August 5, 2021

Garis Edar Perspektif Muslim Dan Sains Modern | 101 Portal Education News

1) Garis Edar Perspektif Muslim Dan Sains Modern

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]

Dalam astronomi, heliosentrisme adalah model astronomi yang mana bumi mengelilingi matahari yang berada pada pusat tata surya. Kata berasal dari bahasa Yunani (ήλιος Helios = Matahari, dan κέντρον kentron = pusat). Secara historis, heliosentrisme bertentangan dengan geosentrisme, yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta. Diskusi mengenai kemungkinan heliosentrisme terjadi sejak zaman klasik. Barulah ketika abad ke-16 dapat ditemukan suatu model matematis dapat meramalkan secara lengkap sistem heliosentris, yaitu Nicolaus Copernicus, seorang ahli matematika dan astronom. Pada abad berikutnya, model tersebut dijabarkan dan diperluas oleh Johannes Kepler dan pengamatan pendukung dengan menggunakan teleskop diberikan oleh Galileo Galilei. Tetapi pada masa Reinensans, banyak yang tidak percaya tentang teori ini.

Dengan observasi Wiliam Herschel, Friedrich Bessel, beserta lainnya, para astronom menyadari bahwa matahari bukan pusat dari alam semesta seperti heliosentrisme pada waktu di mana Copernicus telah menyangka sebelumnya. Pemikiran modern menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki lokasi pusat yang spesifik, seperti prinsip relativitasnya Albert Einstein.

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]

Orbit heliosentris (disebut juga orbit sirkumsolar) adalah orbit yang mengitari Matahari. Semua planet, komet, dan asteroid di Tata Surya berada dalam orbit semacam ini, sama halnya dengan wahana buatan manusia dan serpihan luar angkasa. Orbit satelit planet di Tata Surya justru tidak heliosentris karena satelit mengorbit planetnya masing-masing.

Masyarakat sering mengira orbit heliosentris mengelilingi Matahari, namun sebenarnya benda angkasa di Tata Surya tidak mengelilingi Matahari. Semua benda di Tata Surya (termasuk Matahari) sebenarnya mengelilingi barisenter Tata Surya.. Fenomena serupa memungkinkan penemuan planet ekstrasolar dengan cara metode kecepatan radial. Awalan helio berasal dari kata helios dalam bahasa Yunani kuno yang berarti “matahari” dan Helios, personifikasi Matahari dalam mitologi Yunani.

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Garis Edar Perspektif Muslim Dan Sains Modern dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

Cara Membuat Peta Menggunakan Arcgis