Waktu Baca: 2 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on "Pencari Online" A few seconds ago

(dari bahasa Arab: قبلة, translit. qiblah‎ yang berarti “arah”) adalah arah yang dituju umat dalam sebagian konteks ibadah, termasuk dalam salat. Arah ini menuju kepada bangunan Ka’bah di , , Arab Saudi, yang menurut umat adalah bangunan suci yang dibangun dua orang yaitu Ibrahim dan anaknya Ismail. Menurut kepercayaan umat , arah ini diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 144, 149, dan 150 yang diwahyukan kepada pada tahun ke-2 Hijriyah; sebelum ini dan pengikutnya di Madinah berkiblat ke arah Yerusalem. Selain untuk salat, juga merupakan arah berihram dalam haji, arah wajah hewan saat disembelih, arah jenazah seorang saat dimakamkan, arah yang dianjurkan untuk berdoa, serta arah yang dihindari untuk buang air serta membuang dahak. Dalam arsitektur masjid, umumnya terdapat mihrab yaitu relung pada salah satu dinding masjid untuk menunjukkan sisi yang mengarah ke . Pada praktiknya, dikenal dua cara menghadap , yaitu ‘ainul ka’bah (persis mengarah ke bangunan Ka’bah) atau jihatul ka’bah (kira-kira mengarah ke Ka’bah tanpa harus persis). Kebanyakan ulama berpendapat ‘ainul ka’bah hanya dituntut jika memungkinkan (misalnya di lokasi dan sekitarnya), dan jika tidak jihatul ka’bah dapat dilakukan.

Trending sekarang :  Arah Kiblat di Bumi Menurut ICOP

Secara teknis, definisi yang paling banyak digunakan ilmuwan adalah arah yang ditunjukkan lingkaran besar pada bola dunia yang menghubungkan suatu tempat dengan Ka’bah. Arah ini menunjukkan jarak terpendek yang dapat ditarik dari tempat tersebut ke arah Ka’bah. Definisi ini memungkinkan perhitungan () arah secara tepat melalui rumus trigonometri berdasarkan menggunakan koordinat lintang dan bujur setempat serta koordinat Ka’bah. Rumus trigonometri ini juga mendasari perangkat lunak seperti aplikasi telepon cerdas penunjuk arah , dan untuk menyusun tabel-tabel yang dapat digunakan dalam alat bantu seperti kompas . Selain itu, dalam dua kali setahun (yaitu 28 Mei pukul 12.18 Waktu Arab Saudi/16.18 Waktu Indonesia Barat dan 16 Juli pukul 12.27 WAS/16.27 WIB) Ka’bah berada tepat di bawah posisi matahari sehingga bayangan benda tegak pada kedua saat tersebut menunjukkan arah .

Trending sekarang :  Penjelasan MUI Tentang Panduan Ramadan di Tengah Pandemi Corona

Sebelum atau ilmu falak dikenal di Dunia , umat juga sempat menggunakan berbagai metode tradisional untuk menentukan arah , seperti mengikuti kebiasaan sahabat , mengikuti posisi terbit dan terbenam benda langit, atau arah angin. Setelah masuknya karya-karya Yunani, rumus-rumus matematis untuk mencari arah mulai dikembangkan ilmuwan , dan pada abad ke-9 dan ke-10 metode-metode yang setara dengan rumus modern telah ditemukan oleh para ilmuwan termasuk Habasy al-Hasib, An-Nairizi, dan Ibnu Yunus. Awalnya, metode matematis ini digunakan bersama-sama dengan berbagai metode tradisional sehingga -kota banyak memiliki masjid dengan bermacam-macam arah . Sejak abad ke-18 dan ke-19 metode penentuan posisi koordinat yang akurat telah tersedia, sehingga memungkinkan penghitungan arah secara matematis dengan hasil yang lebih akurat dibanding sebelumnya. Akan tetapi, masjid-masjid dengan beragam arah lama masih berdiri di -kota berpenduduk hingga saat ini. Menjelang misi antariksawan Malaysia Sheikh Muszaphar Shukor ke Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada Oktober 2007, muncul pembahasan mengenai arah dari luar angkasa. Menanggapi permintaan panduan dari Muszaphar, para ulama Malaysia mengurutkan prioritas arah yang dapat diikuti jika mungkin:

  1. Ka’bah
  2. “proyeksi Ka’bah” ke luar angkasa
  3. Bumi
  4. “ke mana saja”.
Trending sekarang :  Surat Utang Negara

Mereka juga menyebutkan pentingnya mengutamakan “apa yang memungkinkan”, senada dengan pendapat beberapa pemikir lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini