Protokol Kesehatan COVID-19 Yang Baru
ads
Protokol Kesehatan Covid-19 Yang Baru
101KFE Assistant | Portal Education News

Yang Baru, belum juga bisa diredam secara tuntas. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan selama beberapa terakhir. Berbagai sudah dikeluarkan agar penyebaran baru ini bisa terhenti. Sayang, kenyataannya masih jauh dari harapan. Ini lantaran kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19 masih terbilang minim. Apalagi ketika memasuki masa atau kebiasaan baru. Berikut untuk penanganan .

ads

Padahal keganasan terutama cara penularannya malah semakin menjadi-jadi. Update terakhir Kesehatan atau (World Health Organization) mengonfirmasi bahwa atau bisa juga menular melalui udara alias airborne. Dalam yang diunggah pada 9 Juli , memperbarui pedoman mode penyebaran . Disebutkan bahwa beberapa melihat bahwa ada kemungkinan berukuran ekstra kecil (, , ) yang dihasilkan saat batuk atau bersin dapat membuat bertahan lama di udara.

Covid-19
101KFE Assistant | Portal Education News

Selama ini dianggap bisa menular melalui paparan (percikan liur) dari orang yang terinfeksi . Atau bisa juga dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah terutama bagian mulut, hidung dan mata. Merespon cara penularan melalui udara, Perhimpunan Paru (PDPI) menambahkan bahwa penularan secara airborne ini dapat terjadi terutama di ruangan tertutup. Hal inipun diamini pula oleh menurut Juru Bicara untuk Penanganan Achmad Yurianto. “Dari pemberitaan , diyakini, penularan ini tetap terjadi melalui . Hanya yang menjadi masalah ini adalah , ukurannya ini lebih kecil, dan bisa berada di udara relatif lebih lama, apalagi pada ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak maksimal, sehingga memungkinkan siapa pun yang nantinya berada di ruangan tersebut dan tidak terlidungi masker dengan baik berpotensi tertular” ujarnya.

Trending sekarang :
COVID-19

Nah, terkait cara baru penularan melalui udara, PDPI mengimbau agar masyarakat tidak panik dan mengikuti seperti yang diimbau berikut ini :

  1. Tetap waspada dan tidak panik.
  2. Hindari keramaian baik itu tempat tertutup maupun tempat terbuka.
  3. Gunakan masker di mana saja dan kapan saja bahkan dalam ruangan.
  4. Ciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik seperti, membuka jendela sesering mungkin.
  5. Tetap jaga kebersihan tangan serta hindari menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan.
  6. Selalu terapkan jaga pada aktivitas sehari-hari.

Selain itu Juru Bicara untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto juga menyoroti mengenai penggunaan Face Shield atau penutup wajah berbahan plastik atau mika untuk mencegah penularan COVID-19 yang kian marak belakangan ini. Dia mengimbau agar penggunaan face shield harus dibarengi dengan masker.

Trending sekarang :
Seluruh Pasien Virus Corona di Vietnam Dinyatakan Sembuh

“Penggunakaan masker mutlak dilakukan. Karena kita tahu, bisa mengambang di udara. untuk ukuran besar memang bisa dicegah menggunakan face shield. Tapi tetap kami menyarankan saudara sekalian, gunakan masker, lebih baik kalau bisa ditambah face shield. Tapi face shield saja tidak memberikan perlindungan maksimal,” katanya. Yurianto mengumpakan secara sederhana seperti asap rokok. “Jika dalam satu ruangan tertutup yang sirkulasinya tidak bagus, asapnya bisa bertahan lama. Jadi siapa pun yang hanya menggunakan face shield tanpa masker pasti bisa mencium asap ini. Kurang lebih demikian ini”.

Yurianto juga mengingatkan agar selalu memperhatikan sirkulasi udara baik di maupun di ruang . “Upayakan udara tersirkulasi denga baik dan udara tergantikan setiap hari. Penggunaan kipas angin hanya mutar-mutar udara. Jadi sebaiknya menggunakan exhaust untuk menggantikan udara baru,” katanya.

Selain itu Yurianto juga menegaskan sangat penting menggunakan masker dengan cara yang tepat baik di dalam atau di luar ruangan untuk mencegah tertular COVID-19. “Tidak menggunakan masker atau menggunakannya dengan cara tidak tepat, sangat memungkinkan terjadi penularan” ujarnya.

Trending sekarang :
Peta Persebaran COVID-19 Indonesia Lite

Yurianto juga menyoroti penggunaan masker saat sedang makan atau aktivitas lain yang mengharuskan melepas masker. Dia menganjurkan agar jika kondisi tersebut jangan melepas masker dengan cara menurunkannya ke bawah atau ke dagu. Ini karena area bawah dagu hingga leher yang tidak tertutup bisa saja terkontaminasi kuman atau . Sehingga saat masker diturunkan, maka kuman atau tersebut akan menempel pada masker. Dan saat masker kembali digunakan, maka berpeluang masuk ke mulut sehingga menimbulkan penularan. Untuk itu disarankan agar jika memang harus melepas masker, sebaiknya benar-benar dilepas kemudian dilipat atau disimpan dengan benar dan aman. Ini agar saat masker digunakan kembali, kondisinya masih baik.

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Protokol Kesehatan COVID-19 Yang Baru dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here