Mengetahui Kandungan Unsur di Bintang

59 / 100

SEO Score

Bintang dan semua obyek yang ada di luar angkasa tidak akan pernah bisa disentuh oleh para pengamat atau manusia yang tinggal di Bumi.  Karena itu, berbeda dari percobaan sains lainnya yang bisa memegang langsung benda yang diteliti, para astronom hanya bisa melihat benda yang ia lihat dari kejauhan.

Tidak tanggung-tanggung juga jauhnya karena jaraknya bukan beberapa puluh atau ribuan kilo meter melainkan bisa lebih dari trilyunan kilometer. Saking jauhnya para astronom tak bisa lagi menuliskan banyaknya nol di belakang angka yang jadi jarak benda-benda langit. Karena itu para astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk mempermudah mereka menghitung dan mengingat jarak benda-benda langit.

Jarak Matahari - Bumi 150 juta km. Jarak Proxima Centauri, bintang terdekat dari Matahari 4,24 tahun cahaya. Kredit: NASA

Jarak Matahari – Bumi 150 juta km. Jarak Proxima Centauri, bintang terdekat dari Matahari 4,24 tahun cahaya. Kredit: NASA

Nah bintang yang paling dekat adalah Matahari yang jaraknya 150 000 000 km atau 8 menit cahaya. Itu pun tidak bisa kita sentuh. Tapi bisa kita rasakan dan lihat keberadaannya lewat panas dan cahaya yang dipancarkan Matahari.  Bintang berikutnya yang paling dekat dengan Bumi setelah Matahari adalah Proxima Centauri yang jaraknya 4,24 tahun cahaya. Dan di langit malam pun hanya tampak sebagai titik. Sekarang bagaimana astronom tahu unsur apa saja yang terdapat di dalamnya?

Baca Juga :  Galileo Galilei

Cara astronom menyelidiki bintang-bintang mirip dengan polisi yang mencari penjahat. Mereka menelusuri penjahat dan mengetahui identitas seorang penjahat dari data sidik jarinya. Astronom pun demikian. Mereka bisa mengenali sebuah bintang dan unsur penyusunnya setelah mempelajari sidik jari bintang.

Apa yang jadi sidik jari bintang? Cahaya!

Yang bisa diterima dan diteliti oleh astronom dari benda-benda langit adalah cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan si benda langit. Cahaya bintang inilah yang menjadi sumber informasi bagi astronom.

Spektrum Matahari

Spektrum Matahari

Ketika astronom mengamati bintang lewat teleskop, maka yang diterima adalah cahaya bintang yang dipancarkan dalam berbagai panjang gelombang. Dan setiap panjang gelombang akan menghasilkan warna yang berbeda. Artinya, cahaya yang dipancarkan bisa diurai atau dipisah dalam warna-warna yang berbeda seperti warna pelangi. Kamu bisa mencobanya dengan melewatkan cahaya melalui prisma. Kamu akan melihat warna pelangi dari cahaya yang tadinya berwarna putih itu. Cahaya yang sudah dipisah dalam berbagai warna inilah yang disebut spektrum.

Astronom  adalah astronom pertama yang menyadari bahwa ternyata warna yang ada pada cahaya punya hubungan dengan unsur kimia dan temperatur bintang.

Pola warna yang dihasilkan unsur kimia. Kredit: Amateur Spectroscopy

Pola warna yang dihasilkan unsur kimia. Kredit: Amateur Spectroscopy

Jadi setiap unsur kimia memiliki pola warna yang unik dan menjadi sidik jari. Pola warna unik itu bisa diketahui ketika unsur-unsur tersebut dipanaskan dan gas yang dihasilkan setiap unsur yang berbeda akan punya warna yang berbeda pula. Untuk bisa mengetahui unsur kimia di bintang, para astronom mencocokan warna bintang yang diterima dalam spektrum dengan pola warna dari setiap unsur kimia. Dengan cara inilah para astronom bisa mengetahui unsur-unsur yang terkandung di dalam bintang.

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia on Patreon!

Content Protection by DMCA.com
 
%d blogger menyukai ini: