September 20, 2017

Klaim: Roket tidak pernah terbang lurus ke atas – 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia

Mungkin buat kalian ini adalah alasan masuk akal bahwa NASA cuma berbohong, karena kenyataanya roket-roket NASA tidak pernah terbang lurus vertikal ke atas menembus langit. Buatku sendiri, ini justru bukti paling benar kalau bumi itu bulat. Bumi itu bulat dan mengalami rotasi dan revolusi. Rotasi bumi membuat roket NASA terlihat terbang melengkung atau bahkan eksrimnya bisa kelihatan jatuh kembali. Ini karena Bumi berotasi, sehingga titik pengamatan kita semakin jauh dan jejak asap dari roket nasa terpengaruh oleh spherical atmosfer bumi yang berotasi sehingga membentuk lengkungan. Jadi ketika roket NASA telah terbang sangat tinggi, roket tersebut telah berada di luar atmosfer bumi, sehingga roket tidak terbawa oleh rotasi bumi, sedangkan kita yang cuma rakyat jelata berada dibawah masih terpengaruh rotasi bumi dan bergerak. Peristiwa seperti ini bisa dijelaskan seperti dalam bus, jika kita melemparkan benda keluar dari bus maka benda tersebut akan tertinggal dari bus, sementara jika kita melemparkan benda di dalam bus, benda tersebut akan terus berada dalam bus. Sederhananya, kalau memang roket NASA nggak pernah melampaui LEO (Low Earth Orbit), maka kemana roketnya pergi? Pernah roket NASA jatuh didepan rumah mu? atau nyangkut di tiang listrik depan sekolahanmu? Oke. Sedikit lebih serius. Pernah lihat berita roket NASA jatuh di negara lain? Dari ratusan roket yang telah dikirimkan oleh NASA ke luar angkasa, kalau benar mereka tidak keluar angkasa maka setidaknya, ada 50% roket yang jatuh di bumi kembali. Tapi itu semua nggak akan ada. Tambahan: Selain karena rotasi bumi, alasan lainnya penerbangan roket itu melengkung adalah karena dalam penerbangannya, sebuah roket (apapun isinya) harus mengorbit bumi dulu, baru melanjutkan perjalanannya. Semuanya (tidak hanya pesawat ulang-alik) yang masuk orbit bumi harus terbang melengkung. Jika pesawat langsung dan tidak mencapai escape velocity, itu akan jatuh kembali ke Bumi setelah bahan bakarnya habis. Tujuan utama dari mesin roket tidak hanya untuk mendapatkan kargo di atas sana, tetapi yang lebih penting untuk mempercepat ke arah horisontal dengan kecepatan orbital (7,5 km/s untuk ketinggian orbit dari Shuttle dan ISS). Itu sebabnya semua roket / angkutan kurva jalan mereka secara bertahap untuk arah horisontal dan kemudian membakar banyak bahan bakar di arah horisontal. Jika kargo tidak mencapai kecepatan horisontal yang cukup, roket akan jatuh kembali ke Bumi.

  • Tags:
  • 101 kesalahan flat earth
  • ,

  • 101kfe.id
  • ,

  • bantahan
  • ,

  • bumi datar
  • ,

  • flat earth
  • ,

  • flat earth gravitasi hoax
  • ,

  • foto bumi
  • ,

  • ilmuan
  • ,

  • informasi
  • ,

  • kebohongan
  • ,

  • konspirasi
  • ,

  • menjawab flat earth
  • ,

  • penelitian
  • ,

  • propaganda
  • ,

  • roket
  • ,

  • sains modern
  • ,

  • teori