(dari bahasa Arab: قبلة, translit. qiblah‎ yang berarti “arah”) adalah arah yang dituju umat Islam dalam sebagian konteks ibadah, termasuk dalam salat. Arah ini menuju kepada bangunan Ka’bah di Masjidil Haram, , Arab Saudi, yang menurut umat Islam adalah bangunan suci yang dibangun dua orang Nabi yaitu Ibrahim dan anaknya Ismail. Menurut kepercayaan umat Islam, arah ini diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 144, 149, dan 150 yang diwahyukan kepada Muhammad pada tahun ke-2 Hijriyah; sebelum ini Muhammad dan pengikutnya di Madinah berkiblat ke arah Yerusalem. Selain untuk salat, juga merupakan arah berihram dalam haji, arah wajah hewan saat disembelih, arah jenazah seorang Muslim saat dimakamkan, arah yang dianjurkan untuk berdoa, serta arah yang dihindari untuk buang air serta membuang dahak. Dalam arsitektur masjid, umumnya terdapat mihrab yaitu relung pada salah satu dinding masjid untuk menunjukkan sisi yang mengarah ke . Pada praktiknya, dikenal dua cara menghadap , yaitu ‘ainul ka’bah (persis mengarah ke bangunan Ka’bah) atau jihatul ka’bah (kira-kira mengarah ke Ka’bah tanpa harus persis). Kebanyakan ulama berpendapat ‘ainul ka’bah hanya dituntut jika memungkinkan (misalnya di lokasi Masjidil Haram dan sekitarnya), dan jika tidak jihatul ka’bah dapat dilakukan.

Trending sekarang :
NABI MUHAMMAD (570 M - 632 M)

Secara teknis, definisi kiblat yang paling banyak digunakan ilmuwan Muslim adalah arah yang ditunjukkan lingkaran besar pada bola dunia yang menghubungkan suatu tempat dengan Ka’bah. Arah ini menunjukkan jarak terpendek yang dapat ditarik dari tempat tersebut ke arah Ka’bah. Definisi ini memungkinkan perhitungan (hisab) arah kiblat secara tepat melalui rumus trigonometri berdasarkan menggunakan koordinat lintang dan bujur setempat serta koordinat Ka’bah. Rumus trigonometri ini juga mendasari perangkat lunak seperti aplikasi telepon cerdas penunjuk arah kiblat, dan untuk menyusun tabel-tabel yang dapat digunakan dalam alat bantu seperti kompas kiblat. Selain itu, dalam dua kali setahun (yaitu 28 Mei pukul 12.18 Waktu Arab Saudi/16.18 Waktu Indonesia Barat dan 16 Juli pukul 12.27 WAS/16.27 WIB) Ka’bah berada tepat di bawah posisi matahari sehingga bayangan benda tegak pada kedua saat tersebut menunjukkan arah kiblat.

Trending sekarang :
LIVE Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020

Sebelum astronomi atau ilmu falak dikenal di Dunia Islam, umat Islam juga sempat menggunakan berbagai metode tradisional untuk menentukan arah kiblat, seperti mengikuti kebiasaan sahabat Nabi, mengikuti posisi terbit dan terbenam benda langit, atau arah angin. Setelah masuknya karya-karya astronomi Yunani, rumus-rumus matematis untuk mencari arah kiblat mulai dikembangkan ilmuwan Muslim, dan pada abad ke-9 dan ke-10 metode-metode yang setara dengan rumus kiblat modern telah ditemukan oleh para ilmuwan termasuk Habasy al-Hasib, An-Nairizi, dan Ibnu Yunus. Awalnya, metode matematis ini digunakan bersama-sama dengan berbagai metode tradisional sehingga kota-kota Muslim banyak memiliki masjid dengan bermacam-macam arah kiblat. Sejak abad ke-18 dan ke-19 metode penentuan posisi koordinat yang akurat telah tersedia, sehingga memungkinkan penghitungan arah kiblat secara matematis dengan hasil yang lebih akurat dibanding sebelumnya. Akan tetapi, masjid-masjid dengan beragam arah kiblat lama masih berdiri di kota-kota berpenduduk Muslim hingga saat ini. Menjelang misi antariksawan Malaysia Sheikh Muszaphar Shukor ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Oktober 2007, muncul pembahasan mengenai arah kiblat dari luar angkasa. Menanggapi permintaan panduan dari Muszaphar, para ulama Malaysia mengurutkan prioritas arah yang dapat diikuti jika mungkin:

  1. Ka’bah
  2. “proyeksi Ka’bah” ke luar angkasa
  3. Bumi
  4. “ke mana saja”.
Trending sekarang :
Misi Mars 2020, Peluncuran Perseverance Rover

Mereka juga menyebutkan pentingnya mengutamakan “apa yang memungkinkan”, senada dengan pendapat beberapa pemikir Muslim lainnya.

Content Protection by DMCA.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Pencari Kiblat Online dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News