Imbau Warga Tidak , saat atau merupakan tradisi yang melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak di . Sebagai gambaran, pada 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh . Saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi bersama jajarannya, menyebut bahwa di tengah atau , mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran . “Bahkan laporan yang saya terima dari Gubernur , Gubernur DIY, pergerakan arus sudah terjadi lebih awal dari biasanya,” kata di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 30 Maret .

Sejak penetapan tanggap darurat di , ujar , telah terjadi arus terutama dari para pekerja informal di Jabodetabek menuju ke Jawa Barat, , Istimewa (DIY), serta ke . Selama 8 hari terakhir ini tercatat ada 876 armada antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, , , dan DIY. “Ini belum dihitung arus dini yang menggunakan transportasi massal lainnya misalnya kereta maupun kapal, dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi,” imbuhnya. Karena itu, Kepala menekankan beberapa hal, yaitu pertama, fokus saat ini adalah mencegah meluasnya dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Trending sekarang :
Baru Saja Dunia Bersiap Menghadapi Wabah COVID-19, Sebuah Jenis Virus Hanta Kembali

Kedua, demi keselamatan bersama, juga meminta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke . Menurutnya, imbauan-imbauan saja tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran . “Saya melihat sudah ada imbauan-imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur kepada perantau di Jabodetabek untuk tidak dan ini saya minta untuk diteruskan dan digencarkan lagi tapi menurut saya juga imbauan-imbauan seperti itu juga belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk memutus rantai penyebaran ini,” paparnya.

Ketiga, melihat bahwa arus yang terlihat lebih dini bukan karena faktor , tetapi karena memang terpaksa. Misalnya, banyak pekerja informal di Jabodetabek yang terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang akibat diterapkannya kebijakan tanggap darurat yaitu di , dari , dan di . “Karena itu, saya minta social safety net, jaring pengaman yang memberikan perlindungan di sektor formal, dan para pekerja harian, maupun ekonomi bagi usaha , usaha kecil, betul-betul segera dilaksanakan di lapangan. Sehingga para pekerja informal, buruh harian, asongan, semuanya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari,” jelasnya.

Trending sekarang :
Asal Mula Kehidupan - Bagaimana Kehidupan Dimulai di Bumi

Keempat, untuk keluarga yang sudah terlanjur , meminta kepada para gubernur, bupati, dan wali untuk meningkatkan pengawasannya. Menurutnya, pengawasan di masing-masing merupakan hal yang sangat penting. “Saya juga menerima laporan dari Gubernur , Gubernur DIY bahwa di provinsinya sudah menerapkan kesehatan yang ketat baik di desa maupun di kelurahan bagi para pemudik. Ini saya kira juga inisiatif yang bagus,” ungkapnya. juga mengingatkan agar penerapan kesehatan tersebut dilakukan secara terukur, tidak sampai menimbulkan langkah-langkah penapisan atau screening yang berlebihan bagi pemudik yang terlanjur pulang kampung. “Terapkan kesehatan dengan baik sehingga memastikan bahwa kesehatan para pemudik itu betul-betul memberikan keselamatan bagi warga yang ada di desa,” tandasnya.

Trending sekarang :
Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020

Terkait :

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Presiden Imbau Warga Tidak Mudik Lebaran dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News