Gerhana Matahari Dalam Sejarah
Catatan gerhana matahari tahun 993 dan 1004, serta gerhana bulan tahun 1001 dan 1002 oleh Ibnu Yunus sekitar tahun 1005
Catatan tahun 993 dan 1004, serta gerhana bulan tahun 1001 dan 1002 oleh Ibnu Yunus sekitar tahun 1005.

Catatan sejarah mengenai amat berguna untuk sejarawan, karena waktu terjadinya gerhana dapat dihitung dengan tepat sehingga bisa dihubungkan untuk menduga tanggal peristiwa-peristiwa lain maupun penanggalan kalender kuno. Contohnya, catatan Asiria menyebutkan sebuah di Niniwe dalam sebuah peristiwa yang agaknya terjadi pada tahun ke-9 pemerintahan Ashur-dan III. Dengan perhitungan diketahui bahwa gerhana ini (kini disebut Gerhana Asyur) terjadi tepat pada 15 Juni 763 SM, sehingga memungkinkan penanggalan bukan hanya masa pemerintahan Ashur-dan III, tetapi juga interpolasi peristiwa-peristiwa lain di Asiria Kuno hingga 910 SM.

Abu al-Hasan Ali bin Abi Said Abdur Rahman bin Yunus as-Sadafi (958-1009) adalah seorang ahli berkebangsaan mesir. Ia sering disebut Ibnu Yunus yang terkenal lewat karya . Pada tahun 990, menyusun tabel-tabel sebanyak empat jilid. Di kemudian hari, diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Ibnu Yunus merupakan penemu kuadran berlubang alat pengukur gerakan bintang. Penemuannya yang terpenting ialah atau bandul ayunan yang digunakan untuk mengukur detik-detik waktu dalam observasi benda-benda angkasa, 600 tahun sebelum Galileo Galilei dan C. Huygens yang sekarang dianggap penemuannya.

Selain itu, sekelompok peneliti Universitas Cambridge menduga bahwa Yosua 10:13 menyebutkan peristiwa cincin pada 30 Oktober 1207 SM, dan menggunakannya untuk memperkirakan masa pemerintahan para Firaun Mesir Kuno. 4.000 tahun lalu, Raja Zhong Kang dilaporkan memenggal dua ahli falak yang gagal memprediksi . Contoh penanggalan yang lebih spekulatif dilakukan oleh ahli arkeologi Bruce Masse, yang mengubungkan pada 10 Mei 2807 SM dengan sebuah tubrukan meteor di Samudra Hindia, dengan alasan bahwa banyak -mitos kuno yang menghubungkan dengan peristiwa banjir.

Trending sekarang :
Teori konspirasi
Ahli Falak Mengamati Gerhana, dilukis oleh Antoine Caron pada 1571
Ahli Falak Mengamati Gerhana, dilukis oleh Antoine Caron pada 1571.

Dalam sejarah, gerhana juga sering dianggap sebagai firasat atau pertanda. Sejarawan Yunani Kuno Herodotos menyebutkan bahwa dari Miletos memprediksi sebuah gerhana yang terjadi saat pertempuran antara Bangsa dan Bangsa . Kedua kubu langsung menghentikan pertempuran dan berdamai akibat gerhana ini. Gerhana ini banyak dipelajari ilmuwan kuno maupun modern, tetapi mereka masih belum sepakat mengenai gerhana yang cocok dengan peristiwa ini. Salah satu kemungkinan adalah gerhana pada 28 Mei 585 SM yang terjadi dekat Sungai Halys (kini Sungai Kızılırmak) di Asia Kecil. Herodotos juga menyebutkan terjadinya gerhana sebelum Kaisar Persia Xerxes I berangkat menyerang Yunani. Menurut sejarah tradisional, serangan Xerxes terjadi pada 480 SM, yang mungkin cocok dengan cincin di Sardis, Asia Kecil pada 17 Februari 478 SM (diusulkan oleh John Russel Hind) atau sebuah sebagian di Persia pada 2 Oktober 480 SM. Herodotos juga melaporkan di Sparta saat Invasi Persia kedua ke Yunani. Namun, tanggal gerhana di Sparta yang mendekati peristiwa ini (1 Agustus 477 SM) tidak cocok dengan tanggal invasi Persia yang diterima sejarawan. Ada juga upaya memperkirakan tanggal tepat Penyaliban (dan Jumat Agung) dengan mengasumsikan bahwa Kegelapan saat Penyaliban terjadi akibat . Upaya ini umumnya menemui jalur buntu karena peristiwa tersebut terjadi pada Paskah Yahudi yang terjadi pada bulan purnama dan tidak memungkinkan . Selain itu, Injil Lukas menyebutkan kegelapan tersebut berlangsung sekitar tiga jam, sedangkan total tidak mungkin melebihi delapan menit.

Trending sekarang :
Karantina Wilayah

Catatan gerhana di dimulai dari 720 SM. Ahli falak abad ke-4 SM Shi Shen menyebutkan prediksi gerhana menggunakan posisi relatif matahari dan bulan. Di belahan bumi barat, tidak banyak catatan gerhana yang ditulis sebelum 800 M, yaitu ketika ilmuwan Muslim dan biarawan-biarawan Kristen mulai melakukan pengamatan pada Abad Pertengahan Awal. Ahli falak Muslim Ibnu Yunus mencatat perhitungan jadwal gerhana sebagai salah satu dari banyak hal yang menghubungkan ilmu falak () dengan syariah Islam, karena memungkinkan perkiraan waktu pelaksanaan salat kusuf. Catatan pengamatan korona matahari paling awal yang diketahui berasal dari Konstantinopel pada 968 M.

total pertama kali diamati melalui teleskop di Prancis pada 1706. Sembilan tahun kemudian, ahli Inggris Edmund Halley memprediksi dan mengamati pada 3 Mei 1715. Berbagai pengamatan terhadap korona saat terjadi dan meningkatkan pengetahuan komunitas ilmiah tentang matahari. Korona dikenali sebagai bagian atmosfer matahari pada 1842, dan total 28 Juli 1851 diabadikan dengan foto daguerreotype untuk pertama kalinya. Analisis spektroskopi dilakukan pada 18 Agustus 1868 dan berperan menghasilkan informasi mengenai komposisi kimia matahari.

Trending sekarang :
Bumi Bulat dan Bumi Datar

Content Protection by DMCA.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Gerhana Matahari Dalam Sejarah dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini