Ekonomi Zimbabwe

Ekonomi Zimbabwe menyusut setelah tahun 2000, sehingga mengakibatkan kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Keterlibatan Zimbabwe dalam perang di Republik Demokratik Kongo antara tahun 1998 hingga 2002 menjadi salah satu penyebab kemunduran karena memakan biaya ratusan juta dollar.[9] Namun, semenjak tahun 2008, ekonomi Zimbabwe mulai membaik dan menjadi salah satu dengan pertumbuhan paling pesat di Afrika. Antara tahun 2009 hingga 2011, rata-rata pertumbuhan PDB Zimbabwe tercatat sebesar 7,3 persen.[10]

Hiperinflasi merupakan masalah besar antara tahun 2003 hingga April 2009, ketika Zimbabwe memutuskan untuk menghentikan penggunaan mata uangnya. Zimbabwe mengalami hiperinflasi sebesar 231 juta persen pada tahun 2008.[11] Kini Zimbabwe pada umumnya menggunakan mata uang dollar Amerika Serikat.

Catatan kaki

  1. ^ "The Zimbabwe Situation". The Zimbabwe Situation. 2008-07-16. Diakses tanggal 2010-05-30. 
  2. ^ "Zimbabwe unemployment 11%". AFP. 2009-01-29. Diakses tanggal 2009-04-25. 
  3. ^ "Zim unemployment soars to 94%". News 24. 29 January 2009. Diakses tanggal 20 October 2014. 
  4. ^ "Doing Business in Zimbabwe 2012". World Bank. Diakses tanggal 2011-11-21. 
  5. ^ "Export Partners of Zimbabwe". CIA World Factbook. 2012. Diakses tanggal 2013-07-28. 
  6. ^ "Import Partners of Zimbabwe". CIA World Factbook. 2012. Diakses tanggal 2013-07-28. 
  7. ^ "The Zimbabwe Situation". The Zimbabwe Situation. Diakses tanggal 2010-05-30. 
  8. ^ "The Zimbabwe Situation". The Zimbabwe Situation. Diakses tanggal 2010-05-30. 
  9. ^ [1] CIA-factbook 2010, Zimbabwe - Economy
  10. ^ "Mail & Guardian - Zim unemployment skyrockets". Mail & Guardian. 30 January 2009. Diakses tanggal 2009-01-30. 
  11. ^ [2] Zimbabwe inflation hits 231 million per cent

Pranala luar