Waktu Baca: 2 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on " Tutup Usia di Tahun Baru 1 Januari 2020" A few seconds ago

film menyatakan akan menutup layanan mereka mulai 1 Januari 2020. mengungkap penutupan ini dilakukan untuk mendukung industri kreatif tanah air. merupakan salah satu dan pengunduhan film yang populer bagi pengguna internet tanah air. Berdasarkan survei YouGov, 63 persen konsumen daring di Indonesia menonton film lewat web atau . (Lite) menjadi menonton film paling populer yang digunakan oleh 35 persen pengguna.

“Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depannya akan menjadi lebih baik. Salam, ,” demikian tertulis pada tersebut, Selasa (24/12). Keberadaan bajakan ini mematikan industri kreatif Indonesia. Sebab, dari 63 persen yang mengakses web atau , 62 persen mengatakan telah membatalkan semua atau sebagian langganan di layanan TV berbayar yang . Menanggapi hasil survey tersebut, Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) menyebut akan memberantas para pelanggar hak kekayaan intelektual () pada 2020.

Trending sekarang :  Game Online : 8 Ball Pool

Pemberantasan juga akan dilakukan terhadap film bajakan di web dan , termasuk . Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan dalam penegakkan di pembajakan film online, Kemenkominfo turut bekerja sama dengan Coalition Against Piracy (CAP) dan Ditjen . Namun, Semuel menyebut kesulitan pemberantasan film bajakan ini. Setiap Kemenkominfo menutup satu , pemilik web akan muncul dengan URL yang baru. Sejak Juli 2019, Semuel mengakui lebih dari 1.000 web pembajakan dan domain aplikasi ilegal telah diblokir oleh Kemenkominfo. Video Coalition of Indonesia (VCI) telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengidentifikasi dan memblokir domain web dan aplikasi pembajakan.

Trending sekarang :  IndoXXI dan LK21 dkk Ternyata Tidak "Gratis"

Survei yang ditugaskan Coalition Against Piracy (CAP) juga menemukan 29 persen konsumen menggunakan yang dapat digunakan untuk melakukan konten televisi dan video atau film bajakan. ini dikenal sebagai Illicit Devices (ISD) yang sudah terisi aplikasi ilegal. Perangkat ini membuat konsumen bisa mengakses ratusan saluran televisi bajakan dan konten video on demand yang seharusnya terdapat biaya berlangganan tahunan. Aplikasi jauh lebih populer di kalangan anak muda. Sebesar 44 persen responden berusia 18 hingga 24 tahun mengakui menggunakan layanan ilegal ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini