adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu . Pemberian () dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab tertentu. biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau “liar”) atau terapeutik (misalnya terhadap ).

Pemberian disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan dan pembatasan seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya terbukti efektif termasuk , HPV, dan . Kesehatan () melaporkan bahwa berizin saat ini tersedia untuk dua puluh lima infeksi yang dapat dicegah.

berasal dari kata vaccinia, yaitu penyebab infeksi sapi yang ketika diberikan kepada , akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap .

Abu Bakar bin Zakaria ar-Razi (:أبوبكر الرازي) atau dikenali sebagai Rhazes di barat merupakan salah seorang pakar Iran yang hidup antara 864 – 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada 251 H./865 dan wafat pada 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari , , dan . Dalam , ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di . Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Sakit Muqtadari di .

Ar-Razi ; Menemukan Alkohol, Menciptakan Asam Sulfur, Membuat Catatan Tentang Penyakit Cacar, Memelopori Bedah Saraf Dan Bedah Mata
Ar-Razi ; Menemukan Alkohol, Menciptakan Asam Sulfur, Membuat Catatan Tentang , Memelopori Bedah Saraf Dan Bedah Mata

Ar-Razi juga diketahui sebagai serbabisa dan dianggap sebagai salah satu terbesar dalam .

  • Biografi Ar-Razi

Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 . Nama Razi-nya berasal dari nama Rayy. tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di ini juga, menyelesaikan hampir seluruh karyanya.

Trending sekarang :
Ilmuwan Israel Segera Hadirkan Vaksin Virus Corona

Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau tetapi dia kemudian lebih tertarik pada . Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari .

Dia dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang yang kemudian berpindah menjadi setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai dibawah kekuasaan Abbasiyah, al-Mu’tashim.

ar-Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang disana. Kemudian dia menjadi kepala Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa kemudian, ar-Razi pindah ke pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah sakit di .

Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada 907 , ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya.

  • Kontribusi Ar-Razi

Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 . Nama Razi-nya berasal dari nama Rayy. tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di ini juga, menyelesaikan hampir seluruh karyanya.

Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau tetapi dia kemudian lebih tertarik pada . Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari .

Dia dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang yang kemudian berpindah menjadi setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai dibawah kekuasaan Abbasiyah, al-Mu’tashim.

ar-Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang disana. Kemudian dia menjadi kepala Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa kemudian, ar-Razi pindah ke pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah sakit di .

Trending sekarang :
Melihat Langsung Proses Pembuatan Vaksin

Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada 907 , ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya.

Sebagai seorang utama di sakit di , ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar :

terjadi ketika darah ‘mendidih’ dan terinfeksi, dimana kemudian hal ini akan mengakibatkan keluarnya uap. Kemudian darah muda (yang kelihatan seperti ekstrak basah di kulit) berubah menjadi darah yang makin banyak dan warnanya seperti anggur yang matang. Pada tahap ini, diperlihatkan dalam bentuk gelembung pada minuman anggur. ini dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak, tetapi juga masa dewasa. Cara terbaik untuk menghindari ini adalah mencegah kontak dengan ini, karena kemungkinan bisa menjadi epidemi.”

Diagnosa ini kemudian dipuji oleh Ensiklopedia Britanika (1911) yang menulis: “Pernyataan pertama yang paling akurat dan tepercaya tentang adanya ditemukan pada karya pada ke-9 yaitu Rhazes, dimana dia menjelaskan gejalanya secara jelas, yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi anggur dan cara mencegah tersebut.”

ar-Razi yaitu Al-Judari wal-Hasbah ( dan Campak) adalah pertama yang membahas tentang dan campak sebagai dua yang berbeda. ini kemudian diterjemahkan belasan kali ke dalam Latin dan bahasa lainnya. Cara penjelasan yang tidak dogmatis dan kepatuhan pada prinsip Hippokrates dalam pengamatan klinis memperlihatkan cara berpikir ar-Razi dalam ini.

Berikut ini adalah penjelasan lanjutan ar-Razi: “Kemunculan ditandai oleh demam yang berkelanjutan, rasa sakit pada punggung, gatal pada hidung dan mimpi yang buruk ketika tidur. menjadi semakin parah ketika semua tersebut bergabung dan gatal terasa di semua bagian tubuh. Bintik-bintik di muka mulai bermunculan dan terjadi perubahan warna merah pada muka dan kantung mata. Salah satu lainnya adalah perasaan pada seluruh tubuh dan sakit pada tenggorokan.”

      • Alergi dan Demam

Razi diketahui sebagai seorang yang menemukan “alergi asma”, dan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. ar-Razi juga merupakan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri.

      • Farmasi
Trending sekarang :
AntiVax dan Bumi Datar

Pada farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. ar-Razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.

Ar-Razi juga mengemukakan pendapatnya dalam etika . Salah satunya adalah ketika dia mengritik dokter jalanan dan tukang obat yang berkeliling di dan desa untuk menjual ramuan. Pada saat yang sama dia juga menyatakan bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala penyakit dan tidak mungkin bisa menyembuhkan semua penyakit, yang secara manusiawi sangatlah tidak mungkin. Tapi untuk meningkatkan mutu seorang dokter, ar-Razi menyarankan para dokter untuk tetap dan terus mencari baru. Dia juga membuat perbedaan antara penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Ar-Razi kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena tidak bisa menyembuhkan penyakit dan kusta yang sangat . Sebagai , ar-Razi menyatakan bahwa dia merasa kasihan pada dokter yang bekerja di , karena biasanya anggota suka tidak mematuhi perintah sang dokter.

Ar-Razi juga mengatakan bahwa tujuan menjadi dokter adalah untuk berbuat baik, bahkan sekalipun kepada musuh dan juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Berikut ini adalah karya ar-Razi pada yang dituliskan dalam :

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Ilmuwan Muslim Pencetus Vaksinasi Dari Kesultanan Ottoman dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News