Protokol Kesehatan COVID-19 Yang Baru
ads

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Protokol Kesehatan Covid-19 Yang Baru[/media-credit]

Kesehatan Yang Baru, Pandemi belum juga bisa diredam secara tuntas. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Berbagai kesehatan virus sudah dikeluarkan agar penyebaran baru ini bisa terhenti. Sayang, kenyataannya masih jauh dari harapan. Ini lantaran kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19 masih terbilang minim. Apalagi ketika memasuki masa New Normal atau kebiasaan baru. Berikut video kesehatan pemerintah untuk penanganan COVID-19.

ads

Padahal keganasan terutama cara penularannya malah semakin menjadi-jadi. Update terakhir Organisasi Kesehatan Dunia atau (World Health Organization) mengonfirmasi bahwa virus atau bisa juga menular melalui udara alias airborne. Dalam dokumen yang diunggah pada 9 Juli 2020, memperbarui pedoman mode penyebaran COVID-19. Disebutkan bahwa beberapa studi melihat bahwa ada kemungkinan berukuran ekstra kecil (, COVID-19, WHO) yang dihasilkan saat batuk atau bersin dapat membuat bertahan lama di udara.

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Covid-19[/media-credit]

Selama ini dianggap bisa menular melalui paparan droplet (percikan liur) dari orang yang terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah terutama bagian mulut, hidung dan mata. Merespon cara penularan melalui udara, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menambahkan bahwa penularan secara airborne ini dapat terjadi terutama di ruangan tertutup. Hal inipun diamini pula oleh menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Achmad Yurianto. “Dari pemberitaan WHO, diyakini, penularan ini tetap terjadi melalui droplet. Hanya yang menjadi masalah ini adalah mikrodroplet, ukurannya ini lebih kecil, dan bisa berada di udara relatif lebih lama, apalagi pada ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak maksimal, sehingga memungkinkan siapa pun yang nantinya berada di ruangan tersebut dan tidak terlidungi masker dengan baik berpotensi tertular” ujarnya.

Trending sekarang :
Mengenal Tiga Tipe Mutasi Virus Corona

Nah, terkait cara baru penularan melalui udara, PDPI mengimbau agar masyarakat tidak panik dan mengikuti kesehatan tambahan seperti yang diimbau berikut ini :

  1. Tetap waspada dan tidak panik.
  2. Hindari keramaian baik itu tempat tertutup maupun tempat terbuka.
  3. Gunakan masker di mana saja dan kapan saja bahkan dalam ruangan.
  4. Ciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik seperti, membuka jendela sesering mungkin.
  5. Tetap jaga kebersihan tangan serta hindari menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan.
  6. Selalu terapkan jaga jarak pada aktivitas sehari-hari.

Selain itu Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Achmad Yurianto juga menyoroti mengenai penggunaan Face Shield atau penutup wajah berbahan plastik atau mika untuk mencegah penularan yang kian marak belakangan ini. Dia mengimbau agar penggunaan face shield harus dibarengi dengan masker.

Trending sekarang :
Peringkat COVID-19 Global Terkini

“Penggunakaan masker mutlak dilakukan. Karena kita tahu, bisa mengambang di udara. untuk ukuran besar memang bisa dicegah menggunakan face shield. Tapi tetap kami menyarankan saudara sekalian, gunakan masker, lebih baik kalau bisa ditambah face shield. Tapi face shield saja tidak memberikan perlindungan maksimal,” katanya. Yurianto mengumpakan secara sederhana seperti asap rokok. “Jika dalam satu ruangan tertutup yang sirkulasinya tidak bagus, asapnya bisa bertahan lama. Jadi siapa pun yang hanya menggunakan face shield tanpa masker pasti bisa mencium asap ini. Kurang lebih demikian ini”.

Yurianto juga mengingatkan agar selalu memperhatikan sirkulasi udara baik di rumah maupun di ruang kerja. “Upayakan udara tersirkulasi denga baik dan udara tergantikan setiap hari. Penggunaan kipas angin hanya mutar-mutar udara. Jadi sebaiknya menggunakan exhaust untuk menggantikan udara baru,” katanya.

Selain itu Yurianto juga menegaskan sangat penting menggunakan masker dengan cara yang tepat baik di dalam atau di luar ruangan untuk mencegah tertular COVID-19. “Tidak menggunakan masker atau menggunakannya dengan cara tidak tepat, sangat memungkinkan terjadi penularan” ujarnya.

Trending sekarang :
Ilmuwan Cina: Menjadi 33 Jenis Mutasi Virus Corona

Yurianto juga menyoroti penggunaan masker saat sedang makan atau aktivitas lain yang mengharuskan melepas masker. Dia menganjurkan agar jika kondisi tersebut jangan melepas masker dengan cara menurunkannya ke bawah atau ke dagu. Ini karena area bawah dagu hingga leher yang tidak tertutup bisa saja terkontaminasi kuman atau virus. Sehingga saat masker diturunkan, maka kuman atau tersebut akan menempel pada masker. Dan saat masker kembali digunakan, maka berpeluang masuk ke mulut sehingga menimbulkan penularan. Untuk itu disarankan agar jika memang harus melepas masker, sebaiknya benar-benar dilepas kemudian dilipat atau disimpan dengan benar dan aman. Ini agar saat masker digunakan kembali, kondisinya masih baik.

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Protokol Kesehatan COVID-19 Yang Baru dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia

ads

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini