Waktu Baca: 3 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Presiden Imbau Warga Tidak Mudik Lebaran e1589289388324
You have reacted on " Imbau Warga Tidak " A few seconds ago

Imbau Warga Tidak , saat atau merupakan tradisi yang melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak di Indonesia. Sebagai gambaran, pada tahun 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia. Saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi bersama jajarannya, menyebut bahwa di tengah korona atau , mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran . “Bahkan laporan yang saya terima dari , Gubernur DIY, pergerakan arus sudah terjadi lebih awal dari biasanya,” kata di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 30 Maret 2020.

Presiden Imbau Warga Tidak Mudik Lebaran
Imbau Warga Tidak 101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

Sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, ujar , telah terjadi percepatan arus terutama dari para pekerja informal di Jabodetabek menuju ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta ke . Selama 8 hari terakhir ini tercatat ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, , dan DIY. “Ini belum dihitung arus dini yang menggunakan transportasi massal lainnya misalnya kereta api maupun kapal, dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi,” imbuhnya. Karena itu, Kepala menekankan beberapa hal, yaitu pertama, fokus pemerintah saat ini adalah mencegah meluasnya dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Trending sekarang :  Cara Kerja GPS dan Tragedi MH 370

Kedua, demi keselamatan bersama, juga meminta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah. Menurutnya, imbauan-imbauan saja tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran . “Saya melihat sudah ada imbauan-imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur kepada perantau di Jabodetabek untuk tidak dan ini saya minta untuk diteruskan dan digencarkan lagi tapi menurut saya juga imbauan-imbauan seperti itu juga belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk memutus rantai penyebaran ini,” paparnya.

Ketiga, melihat bahwa arus yang terlihat lebih dini bukan karena faktor budaya, tetapi karena memang terpaksa. Misalnya, banyak pekerja informal di Jabodetabek yang terpaksa karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang akibat diterapkannya kebijakan tanggap darurat yaitu kerja di , dari , dan di . “Karena itu, saya minta percepatan program social safety net, jaring pengaman sosial yang memberikan perlindungan sosial di sektor formal, dan para pekerja harian, maupun program insentif ekonomi bagi usaha mikro, usaha kecil, betul-betul segera dilaksanakan di lapangan. Sehingga para pekerja informal, buruh harian, asongan, semuanya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari,” jelasnya.

Trending sekarang :  Ibu Rumah Tangga Positif Corona Padahal Tidak Keluar Rumah

Keempat, untuk yang sudah terlanjur , meminta kepada para gubernur, bupati, dan wali untuk meningkatkan pengawasannya. Menurutnya, pengawasan di daerah masing-masing merupakan hal yang sangat penting. “Saya juga menerima laporan dari , Gubernur DIY bahwa di provinsinya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di desa maupun di kelurahan bagi para pemudik. Ini saya kira juga inisiatif yang bagus,” ungkapnya. juga mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan tersebut dilakukan secara terukur, tidak sampai menimbulkan langkah-langkah penapisan atau screening yang berlebihan bagi pemudik yang terlanjur . “Terapkan protokol kesehatan dengan baik sehingga memastikan bahwa kesehatan para pemudik itu betul-betul memberikan keselamatan bagi warga yang ada di desa,” tandasnya.

Trending sekarang :  Kebohongan Bumi Datar atau Flat Earth 101, Blak-Blakan Mantan Anggotanya

Informasi Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini