dan Kruger menulis bahwa studi-studi sebelumnya menyatakan bahwa ketidaktahuan akan standar kinerja adalah penyebab sedikitnya kompetensi yang ada. Pola ini muncul dalam penelitian kemampuan yang mencakup pemahaman membaca, pengoperasian kendaraan bermotor, dan bermain catur atau tenis. Dunning dan Kruger menyatakan bahwa untuk kemampuan (skill) tertentu, orang-orang yang inkompeten:

    • cenderung menilai tingkat kemampuannya secara berlebihan;
    • tidak bisa mengetahui kemampuan sejati orang lain;
    • tidak bisa mengetahui ekstremnya ketidakmampuan sendiri;
    • mau mengenali dan mengakui ketidakmampuan mereka sebelumnya jika mereka diharuskan berlatih untuk mendapatkan kemampuan tersebut.

Dunning membuat sebuah analogi (“anosognosia kehidupan sehari-hari”) disertai kondisi ketika seseorang yang menderita keterbatasan fisik akibat cedera otak tampaknya tidak sadar atau menolak keberadaan keterbatasan tersebut, bahkan meski mereka menderita tunanetra atau kelumpuhan.

Dunning dan Kruger dianugerahi Ig Nobel Prize untuk kategori Psikologi pada tahun 2000 atas makalahnya, “Unskilled and Unaware of It: How Difficulties in Recognizing One’s Own Incompetence Lead to Inflated Self-Assessments”.

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]

Meski efek Dunning–Kruger dipaparkan pada tahun 1999, Dunning dan Kruger telah mengetahui adanya pandangan serupa dari para filsuf dan ilmuwan, termasuk Konfusius (“Pengetahuan sejati berguna untuk mengetahui tingkat ketidaktahuan seseorang.”), Bertrand Russell (“Satu hal yang paling mengecewakan saat ini adalah orang-orang yang merasa yakin sebenarnya tidak tahu apa-apa dan orang-orang yang punya imajinasi dan pemahaman justru penuh keraguan dan rasa bimbang”), dan Charles Darwin, yang dikutip di makalah mereka (“Ketidaktahuanlah yang cenderung menghasilkan kepercayaan diri, bukan pengetahuan”). Geraint Fuller mengatakan bahwa Shakespeare pernah menyatakan sentimen serupa di As You Like It (“Orang bodoh merasa dirinya bijak, tetapi orang bijak merasa dirinya bodoh.” (V.i)).

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Efek Dunning-Kruger dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

Cara Membuat Peta Menggunakan Arcgis