pertanyaan dan jawaban terkait coronavirus atau covid-19
Waktu Baca: 9 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
4f1a9 pertanyaan dan jawaban terkait coronavirus atau covid 19 e1587030405455 1
You have reacted on "Pertanyaan dan Jawaban Terkait atau..." A few seconds ago

Terkait atau Pemberitaan masif sekali di Indonesia harus dibarengi kearifan dalam memilah informasi yang diterima. Sebab, tak semua informasi yang beredar di masyakarat, benar adanya. Apalagi dengan kecanggilan teknologi zaman sekarang, berbagai informasi dengan mudah diperoleh. Tidak hanya melalui media konvensional dan online, namun dari berbagai saluran lain, seperti . Masyarakat diminta bijak dalam mengonsumsi informasi-informasi yang diterima. Terlalu banyak mengonsumsi berita-berita seputar pandemi bisa menjadi bumerang, berpotensi menyebabkan kecemasan, kepanikan bahkan ketakutan. Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) RI berusaha memberikan informasi sahih seputar , yang bisa menjadi rujukan untuk masyarakat.

pertanyaan dan jawaban terkait coronavirus atau covid-19
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News
Daftar Isi tampilkan

1 Berikut Pertanyaan dan Jawaban Terkait atau :

adalah suatu kelompok yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit .

adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis yang baru ditemukan. Ini merupakan baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, Desember 2019.

Gejala-gejala yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes, punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas sebaiknya mencari pertolongan medis.

Orang dapat tertular dari orang lain yang terjangkit ini. dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit batuk atau mengeluarkan napas. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit . Penularan juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit . Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

Trending sekarang :  Galileo Percobaan Gravitasi Menara Pisa

Apakah penyebab ini dapat menular melalui udara?

Menurut penelitian sejauh ini, penyebab ini umumnya menular melalui kontak dengan percikan dari saluran pernapasan, bukan melalui udara. Lihat jawaban sebelumnya tentang “Bagaimana cara menyebar?”

Apakah dapat menular dari orang yang tidak menunjukkan gejala? Cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui percikan saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk. Risiko penularan dari orang yang tidak ada gejala sama sekali sangatlah rendah. Namun, banyak orang yang terjangkit hanya mengalami gejala-gejala ringan, terutama pada tahap-tahap awal. Karena itu, dapat menular dari orang yang, misalnya, hanya batuk ringan tetapi merasa sehat. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

Apakah saya dapat tertular dari feses orang yang terjangkit penyakit ini? Risiko penularan dari feses orang yang terinfeksi adalah kecil. Penelitian awal memang mengindikasikan bahwa dalam kasus-kasus tertentu ini bisa ada di feses, tetapi dalam konteks wabah yang sedang terjadi ini, rute penularan ini tidak menjadi kekhawatiran. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru. Namun demikian, karena risiko tetap ada (walaupun kecil), hal ini memperkuat alasan mengapa kita harus rajin mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.

  • Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi diri saya dan mencegah penyebaran penyakit ini?
Perlindungan untuk semua orang

Tetap ikuti informasi terbaru tentang wabah yang tersedia di situs web WHO dan melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan daerah Anda. Di banyak di dunia, kasus dan bahkan wabah telah terjadi. Pemerintah Tiongkok dan pemerintah beberapa lain telah berhasil memperlambat atau menghentikan wabah yang terjadi di wilayahnya. Namun, situasi yang ada masih sulit diprediksi. Karena itu, tetaplah ikuti berita terbaru.

Anda dapat mengurangi risiko terinfeksi atau menyebarkan dengan cara melakukan beberapa langkah pencegahan:

  1. Seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Mengapa? Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol dapat membunuh di tangan Anda.
  2. Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. Mengapa? Ketika batuk atau bersin, orang mengeluarkan percikan dari hidung atau mulutnya dan percikan ini dapat membawa . Jika Anda terlalu dekat, Anda dapat menghirup percikan ini dan juga jika orang yang batuk itu terjangkit penyakit ini.
  3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Mengapa? Tangan menyentuh berbagai permukaan benda dan penyakit ini dapat tertempel di tangan. Tangan yang terkontaminasi dapat membawa ini ke mata, hidung atau mulut, yang dapat menjadi titik masuk ini ke tubuh Anda sehingga Anda menjadi sakit.
  4. Pastikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda mengikuti etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu bekas tersebut. Mengapa? Percikan dapat menyebarkan . Dengan mengikuti etika batuk dan bersin, Anda melindungi orang-orang di sekitar dari -virus seperti batuk pilek, dan .
  5. Tetaplah tinggal di rumah jika merasa kurang sehat. Jika Anda demam, batuk dan kesulitan bernapas, segeralah cari pertolongan medis dan tetap memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu. Ikuti arahan Dinas Kesehatan setempat Anda. Mengapa? Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan daerah akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di wilayah Anda. Dengan memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu, petugas kesehatan yang akan merawat Anda dapat segera mengarahkan Anda ke fasilitas pelayanan kesehatan yang tepat. Langkah ini juga melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran dan infeksi lainnya.
  6. Tetap ikuti informasi terbaru tentang hotspot-hotspot (kota atau daerah di mana menyebar luas). Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat tersebut – terutama jika Anda sudah berusia lanjut atau mengidap diabetes, sakit jantung atau paru-paru Mengapa? Kemungkinan tertular lebih tinggi di tempat-tempat tersebut.

Perlindungan jika sedang berada di atau pernah berkunjung ke (dalam waktu 14 hari terakhir) wilayah di mana menyebar.

  1. Ikuti panduan di atas (Perlindungan untuk semua orang).
  2. Lakukan isolasi diri dengan cara tetap tinggal di rumah jika Anda mulai merasa kurang sehat, bahkan jika gejalanya ringan seperti sakit kepala, demam berskala rendah (37.3 C atau lebih) dan pilek ringan, sampai Ana sembuh. Jika orang lain harus membawakan Anda persediaan atau jika Anda harus keluar, misal untuk membeli makanan, kenakanlah masker agar tidak menginfeksi orang lain. Mengapa? Jika Anda tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain dan tidak mengunjungi fasilitas medis, diri Anda dan orang lain akan terlindung dari dan lainnya dan fasilitas kesehatan akan dapat beroperasi lebih efektif.
  3. Jika Anda demam, batuk dan kesulitan bernapas, segera minta nasihat dokter karena kondisi ini bisa jadi dikarenakan infeksi saluran pernapasan atau kondisi serius lainnya. Jika Anda sudah memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu, petugas kesehatan dapat lebih cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Hal ini juga membantu mencegah kemungkinan penyebaran dan -virus lainnya.
  • Seberapa besar kemungkinan saya tertular ?

Risiko tertular tergantung lokasi Anda – lebih tepatnya, apakah sedang terjadi wabah di sana. Di sebagian besar lokasi, risiko tertular masih rendah. Namun, ada tempat-tempat (kota atau wilayah) di seluruh dunia di mana penyakit ini menyebar. Orang yang tinggal di atau mengunjungi wilayah-wilayah ini lebih berisiko tertular . Pemerintah-pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil tindakan tegas setiap kali kasus baru teridentifikasi. Patuhilah larangan-larangan perjalanan, pergerakan atau pertemuan dengan jumlah peserta yang besar yang diberlakukan di tempat Anda berada. Bekerja sama dengan upaya-upaya pengendalian penyakit akan menurunkan risiko Anda tertular atau menyebarkan .

Trending sekarang :  Pertanyaan Tentang Virus Corona atau COVID19

Wabah dan penularan dapat ditahan dan dihentikan, seperti yang terjadi di Tiongkok dan beberapa lain. Sayangnya, wabah-wabah baru terjadi dengan cepat. Anda perlu mengetahui situasi di tempat Anda berada atau yang akan Anda kunjungi. WHO mempublikasikan laporan terbaru tentang situasi di seluruh dunia setiap harinya.

Laporan ini dapat dilihat di lihat di Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public

  • Siapa yang berisiko menderita penyakit serius?

Sementara ini kita masih perlu mempelajari dampak terhadap manusia, tetapi sejauh ini lansia dan orang-orang yang sudah memiliki keadaan medis sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) terindikasi mengalami sakit yang lebih parah.

  • Apakah antibiotik efektif mencegah dan menangani ?

Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan , melainkan hanya melawan infeksi bakteri. disebabkan oleh sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati . Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

  • Apakah ada obat atau perawatan yang dapat mencegah atau menyembuhkan ?

Meskipun obat-obatan barat, tradisional atau buatan sendiri dapat meringankan gejala-gejala , obat-obatan yang ada belum terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit ini. WHO tidak merekomendasikan tindakan mengobati diri sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, untuk mencegah atau menyembuhkan . Namun, beberapa obat-obatan barat dan tradisional sedang diuji klinis. WHO akan terus memberikan informasi terbaru seiring tersedianya temuan klinis.

Belum ada. Hingga kini, belum ada dan obat melawan tertentu untuk mencegah atau mengobati . Namun, orang-orang yang sakit perlu mendapatkan perawatan untuk meredakan gejala-gejalanya. Orang-orang yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit. Sebagian besar pasien sembuh karena perawatan untuk gejala yang dialami. Ada beberapa kandidat dan obat tertentu yang masih diteliti melalui uji klinis. WHO mengkoordinasikan upaya menyediakan dan obat yang mencegah dan mengobati .
Cara paling efektif melindungi diri dan orang lain dari adalah sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku yang terlipat atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. (Lihat Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru).

  • Apakah COVID sama dengan SARS?

Tidak. penyebab dan penyebab wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2003 memang memiliki hubungan genetik dengan satu sama lain, tetapi penyakit yang ditimbulkannya berbeda. SARS lebih mematikan tetapi penularannya lebih rendah dibandingkan . Tidak ada wabah SARS di mana pun sejak tahun 2003.

  • Perlukah saya mengenakan masker untuk melindungi diri saya?

Kenakan masker hanya jika Anda sakit disertai gejala-gejala (terutama batuk) atau merawat orang yang mungkin terjangkit . Masker sekali pakai hanya dapat digunakan satu kali saja. Jika Anda tidak sakit dan tidak merawat orang yang sakit, namun Anda memakai masker maka Anda memboroskan masker. Telah terjadi kekurangan masker di mana-mana, sehingga WHO mendorong orang-orang untuk menggunakan masker dengan bijak.
WHO menyarankan agar masker medis digunakan secara bijak, sehingga pemborosan tidak terjadi dan masker tidak disalahgunakan (lihat Saran penggunaan masker).
Cara paling efektif melindungi diri dan orang lain dari adalah sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku yang terlipat atau tisu, dan menajga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. Lihat Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

  • Cara mengenakan, menggunakan, melepas dan membuang masker
  1. Ingat, masker sebaiknya hanya digunakan oleh , orang yang merawat orang sakit, dan orang-orang yang memiliki gejala-gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.
  2. Sebelum menyentuh masker, bersihkan tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.
  3. Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang.
  4. Pastikan arah masker sudah benar (pita logam terletak di sisi atas).
  5. Pastikan sisi depan masker (sisi yang berwarna) menghadap depan.
  6. Letakkan masker di wajah Anda. Tekan pita logam atau sisi masker yang kaku sampai menempel sempurna ke hidung. 7. Tarik sisi bawah masker sampai menutupi mulut dan dagu.
  7. Setelah digunakan, lepas masker; lepas tali elastis dari daun telinga sambil tetap menjauhkan masker dari wajah dan pakaian, untuk menghindari permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.
  8. Segera buang masker di tempat sampah tertutup setelah digunakan.
  9. Bersihkan tangan setelah menyentuh atau membuang masker, gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol atau, jika tangan terlihat kotor, cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun.

Masa inkubasi adalah jangka waktu antara terjangkit dan munculnya gejala penyakit. Pada umumnya masa inkubasi diperkirakan berkisar dari 1 hingga 14 hari, umumnya sekitar lima hari. Perkiraan ini akan diperbarui seiring dengan tersedianya lebih banyak data.

  • Apakah manusia dapat terinfeksi dari hewan?

adalah kelompok yang biasanya terdapat pada binatang. Terkadang, orang terinfeksi -virus ini, yang kemudian menyebar ke orang lain, seperti dan . dikaitkan dengan musang, sedangkan ditularkan oleh unta. Hewan penular belum bisa dipastikan sampai saat ini. Untuk melindungi diri, misalnya saat mengunjungi pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan. Pastikan kebersihan makanan selalu dijaga. Berhati-hatilah ketika memegang daging, susu atau organ hewan mentah untuk menghindari kontaminasi dengan makanan mentah dan hindari konsumsi produk-produk hewan yang mentah atau tidak matang sempurna.

  • Apakah saya dapat tertular dari hewan peliharaan saya?

Tidak. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan pendamping atau peliharaan seperti kucing dan anjing terinfeksi atau menyebarkan penyebab . WHO terus memantau penelitian terbaru tentang topik ini serta topik-topik lainnya dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

  • Berapa lama ini bertahan di atas permukaan?

Belum dipastikan berapa lama penyebab bertahan di atas permukaan, tetapi perilaku ini menyerupai jenis-jenis lainnya. Penelitian , dan juga informasi awal tentang penyebab , mengindikasikan bahwa dapat bertahan di permukaan antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembapan lingkungan).
Jika Anda merasa suatu permukaan mungkin terinfeksi, bersihkanlah dengan disinfektan sederhana untuk membunuh dan melindungi diri Anda dan orang lain. Cuci tangan Anda dengan air bersih mengalir dan sabun atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

  • Apakah paket dari tempat di mana telah dilaporkan terjadi aman untuk diterima?

Ya. Kecil kemungkinan barang komersial terkontaminasi dari orang yang terinfeksi dan kecil juga risiko tertular penyebab dari paket yang sudah berpindah, berada dalam perjalanan, dan terpapar kondisi serta suhu yang berbeda-beda.

  • Apakah ada hal yang tidak boleh saya lakukan?

Tindakan-tindakan berikut TIDAK efektif melawan dan bahkan bisa berbahaya:

    • Merokok.
    • Mengenakan lebih dari satu masker.
    • Meminum antibiotik (Lihat pertanyaan 10 “Apakah antibiotik efektif mencegah dan menangani ?”).

Apa pun keadaannya, jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, segeralah mencari pertolongan medis untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan sampaikan riwayat perjalanan Anda baru-baru ini kepada .

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini