Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

+1

+1

+1

+1

+1

55 / 100

Skor SEO

Estimasi Waktu Baca: 2 menit

Warna jingga terang yang astronaut gunakan saat peluncuran disebut Jingga , dan warnanya sama dengan Menara Tokyo di Jepang, dan Jembatan Golden Gate di San Fransisco. Namun, saat astronaut sampai di , mereka mengganti baju jingga mereka dengan baju malam berwarna putih salju. (Kondisinya selalu malam di ).

Fungsi Pergantian Warna

Baju terdiri dari dua jenis. Yang pertama adalah Baju Luar Angkasa Mutakhir untuk Peluncuran, alias “baju jingga”, alias baju labu”. Astronaut mengenakan baju bertekanan tinggi ini selama “lepas landas”. Baju luar angkasa ini sangat penting bagi mereka yang bepergian ke tempat dengan ketinggian luar biasa. Tapi tetap saja, mengapa warna ini? Bagaimana dengan yang putih, baju luar angkasa yang putih dan besar?

Apa tujuannya?

Yuk simak videonya dari Channel Sisi Terang yang mengulas sesuai judul tersebut.

Hot News :  Mengapa Pesawat Tidak Bisa Mundur

Timeline
    • Baju labu 0:31
    • Setelan EVA 1:38
    • Bagaimana cara bersenang-senang di ISS 3:37
    • Kenapa astronaut harus membuang baju mereka 3:53
    • Pangkalan luar angkasa pertama 4:13
    • 👉 Fakta ini sangat lucu 😄 4:34
    • Kenapa semua astronaut Amerika harus belajar bahasa 5:10
    • Adaptasi dengan luar angkasa 5:43
    • Pelatihan di dalam 6:28
    • Bagaimana cara mereka bersin saat mengunakan baju antariksa 7:46
    • Cara mereka tidur 💤 9:00
    • Cara mereka mandi 🚿 9:13
Ringkasan
    • Baju jingga ini juga dilengkapi dengan berbagai alat yang dapat membantu astronaut untuk bertahan hidup jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama peluncuran atau pendaratan pesawat luar angkasa.
    • Astronaut mengenakan baju EVA saat mereka berjalan di luar angkasa! Baju seperti itu dapat melindungi mereka dari kondisi luar angkasa yang tidak bersahabat, yaitu suhu yang ekstrem dan nyaris hampa udara!
    • Jika tambatan tersebut terputus, setelan EVA ini memiliki sistem cadangan.
    • Sistem ini mencakup pendorong berukuran kecil yang dapat dikontrol dari pangkalan dengan alat pengendali.
    • Berbulan-bulan setelah kembali dari misi panjang di luar angkasa, para astronaut masih terbiasa melempar benda-benda seolah mereka masih mengambang di udara.
    • Ada seorang astronaut yang telah menunggu selama 19 tahun sebelum akhirnya terbang ke luar angkasa.
    • Semua astronaut Amerika harus belajar bahasa Rusia untuk dapat mengoperasikan Pangkalan Luar Angkasa Internasional menggunakan panduan berbahasa Rusia, jika tidak ada alternatif lain.
    • Selama beradaptasi di luar angkasa, 50% hingga 75% astronaut memiliki sindrom yang sangat tidak menyenangkan, seperti vertigo, sakit kepala, mual, dan kelelahan secara menyeluruh.
    • Ketika astronaut berada di luar angkasa, mereka sering melihat kilatan cahaya tak menentu – dan itu bukan halusinasi!
    • Sebelum pergi ke luar angkasa, para astronaut menjalani pelatihan di dalam air, sebagai simulasi keadaan nol gravitasi.
    • Menurut , mereka hanya menerima 8 dari 6.000 pelamar! Selain itu, proses seleksinya memakan waktu sekitar 18 bulan!
    • Jika seorang astronaut menangis di luar angkasa, air matanya takkan mengalir di wajah mereka. Sebaliknya, air mata itu menjadi gumpalan cairan pekat di sekitar mata mereka akibat tekanan yang menyatukan air tersebut.
    • Astronaut yang lupa menambatkan diri pada sesuatu saat tidur kemungkinan akan melayang dan dapat menabrak permukaan yang keras.
    • Astronaut melihat matahari terbit dan terbenam setiap 45 menit, yang totalnya 15-16 matahari terbenam dan terbit setiap hari.
Hot News :  Baru Saja Dunia Bersiap Menghadapi Wabah COVID-19, Sebuah Jenis Virus Hanta Kembali

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

+1

+1

+1

+1

+1

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth | Debunking Flat Earth on Patreon!

Kenapa Pakaian Astronaut Warnanya Jingga dan Putih ? 1

Content Protection by DMCA.com