Proses Pembuatan Vaksin
ads

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Proses Pembuatan Vaksin[/media-credit]

Proses Pembuatan , Pada situasi pandemik ini, selain obat untuk menyembuhkan , pembuatan untuk mencegah kejadian di masa mendatang juga merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu keberadaannya. Sebagaimana yang telah kita ketahui, adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu . terdiri dari banyak jenis dan kandungan, masing-masing tersebut dapat memberikan kita perlindungan spesifik terhadap suatu . sendiri mengandung , , atau yang merupakan agen penyebab yang telah dilemahkan atau sudah dimatikan. Nah, pada saat dimasukkan ke dalam tubuh seseorang, akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi . Proses pembentukan inilah yang disebut .

ads

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Perkembangan Percepatan Vaksin Covid-19 Secara Global[/media-credit]

Sepanjang sejarah umat , penemuan atau merupakan salah satu pencapaian yang gemilang dalam rangka promotif dan preventif kesehatan masyarakat. yang selama ini telah diberikan kepada masyarakat umum, telah menjalani berbagai proses yang menjamin keamanan pemberiannya, selama dilakukan sesuai dengan yang ada. Walaupun demikian, tetap saja, pemberian tidak 100% menjamin bahwa si penerima tidak akan terjangkit suatu . Pun, pada proses dan setelah pemberian sendiri, penerima mungkin akan mengalami beberapa efek samping, seperti misalnya demam yang timbul beberapa hari setelah pemberian . Oleh karena itu, pembuatan biasanya membutuhkan yang tidak sebentar, dapat bertahun-, bahkan belasan atau puluhan , karena memang tidak hanya efektivitasnya saja yang diuji, namun juga keamanan serta efek samping jangka pendek dan jangka panjang yang mungkin terjadi dengan pemberian vaksin tersebut.

Proses pembuatan vaksin dimulai dengan pemilihan . adalah zat atau senyawa yang dapat merangsang sistem imun kita untuk menghasilkan yang berfungsi sebagai perlawanan dan perlindungan tubuh kita dari infeksi atau . Dalam hal ini, , , , dan zat berbahaya lain seperti bahan juga dapat digolongkan sebagai bagi tubuh . Dalam proses pembuatan vaksin, pemilihan tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Pemilihan dan pengujian harus dilakukan dengan teliti, dan melalui pengujian yang berulang-ulang agar proses pembuatan vaksin berikutnya dapat berjalan dengan baik.

Trending sekarang :
Social Distancing atau Pembatasan Sosial

Setelah melalui proses pemilihan , proses selanjutnya adalah melakukan yang bertujuan untuk memisahkan dan menghilangkan zat atau senyawa yang tidak diperlukan dalam proses pembuatan vaksin. Umumnya, proses ini akan membutuhkan yang sangat lama karena untuk pembuatan vaksin harus benar-benar murni dan tidak terkontaminasi dengan zat lain. Setelah proses pemurnian, pada akan dilakukan proses non-aktivasi, yang mana, dapat dilakukan dengan jalan mematikan atau hanya melemahkan , tergantung dengan tipe vaksin yang akan kita buat.

Berikut adalah beberapa tipe vaksin berdasarkan kondisi antigennya :

[media-credit id=”1″ align=”aligncenter” width=”554″]Tipe Vaksin[/media-credit]

 

Selanjutnya, kita akan masuk ke proses formulasi vaksin, di mana proses ini adalah proses yang paling rumit dan membutuhkan kehati-hatian tingkat tinggi. Salah sedikiiit saja, proses pembuatan vaksin harus diulang dari awal. yang telah melalui proses-proses sebelumnya, akan ditambahkan dengan bahan adjuvant yang berfungsi untuk memperkuat respon imun, namun di sisi lain juga tetap melindungi sistem imun.

Setelah penambahan adjuvant, pembuatan vaksin akan masuk ke dalam tahap pengujian. Tahap pengujian ini tentunya tidak akan langsung diujikan ke . Tahap pengujian pertama adalah tahap pengujian di laboratorium, tanpa partisipasi dari inang (makhluk hidup). Setelah mendapatkan hasil yang memuaskan, tahap pengujian dapat dinaikkan ke pengujian pada hewan. Pengujian pada hewan sendiri umumnya dapat memakan hingga bertahun-, karena semua efek dan perkembangan, sekecil apapun, harus dicatat.

[media-credit id=”1″ align=”aligncenter” width=”400″]Pembuatan Vaksin[/media-credit]

Setelah kandidat lulus tahap pengujian pada hewan, vaksin baru akan diujicobakan pada . Tahap ini disebut sebagai uji klinis, dan akan melalui beberapa fase. Pada uji klinis fase I, akan dilakukan uji keamanan dan imunogenitas vaksin pada beberapa orang yang memiliki risiko rendah, yang umumnya, adalah orang dewasa muda yang tidak memiliki apapun. Uji klinis fase I ini bertujuan untuk menguji tolerabilitas terhadap vaksin. Selanjutnya akan dilakukan uji klinis fase II yang bertujuan untuk memantau keamanan vaksin, potensi munculnya efek simpang, respon imun, menentukan dosis optimal, serta jadwal dan jeda (jika vaksin harus diberikan lebih dari satu kali) pemberian vaksin.

Trending sekarang :
Antivaksin

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Vaksin Covid-19[/media-credit]

Selanjutnya, vaksin akan masuk ke uji klinis fase III yang bertujuan untuk melihat efikasi vaksin dalam mencegah yang ditargetkan. Efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi . Pada fase ini juga akan diamati lebih jauh tentang keamanan vaksin yang melibatkan tipe populasi yang lebih beragam, tidak hanya individu yang masih muda dan dalam kondisi sehat.

Setelah kandidat vaksin lolos uji klinis fase III, barulah akan dibuat Surat permohonan Izin Edar Vaksin yang diajukan kepada otoritas yang berwenang, kalau di , surat ini akan diajukan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pada proses pengajuan izin vaksin ini, BPOM akan melakukan analisa yang membandingkan antara efikasi dan efek samping yang berpotensi ditimbulkan oleh si vaksin. Setelah mendapatkan izin dari BPOM, barulah vaksin dapat masuk ke tahap pengenalan untuk dapat diedarkan dan digunakan ke masyarakat umum.

Apakah semuanya selesai setelah vaksin mendapat izin dan beredar di masyarakat?

Sayangnya tidak. Setelah vaksin mendapat lisensi dan diedarkan pun, pemantauan akan terus menerus dilakukan untuk mengidentifikasi dan mencatat reaksi vaksin yang jarang atau lambat terjadi. Pemantauan ini masuk sebagai uji klinis fase IV dan disebut sebagai surveilans pasca lisensi, yang mana bertujuan untuk memantau seluruh efek samping dari vaksin yang dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca (KIPI).

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Covid-19[/media-credit]

KIPI adalah setiap kejadian medis yang tidak diinginkan, terjadi setelah pemberian , dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin. KIPI sendiri merupakan reaksi yang dapat terjadi akibat komponen vaksin, cacat mutu vaksin, kesalahan prosedur saat vaksinasi, kecemasan pasien saat pemberian vaksinasi –misal, takut disuntik-, atau kejadian koinsiden. KIPI bisa berupa ringan yang berupa ketidaknyamanan –misal, rasa nyeri atau demam ringan setelah disuntik- hingga dan serius yang dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Pemantauan KIPI ini sangat penting, mengingat kepercayaan masyarakat terhadap yang masih relatif rendah dan belum merata. Jika ada satu saja KIPI yang tersorot –terutama yang sifatnya dan serius-, tentunya kepercayaan masyarakat terhadap akan semakin rendah. Walaupun demikian, sudah sepatutnya dan tenaga kesehatan tidak bosan memberikan terkait pentingnya vaksinasi untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat luas dari yang dapat membahayakan.

Trending sekarang :
LIVE Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020

Saat ini, peneliti dari seluruh tengah berjibaku untuk mengebut proses pembuatan vaksin . Jika semua prosesnya lancar, vaksin terhadap diperkirakan akan hadir dan siap diberikan ke masyarakat luas pada 2021. Jika memang hal tersebut dapat terjadi, tentunya ini merupakan suatu “rekor ” karena umumnya proses pembuatan vaksin membutuhkan belasan hingga puluhan . Kita doakan saja semoga proses pembuatan vaksinnya lancar, dan yang penting, semoga pandemik ini dapat segera berlalu, ya!

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Proses Pembuatan Vaksin dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here