July 23, 2021

Kampung Wisata Heritage Kayutangan | 101 Portal Education News

Dari jejak kerajaan kuno abad ke 8 masehi sampai era kolonial Belanda. Kekayaan warisan sejarah itu memunculkan berbagai kawasan Malang heritage. Tidak sedikit yang kemudian dikelola jadi tujuan wisata.

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]

[/media-credit]

Salah satu tujuan wisata Malang heritage itu adalah Kampoeng Heritage Kajoetangan atau Kampung Kayutangan. Sebuah kampung yang sudah tercatat dalam sejarah masa klasik sampai modern. Kampung ini memiliki ciri khas deretan rumah berarsitektur kolonial Belanda.

Ada 60 rumah tua yang berhasil diidentifikasi di kampung ini. Seluruhnya relatif terjaga bentuk aslinya. Di depan rumah dipasang plakat informasi usia bangunan sampai pemilik pertamanya. Rumah tertua dicatat dibangun pada 1870.

Banyak pula yang dibangun dalam kurun 1920-1940 dengan model atap pelana atau biasa disebut rumah jengki. Wisata heritage Kayutangan diresmikan sejak 2018 lalu. Sejak itu pula para pelancong datang silih berganti.

Video Jalan-Jalan Malang Heritage

Ahmad Ilham, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan mengatakan, seluruh rumah kuno itu hasil identifikasi warga sendiri. Melacak mulai dari pemilik pertama sampai ke ahli warisnya

Bumi Bulat dan Bumi Datar

“Plakat informasi itu juga swadaya warga. Kami sadar kampung ini punya banyak sejarah,” kata Ilham di Malang, Sabtu, 20 Juli 2019.

Warga membuka diri, menyiapkan rumah mereka sebagai titik swafoto bagi tamu. Dari seluruh rumah bergaya arsitektur Belanda, ada 25 rumah siap menerima wisatawan. Menyediakan berbagai properti untuk berfoto sembari pemiliknya tetap beraktivitas seperti biasa.

Misalnya rumah Ester. Dibangun pada 1940, pernah digunakan pengobatan sinshe. Meski tidak lagi ada praktik pengobatan, keturunannya masih menjual jamu tradisional. Ada pula menyediakan pernak – pernik seperti kamera lawas maupun perabotan kuno untuk berfoto.

“Kami sudah bersiap, pemilik rumah bisa bercerita tentang arsitektur rumah dan sejarahnya. Menyediakan juga oleh-oleh,” papar Ilham.

Kampung Wisata Heritage Kayutangan jadi salah satu tujuan andalan wisata Malang heritage. Terutama bagi mereka penyuka dan pegiat sejarah. Atau sekedar berburu lokasi foto dengan konsep klasik.

Akses Kampung Heritage Kayutangan

Ada tiga akses masuk menuju Kampung Heritage Kayutangan. Bisa dari koridor Talun di Jalan Arif Rahman Hakim serta dua akses lainnya dari koridor Kayutangan di Jalan Basuki Rahmat. Di tiap akses masuk itu pengunjung dikenai Rp 5 ribu per orang.

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”225″][/media-credit]

Pengunjung diberi peta wisata Kayutangan dan kartupos bergambar bangunan lawas. Bila ingin masuk ke dalam rumah untuk berfoto, ada biaya Rp 10 ribu. Selain diizinkan masuk untuk berfoto, pemilik rumah siap menjawab pertanyaan seputar sejarah dan arsitektur rumah mereka.

“Uang masuk kampung itu digunakan menambah fasilitas di sini. Kalau biaya masuk rumah agar ada dampak ekonomi ke kami,” ucap Ilham.

Setiap hari rata – rata ada 100 – 250 pengunjung. Namun di akhir pekan bisa mencapai 500-an pengunjung. Selain menjaga dan merawat sejarah kampung, dengan cara itu pula diharapkan ada nilai tambah ke ekonomi warga.

Akhir Agustus nanti rencananya koridor Kayutangan di Jalan Basuki Rahmat bakal dibuat sentra oleh – oleh layaknya Malioboro Jogjakarta ataupun Braga Bandung. Sehingga ada nilai lebih yang bisa didapat oleh warga setempat.

“Itu yang bikin pemerintah kota. Tentu kami bisa menerima lebih banyak manfaat lagi,” ucap Ilham.

Ada versi cerita rakyat yang berkembang perihal awal muasal nama Kayutangan. Nama itu mengambil dari pohon yang berbentuk menyerupai tangan manusia. Dahulu kawasan ini adalah hutan belantara ditumbuhi pohon patangantangan.

Matahari Mengelilingi Galaksi Bimasakti

Rizal Fahmi, Ketua Pokdarwis Kayutangan menyebut pohon itu tumbuh menyerupai tangan manusia. Hutan ini jadi tempat persembunyian Ken Arok.

“Warga biasa menyebut pohon dengan kayu, jadilah pohon patangantangan itu disebut kayutangan,” kata Rizal Fahmi, Ketua Pokdarwis Kayutangan.

Menurutnya, pohon jenis itu sekarang sudah langka. Konon di Malang tersisa sedikit saja, di antaranya masih tumbuh di wilayah Gunung Kawi. Pemanfaatan kampung heritage jadi tujuan wisata diharapkan juga menggugah kesadaran warga tentang sejarah tempat tinggal mereka.

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Kampung Wisata Heritage Kayutangan dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News