Resesi Ekonomi Kenapa Tidak Cetak Uang
101KFE Assistant | Portal Education News

Ekonomi Kenapa Tidak Cetak Uang, Negara Global udah pada dan ekonomi Indonesia tahun 2020 sudah di depan mata yang pastinya akan membuat rakyatnya makin susah. Kalau negara memang bisa cetak uang, kenapa tidak cetak uang saja ya terus dibagikan rakyatnya ?

  • Resesi

Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi. Resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi ekonomi. Penurunan drastis tingkat ekonomi (biasanya akibat depresi parah, atau akibat hiperinflasi) disebut kebangkrutan ekonomi (). Kolumnis Sidney J. Harris membedakan istilah-istilah atas dengan cara ini: “sebuah resesi adalah ketika tetanggamu kehilangan pekerjaan; depresi adalah ketika kamu yang kehilangan pekerjaan”.

  • Resesi Global

Resesi global adalah keadaan dimana kondisi ekonomi global yang mengalami perlambatan, atau penurunan output ekonomi dan kondisi ini dirasakan oleh mayoritas negara di dunia. International Monetary Fund memberikan penjelasan mengenai resesi global sebagai situasi penurunan PDB dunia, yang didasarkan pada indikator makroekonomi dunia, seperti jumlah pengagguran, , produksi industri, perdagangan saham, dan konsumsi minyak dunia. Saat resesi global terjadi, negara-negara maju akan mengalami kontraksi yang dalam, dan perekonomian negara-negara berkembang akan melambat secara tiba-tiba, perdagagan saham menurun serta inflasi yang menurun dengan cepat.

Trending sekarang :
the Flu (COVID-19, Virus Corona) Movie
Virus Corona
101KFE Assistant | Portal Education News

Resesi Virus Corona, juga dikenal sebagai resesi Corona, adalah sebuah resesi ekonomi yang mulai berdampak terhadap ekonomi dunia pada 2020 karena pandemi virus Corona 2019-2020. Ini adalah salah satu dampak sosio-ekonomi dari pandemi virus Corona 2019-2020. Saat data ekonomi dikumpulan, banyak ekonom sepakat bahwa resesi tersebut sedang terjadi.

  • Gambaran Umum Resesi

Secara umum, resesi merupakan penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan, sebagaimana dikutip dari The Balance. Suatu keadaan disebut sebagai resesi jika memenuhi beberapa syarat, termasuk diantaranya adalah penurunan ekonomi secara signifikan selama 2 kuartal atau lebih, sebagaimana yang ditulis oleh Julius Shikin dalam sebuah artikel di New York Times pada 1974. Namun, definisi resesi dalam skala nasional tidak bisa hanya berdasarkan pada penurunan PDB dan produksi industri. Lebih jelasnya, resesi merupakan penurunan dalam kegiatan ekonomi yang semakin merosot, ketika penurunan belanja menyebabkan pengurangan dalam produksi dan dengan demikian pekerjaan, memicu hilangnya pendapatan yang menyebar di seluruh negeri dan dari satu industri ke industri lainnya, mengganggu penjualan dan pada akhirnya kembali ke dalam penurunan produksi lagi, begitu seterusnya.

Trending sekarang :
Ust Ali Ahmad Bin Umar di Klaim Bumi Datar Mendukung Bumi Datar

Dibandingkan resesi nasional, akan lebih sulit dalam mendefinisikan resesi global dikarenakan perbedaan PDB pada setiap negara dimana negara-negara berkembang memiliki PDB yang lebih tinggi dibandingkan negara maju. Ketika resesi yang pernah terjadi pada 2008, IMF memperkirakan pertumbuhan PDB riil pada negara berkembang berada pada tren naik dan negara dengan ekonomi maju mengalami tren turun sejak akhir 1980-an. Pertumbuhan dunia diproyeksikan melambat dari 5% pada 2007 menjadi 3,75% pada 2008 dan menjadi lebih dari 2% pada 2009.

Tahun 2020 merupakan peristiwa terbaru dimana dunia kembali mengalami resesi yang disebabkan pandemi koronovirus. Semenjak pandemi melanda, ekonomi global diproyeksikan berkontraksi tajam hingga -3 persen pada tahun 2020, jauh lebih buruk daripada selama krisis keuangan 2008. Kondisi keuangan di negara maju dan negara berkembang secara signifikan menjadi lebih ketat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Salah satu efek dari resesi ini yaitu menurunnya harga komoditas dunia. Dari pertengahan Januari hingga akhir Maret harga logam dasar turun sekitar 15 persen, harga gas alam turun 38 persen, dan harga minyak mentah turun sekitar 65 persen atau sekitar 40 dolar AS per barel. Ekonomi global diproyeksikan akan tumbuh kembali sebesar 5,8 persen pada tahun 2021 ketika kegiatan ekonomi menjadi normal, dibantu oleh dukungan kebijakan yang tepat.

Trending sekarang :
Pers Presiden RI Joko Widodo Turunkan Bantuan Tunai Bahkan Cicilan
Content Protection by DMCA.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Resesi Ekonomi Kenapa Tidak Cetak Uang dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

sponsor bottad

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini