Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

+1

1

+1

1

+1

2

+1

1

+1

70 / 100

Skor SEO

Estimasi Waktu Baca: 9 menit

Corona mulai merebak ke sejumlah negara. Tentunya kita harus juga mulai waspada jika Corona ini mulai merambat ke Indonesia. Seperti apa virus Corona dan cara pencegahannya? Virus corona merupakan jenis penyakit zoonosis, infeksi virus akan menyebar dari hewan ke manusia. Virus corona dapat menyebar jika seseorang saling bersentuhan dengan orang yang terinfeksi. Virus Corona adalah sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung beringus, bersin, batuk, demam dan kelelahan. Sementara cara pencegahan virus ini adalah: menghindari makan daging dan telur mentah, menghindari area berasap atau merokok, segera minum jika muncul , cuci tangan setelah bersin atau pun batuk, tutup mulut saat batuk, jika terinfeksi hindari kontak dengan orang-orang sekitar dan lakukan istirahat yang cukup. Kamu dan kita semua wajib tahu serta perduli dengan -gejala yang mungkin terjadi dari Virus Corona. Kita pun wajib tahu cara mencegah virus ini agar terhindar dari dampak terinfeksi virus Corona yang berbahaya.

Definisi Virus Corona
Gejala Virus Corona dan Cara Pencegahannya 1
Electron micrograph of 101KFE Assistent | 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia | Debunking Flat Earth

Virus Corona adalah virus dari familia Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Struktur tubuh virus (virion) ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer (envelope), glikoprotein yang menyerupai paku (spike), genom RNA positif, dan protein nukleokapsid. Glikoprotein Virus Corona dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik untuk memulai terjadinya infeksi. Koronavirus diklasifikasikan menjadi tiga golongan utama, golongan 1 dan 2 menginfeksi mamalia, mulai dari kelelawar hingga manusia, sedangkan golongan 3 hanya ditemukan pada spesies avian (burung). Infeksi virus ini dapat menimbulkan gejala penyakit yang bervariasi, mulai dari hampir tidak timbul gejala apapun hingga gejala yang fatal dan cepat. Infeksi koronavirus dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti bronkitis, ensefalitis, gastroenteritis, dan hepatitis.

Wabah Virus Corona baru 2019–2020

Wabah korona virus baru 2019–2020, dikenal dengan nama virus coronna atau Korona virus atau Pneumonia (Hanzi sederhana: 武汉肺炎; Hanzi tradisional: 武漢肺炎; Pinyin: Wǔhàn fèiyán), merebak pada pertengahan Desember 2019 di kota , Tiongkok, dari beberapa pengidap pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui. Sebagian di antaranya memiliki lapak di Pasar Ikan Huanan (華南海鮮市場) yang juga menjual hewan hidup. Sejumlah peneliti di Tiongkok telah mengisolasi koronavirus baru yang diberi kode 2019-nCoV. Sedikitnya 70% urutan genom 2019-nCoV sama seperti SARS-CoV.

Kasus penyebaran 2019-nCoV di seluruh dunia
Kasus penyebaran 2019-nCoV di seluruh

WHO memperingatkan wabah ini berpotensi meluas, khususnya di tengah puncak arus mudik Tahun Baru Imlek. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah virus ini sudah beredar lebih lama daripada yang diperkirakan, apakah Wuhan benar-benar asal mula wabah atau cuma lokasi temuan pertama berkat pengawasan dan pengujian yang berkelanjutan, dan mungkinkah Wuhan berkembang menjadi kasus penularan massal (superspreader). Pada 22 Januari 2020, komite darurat Kesehatan Dunia (WHO) telah membahas apakah wabah ini tergolong kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia menurut Peraturan Kesehatan dan memutuskan menolak penggolongan itu pada 23 Januari.

Wuhan, Tiongkok
Wuhan, Tiongkok

Per 25 Januari 2020, 41 orang tewas, semua terjadi di daratan Tiongkok, dan ada bukti penyebaran dari manusia ke manusia. Peningkatan pengujian mengungkapkan lebih dari 1.300 kasus yang dikonfirmasi terjadi, beberapa di antaranya adalah petugas layanan kesehatan. Kasus ini juga telah dilaporkan di Thailand, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Malaysia, Makau, Vietnam, Prancis, Singapura, Vietnam, Amerika Serikat. Australia, serta Nepal.

Dugaan kasus pertama dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2019. Gejala awal mulai bermunculan tiga pekan sebelumnya pada tanggal 8 Desember 2019. Pasar ditutup tanggal 1 Januari 2020 dan orang-orang yang mengalami gejala serupa dikarantina. Kurang lebih 700 orang yang terlibat kontak dengan terduga pengidap, termasuk +400 pekerja sakit, menjalani karantina. Seiring berkembangnya pengujian PCR khusus untuk mendeteksi infeksi, 41 orang di Wuhan diketahui mengidap 2019-nCoV, dua orang di antaranya suami-istri, salah satunya belum pernah ke pasar, dan tiga orang merupakan anggota satu keluarga yang bekerja di toko ikan. Korban jiwa mulai berjatuhan pada 9 Januari dan 16 Januari 2020.

Hot News :  Mengenal Gejala COVID19
Ikhtisar
Replikasi virus dari virus korona.
Replikasi virus dari virus korona.

Ketika sekelompok kasus dengan “pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya” telah berpusat di sekitar pasar grosir hewan dan ikan, yang memiliki 1000 kios yang menjual ayam, kucing, burung pegar, kelelawar, marmut, ular berbisa, rusa berbintik-bintik, dan kawanan kelinci serta binatang liar lainnya, hal itu mengarah pada kecurigaan bahwa penyebabnya mungkin virus korona baru dari sumber hewan.

Virus korona sebagian besar bersirkulasi di antara hewan, tetapi telah diketahui berevolusi dan menginfeksi manusia, seperti yang terlihat pada SARS, , dan empat virus korona lain ditemukan pada manusia yang menyebabkan gejala pernapasan ringan seperti pilek. Keenamnya dapat menyebar dari manusia ke manusia. Pada tahun 2002, dengan asal-usul kucing musang dari pasar hewan hidup, wabah SARS dimulai di daratan Tiongkok, dan dengan bantuan beberapa penular super dan adanya penerbangan internasional, menjalar hingga ke Kanada dan Amerika Serikat dan mengakibatkan lebih dari 700 orang meninggal di seluruh dunia. Kasus terakhir terjadi pada tahun 2004. Pada saat itu, Tiongkok dikritik oleh WHO karena lambannya pemerintah dalam menangani virus tersebut. Sepuluh tahun setelah SARS, koronavirus terkait Unta Arab yaitu , mengakibatkan 750 orang tewas di lebih dari 27 negara. Wabah virus korona dari Wuhan terkait dengan pasar makanan laut dan hewan yang besar, yang menjual hewan untuk dikonsumsi menyebabkan kemungkinan penyakit tersebut memiliki sumber hewan. Ini menimbulkan ketakutan bahwa itu akan mirip dengan wabah SARS, kekhawatiran tersebut diperburuk oleh ekspektasi sejumlah besar wisatawan untuk berlibur pada Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada 25 Januari 2020.

Wuhan adalah kota terbesar ketujuh di Tiongkok, dengan populasi lebih dari 11 juta orang. Ini adalah pusat transportasi utama di Tiongkok bagian tengah, sekitar 700 mil (1100 km) sebelah selatan Beijing,[48] 500 mil (800 km) sebelah barat Shanghai, dan 600 mil (970 km) sebelah utara Hong Kong. Penerbangan langsung dari Wuhan juga terhubung langsung dengan Eropa: enam kali penerbangan mingguan ke Paris, tiga kali ke London, dan lima kali ke Roma.

Filogenesis

Urutan genom betacoronavirus Wuhan menunjukkan kesamaan dengan betacoronavirus lain yang ditemukan pada kelelawar; Namun, virus ini secara genetik berbeda dari koronavirus lain seperti Koronavirus terkait Sindrom pernapasan akut berat (SARS) dan Koronavirus terkait Sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS). Seperti SARS-CoV, virus itu merupakan anggota dari garis keturunan B koronavirus Beta-CoV.

Lima genom dari koronavirus baru telah diisolasi dan dilaporkan termasuk BetaCoV/Wuhan/IVDC-HB-01/2019,BetaCoV/Wuhan/IVDC-HB-04/2020, BetaCoV/Wuhan/IVDC-HB-05/2019,BetaCoV/Wuhan/WIV04/2019,danBetaCoV/Wuhan/IPBCAMS-WH-01/2019 dari Institut Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Virus Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Institut Biologi Patogen, dan Rumah Sakit Jinyintan Wuhan. Panjang dari RNA itu adalah sekitar 30 kbp.

Pada 22 Januari 2020, para ilmuwan dari Universitas Peking, Universitas Kedokteran Tradisional Tiongkok Guangxi, Universitas Ningbo dan Sekolah Tinggi Teknik Biologi Wuhan menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa “Virus korona yang baru diidentifikasi dapat meningkatkan penularan spesies dari ular ke manusia”. Hal ini diperdebatkan oleh beberapa ilmuwan lain, yang berpendapat bahwa cadangan satwa liar haruslah burung atau mamalia.

Epidemiologi

Kasus yang dikonfirmasi di luar daratan Tiongkok termasuk 3 wanita dan 1 pria di Thailand, dua pria di Hong Kong, dua pria di Vietnam, satu pria di Jepang, satu wanita di Korea Selatan, satu pria di Singapura, satu wanita di Taiwan dan satu pria di Amerika Serikat. Angka-angka ini didukung oleh para ahli seperti Michael Osterholm.

Pada 17 Januari, sebuah kelompok Imperial College London di Inggris menerbitkan perkiraan bahwa terdapat 1.723 kasus (interval kepercayaan 95%, 427–4.471) dengan timbulnya gejala virus tersebut pada 12 Januari 2020. Perkiraan ini didapat berdasarkan pola penyebaran awal dari virus 2019-nCoV ke Thailand dan Jepang. Mereka juga menyimpulkan bahwa “penularan dari manusia ke manusia yang berkelanjutan tidak harus dikesampingkan”.. Ketika kasus-kasus selanjutnya terungkap, mereka kemudian menghitung ulang bahwa “terjadi 4.000 kasus 2019-nCoV di Kota Wuhan … mulai timbul gejala pada 18 Januari 2020”.

Hot News :  AntiVax dan Bumi Datar

Pada 20 Januari, Tiongkok melaporkan peningkatan tajam dalam kasus ini dengan hampir 140 pasien baru, termasuk dua orang di Beijing dan satu di Shenzhen. Per 25 Januari, jumlah kasus yang dikonfirmasi laboratorium mencapai 1.354, yang terdiri dari 1.320 kasus di daratan Tiongkok, 5 kasus di Thailand, 5 kasus di Hong Kong, 3 kasus di Malaysia, 3 kasus di Prancis, 3 kasus di Singapura, 3 kasus di Taiwan, 2 kasus di Makau, 2 kasus di Vietnam, 2 kasus di Jepang, 2 kasus di Korea Selatan, 2 kasus di Amerika Serikat, satu kasus di Australia dan satu kasus di Nepal.

Kronologi
  • 30 Desember 2019: “Pemberitahuan mendesak tentang pengobatan pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui” dikeluarkan oleh Administrasi Medis Komite Kesehatan Kota Wuhan.
Gejala Virus Corona dan Cara Pencegahannya 2
101KFE Assistent | 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia | Debunking Flat Earth
  • 31 Desember 2019: 27 orang dengan pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui dilaporkan ke WHO. Sebagian besar adalah pemilik kios dari Pasar Makanan Laut Cina Selatan Wuhan. Tujuh warga berada dalam kondisi serius dan mengancam jiwa. Akibatnya, Hong Kong, Makau dan Taiwan memperketat proses pemeriksaan masuk ke daerah mereka.
  • 1 Januari 2020: Pasar ikan dan hewan yang dicurigai terkait dengan kasus pneumonia ditutup untuk pembersihan dan disinfeksi.
  • 3 Januari 2020: Thailand mulai memeriksa penumpang yang datang dari Wuhan di empat bandara berbeda. Pada hari yang sama, Singapura mulai memeriksa suhu penumpang di Bandar Udara Changi.
  • 5 Januari 2020: Investigasi awal penyebab pneumonia mengesampingkan flu musiman, SARS, MERS dan flu burung. Jumlah dugaan kasus yang dilaporkan mencapai 59 orang dengan tujuh dalam kondisi kritis. Semua pasien dikarantina dan 163 orang yang mengalami kontak dengan mereka mulai dipantau. Pada saat ini, tidak ada laporan kasus penularan dari manusia ke manusia atau presentasi pada petugas kesehatan.
  • 6 Januari 2020: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan travel watch di level 1, dengan rekomendasi untuk mencuci tangan dan saran untuk menghindari hewan, pasar hewan, dan kontak dengan orang yang tidak sehat jika bepergian ke Wuhan.
  • 9 Januari 2020: WHO mengkonfirmasi bahwa koronavirus baru telah diisolasi dari satu orang yang dirawat di rumah sakit. Pada hari yang sama, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa memposting penilaian risiko pertamanya. WHO juga melaporkan bahwa pihak berwenang Tiongkok telah bertindak cepat untuk mengidentifikasi virus korona baru dalam beberapa minggu pasca awal terjadinya peristiwa tersebut, dengan jumlah orang yang diuji secara positif adalah 41 orang. Kematian pertama akibat virus itu terjadi pada seorang pria berusia 61 tahun yang merupakan pelanggan tetap di pasar. Dia memiliki sejumlah kondisi medis yang signifikan, termasuk penyakit hati kronis dan dia meninggal karena gagal jantung dan pneumonia. Insiden ini dilaporkan di Tiongkok oleh Komisi Kesehatan Nasional melalui media pemerintah Tiongkok pada tanggal 11 Januari.
  • 10 Januari 2020: Data sekuensing gen dari koronavirus Wuhan yang terisolasi, virus dari keluarga yang sama dengan koronavirus SARS, diposting di Virological.org oleh para peneliti dari Universitas Fudan, Shanghai. Tiga dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, satu dari Akademi Ilmu Pengetahuan Medis Tiongkok, dan satu dari Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan telah diposting ke laman Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Pada hari yang sama, Public Health England mengeluarkan panduannya.
  • 11 Januari 2020: Di Tiongkok, lebih dari 700 kontak dekat dari 41 kasus yang terkonfirmasi, termasuk lebih dari 400 petugas kesehatan, telah dipantau, tanpa ada kasus baru yang dilaporkan di Tiongkok sejak 5 Januari. WHO menerbitkan panduan awal tentang saran perjalanan, pengujian di laboratorium dan penyelidikan medis.
  • 13 Januari 2020: CDC mengumumkan bahwa genom telah terdaftar pada database urutan genetik Institut Kesehatan Nasional, GenBank. Pada hari yang sama, Thailand mengumumkan kasus pertama pada 2019-nCoV di negaranya, yang pertama kali terjadi di luar Tiongkok. Wanita Tiongkok berusia 61 tahun yang terkena dampak, yang merupakan penduduk Wuhan, tidak mengunjungi Pasar Makanan Laut Huanan, tetapi tercatat telah pergi ke pasar lain. Dia tiba di Bangkok pada 8 Januari.
  • 14 Januari 2020: Dua dari 41 kasus yang dikonfirmasi di Wuhan dilaporkan mencakup pasangan yang sudah menikah, meningkatkan kemungkinan penularan dari manusia ke manusia.
  • 15 Januari 2020:
    • Kematian kedua terjadi pada seorang pria berusia 69 tahun di Tiongkok.
    • WHO menerbitkan protokol pengujian diagnostik untuk 2019-nCoV, yang dikembangkan oleh tim virologi dari Rumah Sakit Charité.
  • 16 Januari 2020: WHO diberitahu oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang bahwa seorang pria Tiongkok berusia 30 tahun telah dinyatakan positif menggunakan 2019-nCoV selama perawatan di rumah sakit antara 10 dan 15 Januari. Dia belum mengunjungi Pasar Makanan Laut Huanan, tetapi mungkin memiliki kontak dekat dengan orang yang terpengaruh di Wuhan.
  • 17 Januari 2020: Kasus kedua 2019-nCoV di Thailand dilaporkan pada seorang wanita berusia 74 tahun yang tiba di Bangkok dalam penerbangan dari Wuhan. Jumlah kasus yang dikonfirmasi laboratorium naik menjadi 45 kasus di Tiongkok.
  • 18 Januari 2020: Tiongkok melaporkan 17 kasus tambahan yang dikonfirmasi dengan laboratorium, dengan tiga kasus dalam kondisi kritis. Jumlah kasus yang dikonfirmasi laboratorium naik menjadi 62 kasus di Tiongkok, dengan usia berkisar antara 30 hingga 79 tahun, dimana 19 di antaranya sembuh dan delapan lainnya tetap dalam kondisi kritis.
  • 19 Januari 2020: Kasus yang terkonfirmasi pertama kali dilaporkan di Tiongkok, di luar Wuhan, satu di provinsi Guangdong dan dua di Beijing. Kematian baru juga dilaporkan di Wuhan, sehingga total korban tewas di Tiongkok menjadi tiga orang.
  • 20 Januari 2020: Kasus yang dikonfirmasi pertama kali dilaporkan di Korea Selatan. Beijing dan Guangdong masing-masing melaporkan tambahan tiga dan 13 kasus yang dikonfirmasi laboratorium. Shanghai mengkonfirmasi kasus pertamanya, menjadikan jumlah total kasus yang dikonfirmasi laboratorium di Tiongkok menjadi 218 kasus. Tim investigasi dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengkonfirmasi bahwa virus korona dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Setidaknya dua orang telah terinfeksi sementara mereka tinggal ratusan mil dari Wuhan.
  • 21 Januari 2020:Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan darurat tentang merebaknya virus ini pada 22 Januari untuk menentukan apakah virus tersebut tergolong “kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia”.
  • Kasus yang dikonfirmasi dilaporkan di beberapa lokasi baru di Tiongkok. Provinsi Zhejiang dan Tianjin masing-masing melaporkan 5 dan 2 kasus yang dikonfirmasi laboratorium. Guangdong melaporkan 3 kasus tambahan yang dikonfirmasi laboratorium. Shanghai dan provinsi Henan masing-masing melaporkan tambahan 4 dan 1 kasus yang dikonfirmasi laboratorium. Satu kasus yang dikonfirmasi laboratorium dilaporkan di provinsi Sichuan, dan Chongqing melaporkan 5 kasus yang dikonfirmasi laboratorium. Shandong, Hunan, dan Yunnan masing-masing melaporkan satu kasus yang dikonfirmasi laboratorium. Jiangxi melaporkan 2 kasus yang dikonfirmasi laboratorium. Secara keseluruhan, jumlah total kasus yang dikonfirmasi laboratorium di Tiongkok meningkat menjadi 312 kasus dan jumlah korban tewas menjadi 6 orang.
  • 15 infeksi staf medis Wuhan dilaporkan, 14 di antaranya berasal dari dugaan penular super. Kasus-kasus baru juga dilaporkan di luar daratan Tiongkok. Taiwan melaporkan kasus yang dikonfirmasi dengan laboratorium pertama, dan kasus pertama di Amerika Utara dilaporkan di negara bagian Washington. Warga mengantri di luar toko obat di kota Wuhan untuk membeli masker wajah dan persediaan medis.
Hot News :  Pemantauan COVID19 Map Indonesia

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

+1

1

+1

1

+1

2

+1

1

+1

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia | Debunking Flat Earth on Patreon!

Gejala Virus Corona dan Cara Pencegahannya 3

Content Protection by DMCA.com