Garis Edar Perspektif Muslim Dan Sains Modern

Dalam fisika, suatu Orbit atau Garis edar adalah jalur yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di dalam pengaruh dari gaya gravitasi. Gravitasi melengkungkan ruang layaknya bola melengkungkan karet dan membuat benda di sekitarnya bergerak lurus di area lingkaran. Orbit pertama kali dianalisis secara matematis oleh Johannes Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya dalam hukum Kepler tentang gerak planet. Dia menemukan bahwa orbit dari planet dalam tata surya kita adalah berbentuk elips dan bukan lingkaran atau episiklus seperti yang semula dipercaya.

Dua buah benda dengan massa yang sedikit berbeda mengelilingi suatu pusat massa bersama. Ukuran, dan jenis orbit seperti ini mirip dengan sistem Pluto-Charon.

Dahulu orang menganggap bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi sebagai pusatnya, atau diistilahkan sebagai geocentris namun kemudian anggapan ini terbantahkan seiring dengan kemajuan ilmu Astronomi yang justru menemukan bahwa yang terjadi justru sebaliknya yaitu ternyata bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari atau disebut sebagai Heliocentris.Meskipun telah ada literatur yang mengatakan bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari namun alam fikiran manusia manusia ketika itu masih berada pada taraf berkesimpulan terhadap apa yang mereka lihat. Yang mereka lihat adalah matahari terbit disebelah timur dan terus berjalan setiap hari hingga tenggelam disebelah barat pada sore hari.

garis edar heliosentris dan geosentris merujuk kepada bumi bulat.

Ilmu pengetahuan akhirnya menemukan bahwa matahari merupakan pusat tata surya dimana planet-planet disekitarnya bergerak mengelilingi matahari termasuk diantaranya bumi, tempat tinggal kita. Matahari memiliki diameter 1.392.684 km itu berarti ukuran matahari 109 kali lipat lebih besar dari bumi.

Baca Juga :  Virgin Galactic Boyong Turis ke Antariksa

Para Ilmuwan juga menemukan bahwa matahari beserta seluruh isi tata surya kita juga bergerak mengelilingi pusat galaksi Bimasakti. Jarak antara matahari dan pusat galaksi Bimasakti adalah 28.000 tahun cahaya dan mempunyai kecepatan pergerakan 828.000 KM/jam. Untuk mencapai putaran sempurna ke titik yang sama dalam mengitari galaksi Bima Sakti matahari membutuhkan waktu 226 juta tahun.

Garis Edar Tata Surya dalam Alquran

Allah SWT berfirman “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al Anbiya:33).

Video gambaran (QS. Al Anbiya:33).

Kata ‘yasbahun’ yang berasal kata ‘sabaha’ memiliki makna bergerak (rotasi) yang berasal dari tubuh yang bergerak. Kata ‘yasbah’ diterapkan pada benda-benda ruang angkasa seperti matahari, namun bukan berarti hanya terbang di ruang angkasa. Hal itu dapat diartikan bahwa matahari tersebut berputar atau berotasi saat berjalan melalui ruang angkasa.

Selanjutnya, “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. YaSiin: 38). Penggambaran ayat ini adalah  Matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dalam orbit yang hampir lingkaran dengan kecepatan 782000 km/jam.

Baca Juga :  Tafsir Al-Quran

Video gambaran (QS. YaSiin: 38).

Selanjtnya “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS. YaSiin: 39). Ayat ini menggambarkan tentang gerak revolusi bulan atau dalam kata lain tentang fase-fase bulan awal sampai akhir, berikut gambaran videonya dan gambar tentang menggambarkan ayat tersebut.

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. YaSiin: 40). Artinya Garis edar bulan dan matahari yang berbeda dan tidak saling berbalap-balapan pada lintasan yang sama.

Penjelasan Alquran terkait garis edar tata surya, jauh sebelum sains modern mengungkapnya ini membuktikan bahwa Alquran bukan buatan manusia. Tetapi datang langsung dari Allah SWT untuk menjadi pedoman kehidupan umat manusia. Semoga dapat menambah keimanan kita dan mendorong untuk terus mempelajari isi kandungan Alquran.

Berikut ada salah satu ceramah atau kajian Ustadz Abdul Somad tenang garis edar lebih sepesifik tentang Heliosentris.

Solar System | Heliocentrism Our Galaxy is a Vortex

Sumber : 

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Heliosentrisme
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Heliocentrism
  3. https://www.khanacademy.org/partner-content/nasa/measuringuniverse/spacemath1/a/the-heliocentric-model
  4. https://www.pas.rochester.edu/~blackman/ast104/copernican9.html

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia on Patreon!

Content Protection by DMCA.com
 
%d blogger menyukai ini: