Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

+1

+1

+1

+1

+1

58 / 100

Skor SEO

Estimasi Waktu Baca: 2 menit

Sebuah riset menyebut 63 persen konsumen online gemar mengakses atau torrent ilegal. Penelitian tersebut dilakukan oleh YouGov untuk Coalition Against Privacy (CAP) dari Asia Video Industry Association, Riset menyebutkan, pengguna internet di tanah air memilih penyedia hiburan “bajakan” itu demi menikmati konten tanpa harus membayar biaya langganan. penyedia ilegal di Indonesia beraneka macam, namun yang cukup populer adalah dan LK21.

Namun, tidak semua menyadari bahwa akses ke situs semacam itu tidak sepenuhnya “gratis”. Memang, pengakses situs ini tidak langsung membayar sejumlah uang untuk menonton film kesayangannya, tapi mereka harus “membayar” dalam bentuk lain. “Jadi film gratis sebenarnya tidak gratis. Anda membayar dalam bentuk lain yang terkadang malah memberikan “biaya” (keuntungan) tidak langsung lebih besar daripada membayar film secara ,” kata Alfons Tanujaya, spesialis keamanan internet dari Vaksin.com. Salah satunya adalah dengan memaksa pengakses mengklik iklan yang tiba-tiba muncul dan menutup layar. Mau tidak mau, pengakses harus mengklik iklan tersebut untuk menampilkan layar kembali atau menunggunya menghilang setelah beberapa detik. Jika diklik, selanjutnya keuntungan akan mengalir ke pemilik situs. Terlebih, iklan yang banyak terpampang di situs streaming film ilegal tidak layak dilihat anak-anak. Sebab rata-rata, iklan yang muncul adalah iklan judi hingga berbau pornografi. Kerugian lain yang harus “dibayar” pengakses situs ini adalah ancaman .

“Kalau terkena malware, kita akan digunakan untuk tujuan negatif yang akan memberikan kerugian langsung dan tidak langsung,” jelas Alfons ketika dihubungi KompasTekno, Selasa (24/12/2019). Ia mencontohkan, kerugian yang akan diterima pengakses apabila terkena malware adalah menjadikan perangkat pengguna sebagai zombie. zombie ini bisa digunakan untuk menambang bitcoin, dimana korbannya akan rugi listrik dan bandwidth. Apabila perangkat menjadi zombie, perangkat tersebut bisa dijadikan sumber penyebar malware.

Hot News :  Apa Kegunaan Sensus Penduduk 2020 ?

“Kalau terinfeksi ransomware, jelas datanya akan dienkripsi dan harus membayarkan uang tebusan jika ingin datanya kembali,” lanjutnya. Selain tidak aman, mengakses situs streaming film bajakan, seperti IndoXXI atau LK21 juga mencederai Hak Atas Kekayaan Intelektual (). Dengan alasan itulah, Kementrian Komunikasi dan Informatika menggandeng Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, penegak hukum, dan Asosiasi industri kreatif untuk mengatasi peredaran karya secara ilegal. Pemerintah mengatakan akan memblokir situs-situs penyedia layanan hiburan bajakan. Meski saat ini, Kominfo baru akan menerapkan pemblokiran untuk situs streaming film ilegal saja.

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia | Debunking Flat Earth on Patreon!

IndoXXI dan LK21 dkk Ternyata Tidak "Gratis" 1

Content Protection by DMCA.com