Gravitasi
ads

atau gravitas adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai di . mengakibatkan benda-benda berada pada masing-masing dalam mengitari . modern mendeskripsikan menggunakan Umum dari , namun hukum universal yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus.

Sebagai contoh, yang memiliki yang sangat besar menghasilkan gaya yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di . Gaya ini juga menarik benda-benda yang ada di , seperti , meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk buatan . Beberapa yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya timbul karena adanya dalam setiap .

ads
Hukum Gravitasi Universal Newton
[/Media-Credit] Illustrasi Pada Hukum Universal

Hukum universal dirumuskan sebagai berikut:

Trending sekarang :
Prof. Jim Al-Khalili : Perjalanan dari Alkimia ke Kimia

Setiap menarik titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan kedua tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat antara kedua titik tersebut.

Hukum Gravitasi Universal Newton

F adalah besar dari gaya antara kedua titik tersebut
G adalah konstanta gravitasi
m1 adalah besar titik pertama
m2 adalah besar titik kedua
r adalah antara kedua titik, dan
g adalah gravitasi = Percepatan Gravitasi
Dalam Sistem , F diukur dalam (N), m1 dan m2 dalam kilogram (kg), r dalam meter (m), dan konstanta G kira-kira sama dengan  6,67 × 10−11 N m2 kg−2.

Dari persamaan ini dapat diturunkan persamaan untuk menghitung . suatu benda adalah hasil kali benda tersebut dengan gravitasi . Persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: Percepatan Gravitasi. W adalah benda tersebut, m adalah massa dan g adalah gravitasi. gravitasi ini berbeda-beda dari satu tempat.

Galileo Galilei
[/Media-Credit] : Penelitian Modern Dalam

Penelitian modern dalam dimulai dengan di akhir ke-16 dan awal ke-17. Dengan hasil percobaannya menjatuhkan bola dari Menara Pisa, dan nantinya juga pengukuran bola yang meluncur melalui kemiringan, menunjukkan bahwa besarnya gravitasi adalah sama untuk semua objek. Hal ini menjadi kemajuan besar dari kepercayaan sebelumnya yang menyatakan bahwa objek yang lebih memiliki gravitasi yang lebih besar. membuat postulat hambatan udara sebagai alasan objek dengan massa kecil memungkinkan untuk jatuh lebih pelan di atmosfer. Hasil menjadi dasar bagi formulasi .

  • Bacaan Terkait Gravitasi
    • Galileo (1638), Two New SciencesFirst Day Salviati speaks: “If this were what Aristotle meant you would burden him with another error which would amount to a falsehood; because, since there is no such sheer height available on earth, it is clear that Aristotle could not have made the experiment; yet he wishes to give us the impression of his having performed it when he speaks of such an effect one which we see.”
    • Bongaarts, Peter (2014). Quantum Theory: A Mathematical Approach (edisi ke-illustrated). Springer. hlm. 11. ISBN 978-3-319-09561-5. Extract of page 11
Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Gravitasi dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

Trending sekarang :
Ujung Bumi Datar by Bossdarling
ads

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here