konspirasi tower jaringan 5g
konspirasi tower jaringan 5g
101KFE Assistant | Portal Education News

Konspirasi adalah berita paling viral di bulan-bulan ini mari kita berbicara apa itu teori konspirasi sampai berlanjut ke tower jaringan 5G saat ini. Teori persekongkolan atau teori konspirasi (dalam bahasa Inggris, conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan sering kali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Dengan kata lain menjadikan sesuatu sebagai alternatif demi mencapai tujuan yang telah dirancang. Teori ini ada di seputaran gerak dunia global dan merambah hampir ke semua ranah kehidupan manusia, dari urusan politik sampai makanan. Orang yang tidak percaya selalu menganggap semua hanya olok-olok, mengada-ada, menyia-nyiakan waktu, kurang kerjaan, dan sebagainya. Bagi para penganutnya, teori itu tidak serta-merta muncul mendunia tanpa ada yang menciptakan polanya.

  • Mengecam Teori Konspirasi Virus Corona Kaitan Jaringan 5G
Corona Jaringan 5G
101KFE Assistant | Portal Education News

Para ilmuwan telah mengecam teori konspirasi virus corona yang menghubung-hubungkan jaringan 5G dengan penyebaran wabah COVID-19. Dalam beberapa hari terakhir, banyak selebrita dunia menunggah informasi di media sosial dengan menyebut bahwa virus corona menjadi lebih buruk diiringi peluncuran jaringan 5G. Ilmuwan menyebut teori konspirasi itu sebagai ide yang ‘benar-benar sampah’. Mereka mengatakan bahwa tidak ada kemungkinan tiang telepon 5G memiliki interaksi dengan COVID-19. “Gagasan bahwa COVID-19 disebabkan oleh sinyal ponsel 5G adalah benar-benar sampah,” kata Simon Clarke, seorang Associate Professor di mikrobiologi seluler di University of Reading, Inggris. Simon menegaskan, tak ada hubungannya sama sekali antara virus dengan sinyal ponsel. “Ini (COVID-19) adalah penyakit yang menurut banyak dokter dan ilmuwan di seluruh dunia disebabkan oleh virus, sesuatu yang sama sekali berbeda dengan sinyal ponsel,” ucapnya.

Trending sekarang :
Eratosthenes dan Keliling Bumi

Ilmuwan lainnya mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara jaringan telepon dengan pandemi virus corona. “Tidak ada bukti ilmiah yang dapat dipercaya untuk menghubungkan tiang 5G dengan wabah COVID-19,” kata Brendan Wren, profesor patogenesis mikroba di London School of Hygiene and Tropical Medicine, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Independent. Para ahli lain memberi catatan bahwa jaringan seluler adalah salah satu hal penting yang membantu mengkoordinasikan respons terhadap pandemi dan teori konspirasi sebenarnya dapat melukai perjuangan melawan penyakit. Teori konspirasi 5G virus corona di Inggris muncul dengan berbagai macam klaim, ada yang menyebut jaringan 5G dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, ada pula yang mengatakan bahwa negara yang tak punya 5G, virus corona tak menyebar dengan cepat. Adam Finn, profesor pediatri di University of Bristol mengatakan bahwa pandemi virus corona yang terjadi saat ini ditularkan oleh orang yang sudah terinfeksi bukan dari jaringan . “Virus dan gelombang yang membuat ponsel dan koneksi internet berfungsi adalah hal yang berbeda,” kata dia.

  • Warga Inggris Bakar Tower Seluler 5G

Sejumlah orang tidak dikenal membakar menara telekomunikasi () jaringan internet 5G di sejumlah lokasi di Inggris. Tindakan itu diduga akibat meyakini teori konspirasi yang menghubungkan penyebaran wabah virus corona COVID-19 dari China dengan jaringan 5G. Sejauh ini ada tiga jaringan 5G yang dibakar, yakni di Birmingham, Livepool, dan Merseyside. EE, selaku perusahaan penyedia layanan 5G meyakini menara jaringannya dibakar meski saat ini masih melakukan penyelidikan. “Secara sengaja mengganggu konektivitas seluler pada saat orang membutuhkannya agar tetap terhubung satu sama lain adalah hal yang gegabah dan berbahaya untuk dilakukan,” kata perusahaan itu melansir Forbes. Meskipun masih belum jelas siapa pelaku dan aktor intelektualnya, pembakaran tiang jaringan itu diyakini dilakukan orang pihak anti-5G yang percaya teori-teori konspirasi yang menghubungkan 5G dengan penyebaran COVID-19. Di media sosial, beredar sebuah teori yang menyatakan yang mengklaim bahwa wabah Covid-19 dimulai di Wuhan karena kota China itu baru saja meluncurkan jaringan 5G dan telah menyebar ke kota-kota lain yang juga menggunakan 5G. Full Fact, nirlaba pemeriksa fakta independen Inggris telah membantah klaim itu. Mereka menyatakan bahwa 5G tidak menimbulkan risiko bagi manusia dan menunjukkan bahwa COVID-19 telah menyebar secara luas di banyak negara yang tidak memiliki jaringan 5G, seperti Iran. “Implikasi utama dari klaim bahwa 5G dapat mempengaruhi sistem kekebalan sama sekali tidak berdasar. Tidak ada bukti yang menghubungkan virus corona baru dengan 5G,” kata Full Fact. Selain menara 5G, teknisi telekomunikasi juga menghadapi pelecehan verbal dan ancaman kekerasan dari orang-orang yang percaya pada teori palsu tersebut.

Trending sekarang :
7 Aliran Dalam Agama Islam dan Sejarahnya

Sebuah video yang beredar di internet menunjukkan seorang wanita mendekati dua pekerja yang tengah meletakkan kabel di sebuah jalan di London dan menyalahkan mereka karena membunuh keluarga. “Kita semua akan berada di rumah sakit dengan alat bantu pernapasan. Itu karena kawat ini di sini,” kata wanita itu. Melansir Engadget, sekretaris kabinet Inggris Michael Gove mengatakan teori-teori yang beredar luas itu adalah omong kosong berbahaya. Sedangkan Direktur Medis Nasional NHS Inggris Steve Powis, mengutuk teori itu sebagai jenis berita palsu atau hoaks terburuk. “Saya benar-benar marah, benar-benar jijik terhadap orang yang mengambil tindakan (pembakaran tower 5G) terhadap infrastruktur yang kita butuhkan untuk menanggapi keadaan darurat kesehatan ini. Ini mutlak dan benar-benar sampah,” kata Powis. Otoritas kebijakan telekomunikasi Inggris telah mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan orang-orang untuk berhenti merusak infrastruktur utama selama keadaan darurat nasional. “Ini adalah teori yang tidak berdasar, sama sekali tidak ada bukti yang dapat dipercaya tentang hubungan antara 5G dan virus corona. Ancaman atau kekerasan terhadap pekerja kunci atau kerusakan tiang telepon seluler tidak akan ditoleransi,” kata juru bicara otoritas kebijakan telekomunikasi Inggris. Sebelumnya, Layanan video streaming, Youtube mengatakan pihaknya bakal menindak tegas konten yang beredar di platform mereka yang membahas soal teori konspirasi virus corona SARS-Cov-2 yang dihubungkan dengan teknologi 5G. Nantinya, salah satu produk perusahaan induk Alphabet Inc akan mengurangi jumlah video teori konspirasi itu. Namun perusahaan tetap membolehkan video teori konspirasi soal 5G tapi tidak dikaitkan dengan virus corona. “Kebijakan kami sudah jelas, kami melarang mempromosikan video yang tidak berdasar secara medis soal virus corona,” kata Juru Bicara Youtube seperti dikutip .

Content Protection by DMCA.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Konspirasi Tower Jaringan 5G dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

Trending sekarang :
Misi Mars 2020, Peluncuran Perseverance Rover

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini