Modifikasi atau Berpotensi Semakin Ganas, Berikut penjelasan ilmiahnya. masih menjadi perhatian hingga hari ini. Proses penyebaran dan penularan yang menyerang organ pernapasan itu pun masih banyak dipertanyakan. Terlebih, ada banyak bermunculan di media berkaitan dengan cara penularan dan persebaran itu. Terbaru, sebuah berdurasi 18 menit menyebut jika persebaran tergantung pada asam amino tersebut. Dalam juga disampaikan jika semakin banyak asam amino , maka semakin cepat tersebut menyebar. tersebut saat ini ramai diperbincangkan di beberapa grup pesan singkat .

Lantas apakah klaim yang tertuang dalam tersebut benar adanya? Bagaimana sebenarnya penjelasan berkaitan dengan cara penularan ini?

Staf Pengajar Mikrobiologi Fakultas Brawijaya , dr. Andrew William Tulle, MSc. menjelaskan, secara , perubahan urutan asam nukleat (/) akan mengakibatkan perubahan gen dan akan berimbas pada asam amino yang dihasilkan.

Trending sekarang :
Listrik Gratis 6 Bulan Mei-Oktober 2020

“Sehingga sifat atau karakteristik akan berubah juga,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/).

Meski begitu, ketika ada perubahan pada gen atau hilangnya gen, bukan berarti akan membuat tak ganas. Termasuk ketika ada penambahan gen dan asam amino, bukan berarti akan membuat semakim ganas.

“Jadi tidak selalu seperti itu. Tergantung gen apa dan asam amino apa yang berubah,” terangnya.

Sejauh ini, menurutnya belum ada penelitian atau kejadian yang mengarah pada klaim dalam yang banyak diperbincangkan publik tersebut. Karena belum ada penelitian yang membuktikan jumlah asam amino berpengaruh terhadap keganasan sebuah . Kondisi itu berbeda dengan pasa 2002 dan 2003 lalu. Di mana telah terjadi mutasi dan ada protein yang hilang. Protein itu sendiri mmemang sangat menentukan sifat ganas dari itu sendiri. Sehingga, jika protein berkurang akan berpengaruh pada keganasan .

“Sehingga pada akhirnya mereda juga,” terang dia.

Trending sekarang :
Penaikan Bendera 17 Agustus 2020

Andrew menegaskan jika memiliki asam amino yang berbeda dengan maupun . Lantaran ke tiganya dalam spesies yang berbeda. Artinya, urutan asam nukleatnya akan berbeda. Akibatnya gennya berbeda dan asam aminonya juga berbeda.

“Walaupun bedanya tidak terlalu jauh. Kalau mirip, maka tidak dikelompokan dalam spesies yang berbeda,” jelas Andrew.

Sementara itu, dalam berbagai penelitian dijelaskan jika pada dasarnya hanya bisa hidup dalam makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, , dan . Hal itu dikarenakan tidak mempunyai perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Ketika tidak berada di dalam atau tidak dalam proses menginfeksi , berada dalam bentuk partikel independen yang disebut virion. Virion terdiri atas materi genetik berupa asam nukleat ( atau ) yang diselubungi lapisan protein yang disebut kapsid. Khusus untuk dan , study menyebut jika covid masuk ke dalam inang melalui reseptor Angiotensin-Converting Enzyme (ACE)-2, suatu protein yang terdapat di dalam inang, terutama paru, hati, dan ginjal.

Trending sekarang :
Bisnis Rumahan Kreatif Saat Pandemi Virus Corona

Kemudian, analisis molekuler menemukan adanya kemiripan susunan genetik antara , , dan . Temuan terbaru adalah diketahuinya asam amino tertentu pada ACE-2 yang dapat dikenali oleh virus , yang merupakan jalan masuk virus ini ke dalam tubuh inang.(pip/yah)

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Modifikasi Virus Corona atau COVID19 Berpotensi Semakin Ganas dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News