Waktu Baca: 3 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
386f0 covid 19 e1583195638154 1
You have reacted on "Mengenal Apa itu atau !" A few seconds ago

Mengenal Apa itu atau berikut penjelasannya, Sejak awal 2020, dunia gempar oleh atau baru yang menyerang pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian. yang berasal dari Wuhan, China, ini dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia. Lalu, apa sebenarnya atau ? atau merupakan keluarga yang menaungi - yang terjadi saat ini, pada 2002, dan -CoV pada 2012. Kata sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Bentuk menyerupai mahkota. Sedang yang disebabkan - disebut , akronim dari disease 19.

Mengenal Apa itu Coronavirus atau COVID-19
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News
Trending sekarang :  Perbedaan COVID-19 atau Coronavirus, MERS dan SARS

Namun, masa inkubasi ini sekitar 14 hari. Berarti, bisa jadi Anda memiliki tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya. Jika memiliki gejala tersebut dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.

  • Mengenal lebih dalam menyebar ?

bersifat zoonotik. Ini berarti, pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia. Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran bisa melalui droplet pernapasan. Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia. Sehingga, akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya. Kemudian, akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.

  • Siapa yang berisiko terinfeksi ?

Anda akan berisiko terinfeksi ketika berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi . Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi . Melansir Healthline, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari lalu melaporkan, rata-rata orang yang terinfeksi berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki. Itu berarti, orangtua dan laki-laki rentan terinfeksi . Selain itu, orang dengan penyerta juga lebih rentan terinfeksi .

  • Mengenal lebih dalam penanganan ?

Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi ini. Tapi, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran . Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat bekerja pada pasien. Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien. Monitoring dan terapi tersebut meliputi isolasi, implementasi PPI, serial foto toraks, suplementasi oksigen, antimikroba empiris, terapi simplomatik, terapi cairan, ventilasi mekanis, penggunaan vasopressor, observasi, serta pemilahan terapi penyerta.

  • Apa saja kemungkinan komplikasi dari ?

Komplikasi paling serius dari infeksi adalah sejenis pneumonia yang disebut novel -infected pneumonia (NCIP). Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumahsakit di Wuhan, China, sekitar 26% mengalami yang parah dan harus dirawat di ruang ICU. Sekitar 4,3% di antaranya mengalami kematian. Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan . Tetapi, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien , di antaranya:

    • Acute respiratory distress syndrome (ARDS).
    • Detak jantung tidak teratur (arrhythmia).
    • Kejang kardiovaskular.
    • Nyeri otot yang parah (myalgia).
    • Kelelahan.
    • Serangan jantung.
  • Bagaimana cara mencegah terinfeksi ?

Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran , Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

    • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.
    • Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.
    • Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala .
    • Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.
    • Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.
    • Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, dan meja.
    • Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.
  • Informasi :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini