Waktu Baca: 3 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on " Dalam Sejarah" A few seconds ago
Catatan tahun 993 dan 1004, serta bulan tahun 1001 dan 1002 oleh Ibnu Yunus sekitar tahun 1005.

Catatan sejarah mengenai amat berguna untuk sejarawan, karena waktu terjadinya dapat dihitung dengan tepat sehingga bisa dihubungkan untuk menduga tanggal peristiwa-peristiwa lain maupun penanggalan kuno. Contohnya, catatan Asiria menyebutkan sebuah di Niniwe dalam sebuah peristiwa yang agaknya terjadi pada tahun ke-9 pemerintahan Ashur-dan III. Dengan perhitungan diketahui bahwa ini (kini disebut Asyur) terjadi tepat pada 15 Juni 763 SM, sehingga memungkinkan penanggalan bukan hanya masa pemerintahan Ashur-dan III, tetapi juga interpolasi peristiwa-peristiwa lain di Asiria Kuno hingga 910 SM.

Abu al-Hasan Ali bin Abi Said Abdur Rahman bin Yunus -Sadafi (958-1009) adalah seorang ahli berkebangsaan mesir. Ia sering disebut Ibnu Yunus yang terkenal lewat karya . Pada tahun 990, menyusun tabel-tabel sebanyak empat jilid. Di kemudian hari, diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Ibnu Yunus merupakan penemu kuadran berlubang alat pengukur gerakan bintang. Penemuannya yang terpenting ialah atau bandul ayunan yang digunakan untuk mengukur detik-detik waktu dalam observasi benda-benda angkasa, 600 tahun sebelum dan C. Huygens yang sekarang dianggap penemuannya.

Trending sekarang :  Protokol Kesehatan COVID-19 atau Corona

Selain itu, sekelompok peneliti Universitas Cambridge menduga bahwa Yosua 10:13 menyebutkan peristiwa pada 30 Oktober 1207 SM, dan menggunakannya untuk memperkirakan masa pemerintahan para Firaun Mesir Kuno. 4.000 tahun lalu, Raja Zhong Kang dilaporkan memenggal dua ahli falak yang gagal memprediksi . Contoh penanggalan yang lebih spekulatif dilakukan oleh ahli arkeologi Bruce Masse, yang mengubungkan pada 10 Mei 2807 SM dengan sebuah tubrukan meteor di Samudra Hindia, dengan alasan bahwa banyak -mitos kuno yang menghubungkan dengan peristiwa banjir.

Ahli Falak Mengamati Gerhana, dilukis oleh Antoine Caron pada 1571
Ahli Falak Mengamati , dilukis oleh Antoine Caron pada 1571.

Dalam sejarah, juga sering dianggap sebagai firasat atau pertanda. Sejarawan Kuno Herodotos menyebutkan bahwa dari Miletos memprediksi sebuah yang terjadi saat pertempuran antara Bangsa dan Bangsa . Kedua kubu langsung menghentikan pertempuran dan berdamai akibat ini. ini banyak dipelajari ilmuwan kuno maupun modern, tetapi mereka masih belum sepakat mengenai yang cocok dengan peristiwa ini. Salah satu kemungkinan adalah pada 28 Mei 585 SM yang terjadi dekat Sungai Halys (kini Sungai Kızılırmak) di Asia Kecil. Herodotos juga menyebutkan terjadinya sebelum Kaisar Persia Xerxes I berangkat menyerang . Menurut sejarah tradisional, serangan Xerxes terjadi pada 480 SM, yang mungkin cocok dengan di Sardis, Asia Kecil pada 17 Februari 478 SM (diusulkan oleh John Russel Hind) atau sebuah sebagian di Persia pada 2 Oktober 480 SM. Herodotos juga melaporkan di Sparta saat Invasi Persia kedua ke . Namun, tanggal di Sparta yang mendekati peristiwa ini (1 Agustus 477 SM) tidak cocok dengan tanggal invasi Persia yang diterima sejarawan. Ada juga upaya memperkirakan tanggal tepat Penyaliban (dan Jumat Agung) dengan mengasumsikan bahwa Kegelapan saat Penyaliban terjadi akibat . Upaya ini umumnya menemui jalur buntu karena peristiwa tersebut terjadi pada Paskah Yahudi yang terjadi pada bulan purnama dan tidak memungkinkan . Selain itu, Injil Lukas menyebutkan kegelapan tersebut berlangsung sekitar tiga jam, sedangkan total tidak mungkin melebihi delapan menit.

Trending sekarang :  Bisakah Negara Mencetak Uang untuk Membayar Hutang

Catatan di dimulai dari 720 SM. Ahli falak abad ke-4 SM Shi Shen menyebutkan prediksi menggunakan posisi relatif matahari dan bulan. Di belahan barat, tidak banyak catatan yang ditulis sebelum 800 M, yaitu ketika ilmuwan Muslim dan biarawan-biarawan Kristen mulai melakukan pengamatan pada Abad Pertengahan Awal. Ahli falak Muslim Ibnu Yunus mencatat perhitungan jadwal sebagai salah satu dari banyak hal yang menghubungkan falak () dengan syariah Islam, karena memungkinkan perkiraan waktu pelaksanaan salat kusuf. Catatan pengamatan korona matahari paling awal yang diketahui berasal dari Konstantinopel pada 968 M.

total pertama kali diamati melalui teleskop di Prancis pada 1706. Sembilan tahun kemudian, ahli Inggris Edmund Halley memprediksi dan mengamati pada 3 Mei 1715. Berbagai pengamatan terhadap korona saat terjadi dan meningkatkan pengetahuan komunitas ilmiah tentang matahari. Korona dikenali sebagai bagian atmosfer matahari pada 1842, dan total 28 Juli 1851 diabadikan dengan foto daguerreotype untuk pertama kalinya. Analisis spektroskopi dilakukan pada 18 Agustus 1868 dan berperan menghasilkan informasi mengenai komposisi kimia matahari.

Trending sekarang :  Umat Islam Diminta Salat Kusuf Saat Gerhana Matahari Cincin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini