Heliosentris dan Tata Surya

0
49
Heliosentris dan Tata Surya
Ads

Tentang Heliosentris

Dalam astronomi, Heliosentris adalah model astronomi yang mana bumi mengelilingi matahari yang berada pada pusat jagat raya. Kata berasal dari bahasa Yunani (ήλιος Helios = Matahari, dan κέντρον kentron = pusat). Secara historis, heliosentrisme bertentangan dengan geosentrisme, yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta.

Ads

Heliosentrisme Zaman Klasik

Diskusi mengenai kemungkinan heliosentrisme terjadi sejak zaman klasik. Barulah ketika abad ke-16 dapat ditemukan suatu model matematis dapat meramalkan secara lengkap sistem heliosentris, yaitu Nicolaus Copernicus, seorang ahli matematika dan astronom. Pada abad berikutnya, model tersebut dijabarkan dan diperluas oleh Johannes Kepler dan pengamatan pendukung dengan menggunakan teleskop diberikan oleh Galileo Galilei. Tetapi pada masa Renaissans, banyak yang tidak percaya tentang teori ini.

Heliosentris Dan Tata Surya

Dengan observasi William Herschel, Friedrich Bessel, beserta lainnya, para astronom menyadari bahwa matahari bukan pusat dari alam semesta seperti heliosentrisme pada waktu di mana Copernicus telah menyangka sebelumnya. Pemikiran modern menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki lokasi pusat yang spesifik, seperti prinsip relativitasnya Albert Einstein.

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam posting ini adalah untuk tujuan informasi umum saja. Informasi ini disediakan oleh 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia dengan judul "Heliosentris dan Tata Surya" dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan sehubungan dengan situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada kiriman untuk tujuan apa pun.

Ads

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini