Waktu Baca: 4 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Mutasi Virus Corona
You have reacted on "Mengenal Tiga Tipe " A few seconds ago

Mengenal Tiga Tipe , adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik baik pada taraf tingkatan gen maupun pada tingkat kromosom. pada tingkat gen disebut titik, sedangkan pada kromosomal biasanya disebut aberasi. pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya variasi-variasi baru pada spesies. terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya, radioaktif, sinar ultraviolet, sinar X, serta loncatan energi listrik seperti petir. Individu yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotipe) akibat disebut mutan. Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami perubahan sifat (individu tipe liar atau “wild type”). Sejumlah peneliti dunia sedang meneliti . Sejauh ini ditemukan telah bermutasi menjadi tiga tipe. tipe A merupakan tipe paling awal , tipe B merupakan hasil dari tipe A dan mudah menginfeksi sistem kekebalan tubuh manusia sementara tipe C menyebar ke Singapura, Hong Kong, Korea Selatan hingga Brasil. Peneliti di Inggris dan Jerman menemukan ada tiga tipe virus yang sedang menginfeksi lebih 1,8 juta penduduk dunia saat ini. Ketiganya mereka beri label A, B, dan C. Melansir dari situs Universitas Camridge, varian A paling dekat dengan yang ditemukan pada kelelawar di , Hubei, Tiongkok, tempat awal terjadi pada Desember 2019. Namun anehnya, varian ini bukan penyebab infeksi besar terjadi di kota tersebut. Varian A justru banyak ditemukan pada pasien di dan .

Trending sekarang :  Penyakit Endemi Dalam Sejarah Dunia

Yang banyak ditemukan di Timur justru tipe B. Varian ini tidak melakukan banyak perjalanan. Para peneliti menduga adanya resistensi terhadap tipe B di luar wilayah itu. Lalu, varian C merupakan tipe yang banyak menginfeksi wilayah . Pasien awal yang berasal dari Prancis, Italia, Swedia, dan Inggris tekena virus ini. Tidak ditemukan sampel di daratan Tiongkok, namun pasien serupa ada di Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan. Penulis utama penelitian ini Doktor Peter Forster mengatakan, para ilmuwan telah memetakan beberapa penyebaran asli melalui . Data sampelnya diambil di seluruh dunia untuk kasus yang terjadi pada 24 Desember 2019 sampai 4 Maret 2020. Hasilnya, ada tiga garis keturunan virus yang berbeda. Varian A digambarkan sebagai penyebab terjadinya . Lalu, yang B berasal dari A tapi dipisahkan dua . Terakhir, tipe C yang disebut “anak” dari varian B.

ini bergerak dengan cepat. Karena itu, penelitian memakai algoritma jaringan matematika untuk memvisualisasikan semua pohon keluarga virus tersebut dengan masuk akal. “Teknik ini lebih dikenal untuk memetakan pergerakan populasi manusia prasejarah melalui ,” kata ahli genetika dari Universitas Cambridge itu, Kamis (9/4). “Kami pikir ini adalah pertama kalinya teknik tersebut digunakan untuk melacak rute infeksi , seperti .” Temuan ini telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences pada pekan lalu. Perangkat lunak yang digunakan untuk penelitian ini tersedia gratis di situs fluxus-technology.com. Para peneliti menyakini teknik jaringan genetik yang mereka terapkan dapat melacak rute infeksi dengan akurat. Misalnya, soal jalan awal masuknya virus ke Italia berasal dari Jerman. Sedangkan rute infeksi awal di Negeri Pizza lainnya terkait dengan kluster kasus di Singapura. Metode filogenetik juga dapat dipakai untuk memprediksi titik dan penyebaran penyakit di masa depan. “Analisis jaringan filogenetik memiliki potensi membantu mengidentifikasi sumber infeksi yang tidak terdokumentasi,” ujar Forster.

Trending sekarang :  Penjelasan MUI Tentang Panduan Ramadan di Tengah Pandemi Corona

Ikatan Dokter Indonesia masih belum bisa memastikan yang menginfeksi Indonesia berasal dari varian yang mana. “Memang sesuai hasil penelitian ada tiga varian. Tapi untuk di Indonesia belum tahu apakah seperti di Singapura yang varian C atau bukan,” kata Wakil Ketua Umum IDI M Adib Khumaidi, seperti dilansir dari Merdeka.com. Sampai saat ini pun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai efek penyakit yang ditimbulkan oleh ketiga varian itu berbeda atau tidak. Adib mengatakan merupakan hal yang wajar karena mikroorganisme kerap beradaptasi dengan lingkungan. Tersedia di September 2020 Selain penyebaran dan mutasinya, para penelitia dunia juga sedang berlomba-lomba mengembangkan . Universitas Oxford menargetkan vaksi ini akan tersedia pada September 2020. Profesor Vaksinologi Universitas Oxford Sarah Gilbert mengatakan uji coba pada manusia akan dimulai dua pekan lagi. Antivirus ini diyakini akan efektif digunakan untuk menangkal . “Ini bukan hanya dugaan, setiap pekan kami memiliki lebih banyak data untuk dipelajari,” kata Sarah dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4).

Trending sekarang :  Parhelion Atau Matahari Kembar

Gilbert mengatakan dirinya sedang berdiskusi dengan pemerintah Inggris mengenai pendanaan antivirus ini. “Saya 80% yakin ( bekerja),” kata Gilbert. Jika berhasil, ini akan digunakan oleh petugas Departemen Kesehatan Inggris, orang tua, serta pasien yang punya penyakit pendahulu. Selain Gilbert, tim pengembangan Universitas Oxford dipimpin oleh Profesor Andrew Pollard, Prof Teresa Lambe, Prof Adrian Hill, dan Dr Sandy Douglas. Mereka telah menyusun rangkaian genetika adenovirus di ChAdOx1 demi memacu kekebalan dari . Para peneliti Universitas Oxford sebelumnya menjelaskan pengembangan sejak Januari 2020. Beberapa dari peneliti ini juga telah berpengalaman membuat serta Middle East Respiratory Syndrome ().

Mutasi Virus Corona
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini