Pertanyaan dan Jawaban Terkait Coronavirus atau COVID-19
sponsor topad
Daftar Isi sembunyikan
1) Berikut Pertanyaan dan Jawaban Terkait Coronavirus atau COVID-19 :
1.2) Apa itu COVID-19 ?
Pertanyaan Dan Jawaban Terkait Coronavirus Atau Covid-19
101KFE Assistant | Portal Education News

Pertanyaan dan Jawaban Terkait atau , Terkait atau Pemberitaan masif sekali di harus dibarengi kearifan dalam memilah yang diterima. Sebab, tak semua yang beredar di masyakarat, benar adanya. Apalagi dengan kecanggilan zaman sekarang, berbagai dengan mudah diperoleh. Tidak hanya melalui media konvensional dan , namun dari berbagai saluran lain, seperti media . Masyarakat diminta bijak dalam mengonsumsi -informasi yang diterima. Terlalu banyak mengonsumsi -berita seputar bisa menjadi bumerang, berpotensi menyebabkan kecemasan, kepanikan bahkan ketakutan. Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) RI berusaha memberikan sahih seputar , yang bisa menjadi rujukan untuk masyarakat.

Berikut Pertanyaan dan Jawaban Terkait atau :

adalah suatu kelompok yang dapat menyebabkan pada hewan atau . Beberapa jenis diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome () dan . jenis baru yang ditemukan menyebabkan .

adalah menular yang disebabkan oleh jenis yang baru ditemukan. Ini merupakan baru dan yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi di , , Desember 2019.

sponsor inad

-gejala yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, -gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan apa pun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan atau , punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas sebaiknya mencari pertolongan medis.

Covid-19
101KFE Assistant | Portal Education News

Orang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang terjangkit ini. COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Penularan COVID-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

Apakah penyebab COVID-19 ini dapat menular melalui udara?

Menurut penelitian sejauh ini, penyebab COVID-19 ini umumnya menular melalui kontak dengan percikan dari saluran pernapasan, bukan melalui udara. Lihat jawaban sebelumnya tentang “Bagaimana cara COVID-19 menyebar?”

Trending sekarang :
Astronot Wanita Indonesia

Apakah COVID-19 dapat menular dari orang yang tidak menunjukkan ? Cara utama penyebaran ini adalah melalui percikan saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk. Risiko penularan COVID-19 dari orang yang tidak ada sama sekali sangatlah rendah. Namun, banyak orang yang terjangkit COVID-19 hanya mengalami -gejala ringan, terutama pada tahap-tahap awal. Karena itu, COVID-19 dapat menular dari orang yang, misalnya, hanya batuk ringan tetapi merasa sehat. terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

Apakah saya dapat tertular COVID-19 dari feses orang yang terjangkit ini? Risiko penularan COVID-19 dari feses orang yang terinfeksi COVID-19 adalah kecil. Penelitian awal memang mengindikasikan bahwa dalam kasus-kasus tertentu ini bisa ada di feses, tetapi dalam konteks yang sedang terjadi ini, rute penularan ini tidak menjadi kekhawatiran. terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru. Namun demikian, karena risiko tetap ada (walaupun kecil), hal ini memperkuat alasan mengapa kita harus rajin mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.

  • Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi diri saya dan mencegah penyebaran ini?
Perlindungan untuk semua orang

Tetap ikuti terbaru tentang COVID-19 yang tersedia di web dan melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Anda. Di banyak di , kasus dan bahkan COVID-19 telah terjadi. dan beberapa lain telah berhasil memperlambat atau menghentikan yang terjadi di wilayahnya. Namun, situasi yang ada masih sulit diprediksi. Karena itu, tetaplah ikuti terbaru.

Anda dapat mengurangi risiko terinfeksi atau menyebarkan COVID-19 dengan cara melakukan beberapa langkah pencegahan:

  1. Seringlah mencuci tangan Anda dengan bersih mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Mengapa? Mencuci tangan dengan bersih yang mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol dapat di tangan Anda.
  2. Jaga setidaknya 1 meter dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. Mengapa? Ketika batuk atau bersin, orang mengeluarkan percikan dari hidung atau mulutnya dan percikan ini dapat membawa . Jika Anda terlalu dekat, Anda dapat menghirup percikan ini dan juga COVID-19 jika orang yang batuk itu terjangkit ini.
  3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Mengapa? Tangan menyentuh berbagai permukaan benda dan ini dapat tertempel di tangan. Tangan yang terkontaminasi dapat membawa ini ke mata, hidung atau mulut, yang dapat menjadi titik masuk ini ke tubuh Anda sehingga Anda menjadi sakit.
  4. Pastikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda mengikuti etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu bekas tersebut. Mengapa? Percikan dapat menyebarkan virus. Dengan mengikuti etika batuk dan bersin, Anda melindungi orang-orang di sekitar dari virus-virus seperti batuk pilek, dan COVID-19.
  5. Tetaplah tinggal di jika merasa kurang sehat. Jika Anda demam, batuk dan kesulitan bernapas, segeralah cari pertolongan medis dan tetap memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu. Ikuti arahan Dinas Kesehatan setempat Anda. Mengapa? Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan akan memiliki terbaru tentang situasi di Anda. Dengan memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu, petugas kesehatan yang akan merawat Anda dapat segera mengarahkan Anda ke yang tepat. Langkah ini juga melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.
  6. Tetap ikuti terbaru tentang hotspot-hotspot COVID-19 ( atau di mana COVID-19 menyebar luas). Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat tersebut – terutama jika Anda sudah berusia lanjut atau mengidap , sakit atau paru-paru Mengapa? Kemungkinan tertular COVID-19 lebih tinggi di tempat-tempat tersebut.

Perlindungan jika sedang berada di atau pernah berkunjung ke (dalam terakhir) di mana COVID-19 menyebar.

  1. Ikuti panduan di atas (Perlindungan untuk semua orang).
  2. Lakukan diri dengan cara tetap tinggal di jika Anda mulai merasa kurang sehat, bahkan jika gejalanya ringan seperti sakit kepala, demam berskala rendah (37.3 C atau lebih) dan pilek ringan, sampai Ana sembuh. Jika orang lain harus membawakan Anda persediaan atau jika Anda harus keluar, misal untuk membeli makanan, kenakanlah masker agar tidak menginfeksi orang lain. Mengapa? Jika Anda tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain dan tidak mengunjungi fasilitas medis, diri Anda dan orang lain akan terlindung dari virus COVID-19 dan lainnya dan fasilitas kesehatan akan dapat beroperasi lebih efektif.
  3. Jika Anda demam, batuk dan kesulitan bernapas, segera minta nasihat karena kondisi ini bisa jadi dikarenakan infeksi saluran pernapasan atau kondisi serius lainnya. Jika Anda sudah memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu, petugas kesehatan dapat lebih cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Hal ini juga membantu mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19 dan virus-virus lainnya.
  • Seberapa besar kemungkinan saya tertular COVID-19?

Risiko tertular tergantung lokasi Anda – lebih tepatnya, apakah sedang terjadi COVID-19 di sana. Di sebagian besar lokasi, risiko tertular COVID-19 masih rendah. Namun, ada tempat-tempat ( atau ) di seluruh di mana ini menyebar. Orang yang tinggal di atau mengunjungi -wilayah ini lebih berisiko tertular COVID-19. -pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil tindakan tegas setiap kali kasus COVID-19 baru teridentifikasi. Patuhilah larangan-larangan perjalanan, pergerakan atau pertemuan dengan jumlah peserta yang besar yang diberlakukan di tempat Anda berada. Bekerja sama dengan upaya-upaya pengendalian penyakit akan menurunkan risiko Anda tertular atau menyebarkan COVID-19.

Trending sekarang :
Mengenal Apa itu Coronavirus atau COVID-19 !

dan penularan COVID-19 dapat ditahan dan dihentikan, seperti yang terjadi di dan beberapa lain. Sayangnya, -wabah baru terjadi dengan cepat. Anda perlu mengetahui situasi di tempat Anda berada atau yang akan Anda kunjungi. mempublikasikan laporan terbaru tentang situasi COVID-19 di seluruh setiap harinya.

Laporan ini dapat dilihat di lihat di Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public

  • Siapa yang berisiko menderita penyakit serius?

Sementara ini kita masih perlu mempelajari dampak COVID-19 terhadap , tetapi sejauh ini lansia dan orang-orang yang sudah memiliki keadaan medis sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit , penyakit paru-paru, atau ) terindikasi mengalami sakit yang lebih parah.

  • Apakah antibiotik efektif mencegah dan menangani COVID-19?

Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan virus, melainkan hanya melawan infeksi . COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan untuk mengobati infeksi .

  • Apakah ada obat atau perawatan yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19?

Meskipun obat-obatan barat, tradisional atau buatan sendiri dapat meringankan -gejala COVID-19, obat-obatan yang ada belum terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit ini. tidak merekomendasikan tindakan mengobati diri sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, untuk mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Namun, beberapa obat-obatan barat dan tradisional sedang diuji klinis. akan terus memberikan terbaru seiring tersedianya temuan klinis.

  • Apakah ada , obat atau perawatan untuk COVID-19?

Belum ada. Hingga kini, belum ada dan obat melawan virus tertentu untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Namun, orang-orang yang sakit perlu mendapatkan perawatan untuk meredakan -gejalanya. Orang-orang yang sakit serius harus dibawa ke sakit. Sebagian besar pasien sembuh karena perawatan untuk yang dialami. Ada beberapa kandidat dan obat tertentu yang masih diteliti melalui uji klinis. mengkoordinasikan upaya menyediakan dan obat yang mencegah dan mengobati COVID-19.
Cara paling efektif melindungi diri dan orang lain dari COVID-19 adalah sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku yang terlipat atau tisu, dan menjaga setidaknya 1 meter dari orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. (Lihat Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru).

  • Apakah COVID sama dengan ?

Tidak. Virus penyebab COVID-19 dan virus penyebab 2003 memang memiliki hubungan genetik dengan satu sama lain, tetapi penyakit yang ditimbulkannya berbeda. lebih mematikan tetapi penularannya lebih rendah dibandingkan COVID-19. Tidak ada di mana pun sejak 2003.

  • Perlukah saya mengenakan masker untuk melindungi diri saya?

Kenakan masker hanya jika Anda sakit disertai -gejala COVID-19 (terutama batuk) atau merawat orang yang mungkin terjangkit COVID-19. Masker sekali pakai hanya dapat digunakan satu kali saja. Jika Anda tidak sakit dan tidak merawat orang yang sakit, namun Anda memakai masker maka Anda memboroskan masker. Telah terjadi kekurangan masker di mana-mana, sehingga mendorong orang-orang untuk menggunakan masker dengan bijak.
menyarankan agar masker medis digunakan secara bijak, sehingga pemborosan tidak terjadi dan masker tidak disalahgunakan (lihat Saran penggunaan masker).
Cara paling efektif melindungi diri dan orang lain dari COVID-19 adalah sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku yang terlipat atau tisu, dan menajga setidaknya 1 meter dari orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. Lihat Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

  • Cara mengenakan, menggunakan, melepas dan membuang masker
  1. Ingat, masker sebaiknya hanya digunakan oleh tenaga kesehatan, orang yang merawat orang sakit, dan orang-orang yang memiliki -gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.
  2. Sebelum menyentuh masker, bersihkan tangan dengan bersih mengalir dan sabun atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.
  3. Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang.
  4. Pastikan arah masker sudah benar (pita logam terletak di sisi atas).
  5. Pastikan sisi depan masker (sisi yang berwarna) menghadap depan.
  6. Letakkan masker di wajah Anda. Tekan pita logam atau sisi masker yang kaku sampai menempel sempurna ke hidung. 7. Tarik sisi bawah masker sampai menutupi mulut dan dagu.
  7. Setelah digunakan, lepas masker; lepas tali elastis dari daun telinga sambil tetap menjauhkan masker dari wajah dan pakaian, untuk menghindari permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.
  8. Segera buang masker di tempat sampah tertutup setelah digunakan.
  9. Bersihkan tangan setelah menyentuh atau membuang masker, gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol atau, jika tangan terlihat kotor, cuci tangan dengan bersih mengalir dan sabun.
  • Berapa lama masa inkubasi COVID-19?

Masa inkubasi adalah jangka antara terjangkit virus dan munculnya gejala penyakit. Pada umumnya masa inkubasi COVID-19 diperkirakan berkisar dari 1 hingga , umumnya sekitar lima hari. Perkiraan ini akan diperbarui seiring dengan tersedianya lebih banyak .

  • Apakah dapat terinfeksi COVID-19 dari hewan?

adalah kelompok virus yang biasanya terdapat pada binatang. Terkadang, orang terinfeksi virus-virus ini, yang kemudian menyebar ke orang lain, seperti dan -CoV. dikaitkan dengan musang, sedangkan -CoV ditularkan oleh unta. Hewan penular COVID-19 belum bisa dipastikan sampai saat ini. Untuk melindungi diri, misalnya saat mengunjungi hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan. Pastikan kebersihan makanan selalu dijaga. Berhati-hatilah ketika memegang daging, susu atau organ hewan mentah untuk menghindari kontaminasi dengan makanan mentah dan hindari konsumsi produk-produk hewan yang mentah atau tidak matang sempurna.

  • Apakah saya dapat tertular COVID-19 dari hewan peliharaan saya?

Tidak. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan pendamping atau peliharaan seperti kucing dan terinfeksi atau menyebarkan virus penyebab COVID-19. terus memantau penelitian terbaru tentang topik ini serta topik-topik COVID-19 lainnya dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

  • Berapa lama virus ini bertahan di atas permukaan?

Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan, tetapi perilaku virus ini menyerupai jenis-jenis lainnya. Penelitian , dan juga awal tentang virus penyebab COVID-19, mengindikasikan bahwa dapat bertahan di permukaan antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembapan lingkungan).
Jika Anda merasa suatu permukaan mungkin terinfeksi, bersihkanlah dengan disinfektan sederhana untuk virus dan melindungi diri Anda dan orang lain. Cuci tangan Anda dengan bersih mengalir dan sabun atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

  • Apakah paket dari tempat di mana COVID-19 telah dilaporkan terjadi aman untuk diterima?

Ya. Kecil kemungkinan barang komersial terkontaminasi dari orang yang terinfeksi dan kecil juga risiko tertular virus penyebab COVID-19 dari paket yang sudah berpindah, berada dalam perjalanan, dan terpapar kondisi serta suhu yang berbeda-beda.

  • Apakah ada hal yang tidak boleh saya lakukan?

Tindakan-tindakan berikut TIDAK efektif melawan COVID-19 dan bahkan bisa berbahaya:

    • Merokok.
    • Mengenakan lebih dari satu masker.
    • Meminum antibiotik (Lihat pertanyaan 10 “Apakah antibiotik efektif mencegah dan menangani COVID-19?”).

Apa pun keadaannya, jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, segeralah mencari pertolongan medis untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan sampaikan riwayat perjalanan Anda baru-baru ini kepada tenaga kesehatan.

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Pertanyaan dan Jawaban Terkait Coronavirus atau COVID-19 dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

Trending sekarang :
LIVE Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020
sponsor bottad

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini