Legenda Ashabul Kahfi Yang Menembus Waktu 309 Tahun Ke Masa Depan

51 / 100

Skor SEO

اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْـكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ ۙ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا۞اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْـكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا۞فَضَرَبْنَا عَلٰۤى اٰذَانِهِمْ فِى الْـكَهْفِ سِنِيْنَ عَدَدًا ۙ ۞ثُمَّ بَعَثْنٰهُمْ لِنَعْلَمَ اَيُّ الْحِزْبَيْنِ اَحْصٰى لِمَا لَبِثُوْۤا اَمَدًا

Apakah kau kira bahwa orang yg mendiami “gua” & (yg mempunyai) ar-Raqim itu, termasuk tanda² (kebesaran) Kami yg menakjubkan ?.(Ingatlah) ketika pemuda² itu berlindung ke dalam “gua” lalu mereka berdoa, Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu & sempurnakanlah petunjuk yg lurus bagi kami dalam urusan kami.Maka Kami tutup telinga mereka di dalam “gua” itu selama beberapa tahun,kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yg lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (disitu). (QS.18: 9-12).

Sebagian kita mungkin berpikir bahwa perjalanan waktu itu tidak mungkin,namun dengan memahami kembali kisah Ashabul Kahfi yg ceritakan dalam al-Qur’an kita akan semakin yakin dengan mu’jizat risalah Islam sekaligus menarik minat kita untuk lebih menyukai sains terutama fisika modern.Dalam film fiksi,banyak di ceritakan tentang konsep perjalanan waktu seperti Back to the Future,The Time Machine,Slepeers, Interstellar dsb namun jauh sebelum film² tersebut di rilis kita mudah menemukan cerita dengan topik yg serupa,hanya saja keterbatasan pemahaman kita tentang teori ruang-waktu mengharuskan kita cukup mengimani keajaiban² kisah dalam al-Qur’an sebagai tanda² kebesaran Tuhan.

Sejak abad-19 hingga sekarang, fisika teori telah berkembang secara radikal & luas dengan dasar² eksak yg meyakinkan juga didukung oleh validasi eksperimental.Terkait perjalanan waktu,kita menggunakan teori relativitas sebagai langkah lanjut dalam memahami relativitas waktu,yg mana suatu obyek dapat bergerak maju ke masa depan lebih cepat atau lebih lambat dibandingkan objek lainnya.Terdapat 2 variabel pokok yg berpengaruh terhadap putaran waktu yaitu medan gravitasi & kecepatan gerak.Semakin dekat suatu objek dengan pusat gravitasi,maka semakin lambat ritme gerakannya ke depan dalam dimensi waktu sehingga semakin jauh suatu objek dari pusat medan gravitasi semakin lama waktu yg ia lalui dibandingkan dengan objek yg dekat dengan pusat massa.

Demikian juga,semakin cepat gerak suatu objek,maka semakin singkat waktu yg di laluinya & bila terkait dengan keberadaan obyek lebih dari satu dengan kerangka acuan yg sama maka akan menimbulkan efek paradoks kembar yg mengasumsikan kembar identik dalam menghitung waktu yg mereka lalui dari posisi yg berbeda.Kesimpulan dari eksperimen paradoks kembar bahwa dibandingkan dengan kembar stasioner, yg lain akan mengalami waktu yg lebih singkat.Fenomena telah teruji dalam eksperimen Haffele-Keating th.1971 dengan kerangka referensi mengasumsikan pusat stasioner bumi & hasilnya terjadi perbedaan waktu antara jam atom stasioner dengan jam di dalam jet yg melaju dalam kecepatan tertentu,semakin besar lajunya maka semakin besar pula perbedaan waktu yg terjadi.

Legenda Ashabul Kahfi atau Seven Sleepers of the Cave yg konon pernah terjadi di kota Ephesus,yaitu 7 orang pemuda bersama seekor anjing yg melarikan diri dari pemburuan raja Dikyanus hingga bersembunyi kedalam sebuah goa & mereka telah melewati waktu yg lama di dalam goa tersebut tanpa terasa,pertama dengan menukil ayat 9 al-Kahfi bahwa para pemuda itu memasuki sebuah gua yg memiliki ar-Raqim & peristiwa itu dianggap sebagai “min ayatinā ajabā”,sebuah tanda kebesaran Allah yg menakjubkan.Sebagaimana kisah pertemuan Musa & Khidir,disini kita juga mendapati kata “ajaba”,lalu apa yg menakjubkan dari segerombolan pemuda yg berada di dalam gua ?,tentu saja ini bukan fenomena biasa sehingga redaksi al-Qur’an menganggapnya sebagai peristiwa yg menakjubkan.

Baca Juga :  Garis Edar Menurut Sains Modern dan Al-Qur'an

Di ceritakan terdapat sebuah goa yg memiliki ar-Raqim,banyak mufasir yg memaknai kata “ar-Raqim” dengan silang pendapat yg berbeda². Menurut al-Aufi,Ibn Qatadah & ad-Dahak dari Ibn Abbas menyatakan bahwa ar-Raqim adalah suatu lembah yg luas di dalam gua Kahfi. Menurut ast-Tsauri dari Ikrimah menyatakan bahwa ar-Raqim merupakan sebuah perkampungan yg berada di dalam gua namun pendapat yg paling masyhur adalah Abdur Rahman bin Zaid yg menyatakan bahwa ar-Raqim merupakan sebuah catatan atau tulisan,hal ini di dasarkan pada QS.83:9 berupa “kitabun marqum” atau suatu kitab yg tertulis maka dengan melihat pendapat para mufasir tersebut bahwa ar-Raqim merupakan suatu tempat yg di pahami sebagai lembah yg luas atau suatu perkampungan yg mendeskripsikan “catatan²” pengalaman akan kebesaran Allah.Artinya di dalam gua Kahfi itu terdapat semacam alam semesta tersendiri & hal ini menunjukkan bahwa gua Kahfi itu tak lain adalah sebuah lubang hitam,persis seperti hipotesis Poplawski yg menyatakan bahwa setiap lubang hitam berisi alam semesta yg mandiri.Hipotesis ini pernah sy bahas entah berapa tahun yg lalu,sy lupa.

Baca Juga :  Teori Konspirasi Chemtrails

Selanjutnya pada ayat 11 – 12, menyinggung tentang keberadaan Ashabul Kahfi di dalam gua,hal yg menantang disini adalah pihak mana yg paing tepat dalam perhitungannya mengenai waktu yg telah di lewati oleh para pemuda tersebut.Dalam relativitas khusus,tantangan ini merupakan kasus paradoks kembar yg dalam ayat itu sebut “al-Khizbain” atau 2 golongan pengamat yg dianggap sebagai kembar identik didalam pengukuran waktu. Pengamat yg berada di luar & di dalam goa akan mendapati perhitungan waktu yg berbeda sebagaimana pasangan kembar yg diam dengan yg bergerak.Hasilnya akan tampak membingungkan karena masing² pengamat melihat pengamat yg lain bergerak terhadap waktu & ketika kedua golongan itu bertemu ternyata detak waktu yg mereka lewati sama sekali berbeda.

Ketika kita berada di cakrawala peristiwa(event horizon), waktu yg berlalu terasa lebih lambat di bawah pengaruh medan gravitasi yg lebih kuat sehingga pengamat di luar event horizon akan berpikir mereka tetap terjaga namun karena efek dilasi waktu,maka pengamat luar akan melihat mereka seperti hibernasi atau tertidur, sebagaimana dinyatakan ayat 18 “Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur,padahal mereka tertidur”,hal ini mirip dengan situasi itu jika seorang pengamat melihat realitas dari luar event horizon yg akan mendapati waktu berputar lebih cepat & ketika mendekatinya maka seorang pengamat luar yg posisinya sangat jauh akan melihat orang yg berada di dalam lubang hitam tampak menjauh lalu lenyap. Al-Qur’an mendeskripsikan dengan kalimat “Dan jika kamu melihat mereka maka tentu kamu akan berpaling melarikan diri”.Ini merupakan konskuensi dari relativitas umum yg menjelaskan bahwa medan gravitasi obyek massif akan menyebabkan waktu melambat namun pengamat akan melihat dirinya terus menjauh hingga obyek yg diamati lenyap dalam lubang hitam.

Masih pada ayat yg sama,”…dan kamu pasti akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka”.Kenapa pengamat bisa merasa horor ketakutan melihat Ashabul Kahfi yg masuk ke dalam gua ?,karena saat pengamat luar melihat mereka di dalam lubang hitam maka waktu akan berlalu dengan sangat cepat karena mereka tertarik gravitasi yg sangat besar hingga pengamat akan melihat tubuh mereka tercabik² hingga level atomik oleh gaya tidal selanjutnya mereka akan mencapai singularitas di pusat lubang hitam dimana pengamat sudah tidak tahu apa yg terjadi pada mereka karena sudah tidak ada kesempatan untuk melihat informasi. Orang² yg berada dalam lubang hitam itu sudah terlempar ke masa depan sedangkan pengamat di luar lubang hitam merasakan masa yg lama atas kepergian mereka mirip film interstellar yg mana 1 jam di planet Miller setara dengan 7 tahun di kapal Endurance yg mengorbit di luar medan gravitasi lubang hitam Gargantua.

Baca Juga :  Galileo Galilei

Dalam ayat 19,salah satu dari Ashabul Kahfi itu bertanya kepada yg lain , “Sudah berapa lama kita tinggal di gua itu ?”.Teman² mereka menjawab, “Kita telah tinggal di sini selama sehari atau setengah hari”,hal ini tepat sebagaimana teori relativitas Einstein yg mendeskripsikan bahwa para penjelajah waktu akan merasakan detak waktu yg jauh lebih singkat.Jawabannya ada pada ayat 25 “Dan mereka tinggal dalam gua selama 300 tahun & ditambah 9 tahun” artinya 1 hari setara dengan 309 tahun bila di hitung dengan dengan dilasi waktu gravitasional t₀/t = √(1 – 2GM/rc²) di mana r adalah jari² gua yg konon ±180 cm maka massa lubang hitam yg terbentuk di dalam gua kahfi tersebut adalah ±101 kali massa bumi & laju mereka saat terhisap dalam lubang hitam dalam gua Kahfi itu adalah 0,99999999996069c hingga tercabik² lenyap dalam kegelapan.

Selain itu kenapa redaksi al-Qur’an tidak langsung menyebutkan 309 tahun tapi dengan isyarat 300 di tambah 9 tahun ? inilah akurasi perbandingan 2 kalender syamsiah & qomariah yg di tawarkan oleh al-Qur’an di mana satu putaran kalender komariah berarti jangka waktu bumi melakukan revolusi yaitu 365,2422 hari jika di kali 300 hasilnya 109572,66. Dalam satu tahun qomariah terdapat 12 bulan dengan hitungan hari berdasarkan revolusi bulan 29,53 hari yg bila dikalikan hasilnya 354,36.Maka 109.572,66/354,36 ≈ 309.Jadi selain kejelasan mengenai fenomena paradoks kembar,kisah ashabul kahfi juga memberikan perbandingan yg cukup akurat mengenai jumlah tahun masehi(syamsiah) dengan tahun hijriyah(qomariah) yg mana sistem penanggalan masehi pada saat itu belum dikenal oleh bangsa Arab.

Source : Zahir Mahzar

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia on Patreon!

Content Protection by DMCA.com
 
%d blogger menyukai ini: