Waktu Baca: 6 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on " (570 M – 632 M)" A few seconds ago

Jatuhnya pilihan saya kepada dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal-usul dari keluarga sederhana, menegakkan dan menyebarkan salah satu dari terbesar di dunia, . Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. lahir pada tahun 570 M, di kota , di bagian agak selatan , suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta . Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluar biasaannya sebagai manusia.

Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk tertentu kecuali penyembah berhala Di kota ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk dan , dan besar kemungkinan dari merekalah untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.

Selama tiga tahun hanya menyebar terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, hijrah ke Madinah, kota di utara berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.

Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan . Di dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak , kembali ke selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk . Dan tatkala wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero bagian selatan.

Trending sekarang :  Apollo 11 : Mengapa Foto Di Bulan Terlihat Berkibar ?

Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari -kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan , , dan . Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.

Tapi, penaklukan besar-besaran –di bawah pimpinan sahabat dan penggantinya dan Umar ibn al-Khattab– itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak Visigothic di Spanyol.

Peta Kekuasaan sekitar 632-740

Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan akan membabat habis semua . Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan - telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan , selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk .

Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia , merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang . Sementara itu, dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara . , tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut bertebaran di , Tengah, lebih-lebih Pakistan dan sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua , nyaris kebalikannya: adanya baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.

Trending sekarang :  Pejuang Islam Yang Dilaknat Agamanya Sendiri

Apakah pengaruh yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain juga, punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk dua kali lipat besarnya dari pemeluk , dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan lebih tinggi dari dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan ketimbang peranan terhadap . Biarpun bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika (sampai batas tertentu berbeda dengan ), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi , tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari .

Sebaliknya bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia “pencatat” Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum , pengaruh dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh dalam lebih besar dari pengaruh dan St. Paul dalam dunia digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut , tampaknya pengaruh setara dengan dalam sejarah kemanusiaan.

Lebih jauh dari itu (berbeda dengan ) bukan semata pemimpin tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Trending sekarang :  Riba

Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa . Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan.

MohammedCovenant
Naskah Perlindungan oleh saw. kepada penghuni Biara St. Catherine di Sinai, Sinai Selatan, Mesir

Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 – 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.

Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri sehingga saya menganggap dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Situs Web

http://uk.encarta.msn.com/encyclopedia_761553918/Muhammad_(c_570-632).html
http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad
http://en.wikipedia.org/wiki/Sira
http://media.isnet.org/v01/islam/Haekal/Muhammad/
http://en.wikipedia.org/wiki/Achtiname_of_Muhammad

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini