zakat
Waktu Baca: 7 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
zakat
You have reacted on "Sejarah Hukum Jenis Hak Faedah Hikmah Yang Berk..." A few seconds ago

(Bahasa Arab: زكاة transliterasi: Zakah) dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya ( dan sebagainya). dari segi bahasa berarti ‘bersih’, ‘suci’, ‘subur’, ‘berkat’ dan ‘berkembang’. Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh . merupakan rukun keempat dari rukun . adalah harta tertentu yang dikeluarkan apabila telah mencapai syarat yang diatur sesuai aturan , dikeluarkan kepada 8 asnaf penerima . Menurut Bahasa kata “” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah.

Menurut kebahasaan, itu bisa ditilik dari kata زكى (zakā), yang kalau dirangkaikan pada kalimat, yaitu زكا الشيء يزكو (sesuatu itu bertambah dan tumbuh), atau bisa pula زكا الزرع (tanaman itu tumbuh), dan pada yang lain seperti: زكت التجارة (perniagaan itu tumbuh dan berkembang). Definisi zakāh sebagai madah/pujian dapat pula dilihat dalam firman Allah Ta’ala: فـلَا تُزَكُّوْا اَنْفُسَكُمْ (Maka janganlah kamu memuji dirimu suci). Kalau ia bermakna “pembersihan”, apakah ia secara kasat mata (hissiyyah) atau secara makna, bisa dilihat pada QS as-Syams ayat 9: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاها (Maka beruntunglah orang yang menyucikannya), yakni menyucikannya (jiwa) dari segala kekotoran. Dari zakā terbentuk kata tazkiyah (تزكية), atau menyebut kata-kata pujian bagi diri. Dari situ pada bahasa Arab juga dikenal kata زكى الرجل نفسه zakā ar-rajulu nafsahu. Inilah yang masuk ke dalam definisi awal yang artinya adalah “tumbuh”, “suci”, dan “berkah”. Dengan makna kebahasaan di atas, yakni “tumbuh” dan “suci”, menurut Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, sesuai tinjauan , maka itulah yang akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan pada harta dan pahala, terlebih juga, itu berkaut pula dengan perdagangan dan pertanian.

Adapun secara makna, ia berarti nama atau sebutan dari sesuatu hak Allah Ta’ala yang dikeluarkan kepada , ini ditunjukkan oleh sebuah riwayat di mana mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, untuk mengambil sebagian harta orang yang kaya agar diberikan kepada orang yang papa di antara mereka. Adapun secara keistilahan, makna dalam ialah arti seukuran tertentu beberapa jenis harta, yang wajib diberikan kepada golongan-golongan tertentu, dengan syarat-syarat yang tertentu pula. Bagian dari harta inilah yang dinamai , dan didoakan oleh penerimanya agar diparingi keberkatan dari Allah. Tak jauh dengan ketentuan di atas, ia dikecualikan dari bani Hasyim dan bani Muthalib, dan wajib dikeluarkan bagi yang berakal, baligh, dan merdeka. Menurut Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999, disebutkan bahwasanya merupakan harta yang wajib disisihkan oleh orang sesuai dengan ketentuan untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.

  • Dalil-dalil berzakat
    • Al Qur’an
Trending sekarang :  Bagaimana jika Politik Dicampur Agama ?

Di dalam Al-Quran, ada banyak sekali dalil soal berzakat. Diantaranya Al-Baqarah ayat 177, Al-Ma’idah ayat 55, At-Taubah ayat 5, 34-35, Al-Mu’minun ayat 1-4, An-Naml ayat 2-3, Luqman ayat 3-4, serta Fushshilat ayat 6-7.

Di bawah ini, adalah beberapa dalil Quran sehubungan dengan kewajiban :

“…dan dirikanlah salat, tunaikanlah dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'”. (Al-Baqarah 2:43)”.

“Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At-Taubah 9:35)”.”

“Ambillah dari sebagian harta mereka, dengan itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…” (At-Taubah 9:103)”.

“…dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya pada hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada ); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (al-An’am 6:141)”

    • Hadits

Ada beberapa hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari tentang ini. Contohnya:

“Dari Ibnu Umar RA berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Pokok-pokok iman ada 5 perkara: yakni persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar , menunaikan ibadah haji, dan puasa bulan Ramadhan”.

“Dari Abu Ayyub RA, bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah, dan berkata: “Beritahukan kepadaku suatu amal yang bisa memasukkanku ke dalam Surga!” Orang ada yg berkata padanya: “Ada apa dengannya, ada apa dengannya?” Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab: “Ia punya kepentingan (berupa perkara yang sangat besar, yaitu) engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, mendirikan shalat, mengeluarkan , dan mempererat tali kekerabatan”.

Setiap umat diwajibkan memberikan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis di dalam Alquran. Pada awalnya, Alquran hanya memerintahkan untuk memberikan sedekah (pemberian yang sifatnya bebas, tidak wajib). Namun, pada kemudian hari, umat diperintahkan untuk membayar . menurut sebuah hadits ilmu dari percakapan Anas bin Malik dengan Dhamman bin Tsa’labah ditetapkan sebelum tahun ke-9 Hijriah/631 Masehi. Dikatakan ia wajib setelah hijrah Rasulullah ke Madinah. Dalil yang menjelaskan ini ialah hadits tentang fitrah, riqayat Imam Ahmad dan Hakim, yang menyebut adanya fitrah sebelum mal, yang konsekuensinya ia ditetapkan setelah adanya perintah puasa. melembagakan perintah ini dengan menetapkan bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang . Sejak saat ini, diterapkan dalam negara-negara . Hal ini menunjukan bahwa pada kemudian hari ada pengaturan pemberian , khususnya mengenai jumlah tersebut.

Pada zaman , dikumpulkan oleh pegawai negara dan didistribusikan kepada kelompok tertentu dari masyarakat. Kelompok itu adalah orang , budak yang ingin membeli kebebasan mereka, orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayar. Syari’ah mengatur dengan lebih detail mengenai dan bagaimana itu harus dibayarkan.

merupakan salah satu rukun , dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya . Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah menyebutkan bahwa “ dibangun di atas 5 tiang pokok, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan , berpuasa pada bulan Ramaduan, dan naik haji bagi yang mampu”. Oleh sebab itu hukum adalah wajib fardhu atas setiap yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Abdullah bin Mas’ud RA menyebutkan: “Anda sekalian diperintahkan menegakkan shalat dan membayar . Siapa yang tidak mengeluarkan , maka shalatnya tidak diterima. termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. juga merupakan sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia di mana pun.

Trending sekarang :  Pejuang Islam Yang Dilaknat Agamanya Sendiri
hikmah zakat
101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News
  • Jenis
    • terbagi atas dua jenis yakni:
      • fitrah yang wajib dikeluarkan menjelang Idul Fitri pada bulan suci . Besar ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
      • maal (harta) yang dikeluarkan seorang yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
  • Hak

Ada delapan pihak yang berhak menerima , tertera dalam Surah at-Taubah ayat 60 yakni:

      • – Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. Menurut Buya Hamka, kata berasal dari makna “membungkuk tulang punggung”, satu sebutan buat orang yang telah bungkuk memikul beban berat kehidupan.
      • – Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup. Secara kebahasaan, orang berasal dari kata سُكُوْنٌ (sukūn), artinya tidak ada perubahan pada hidupnya, tetap saja begitu, menahan penderitaan hidup.
      • – Mereka yang mengumpulkan dan membagikan .[20] Tentu saja dalam memungut ini, ada para petugas yang mengambilnya. Mereka juga berhak terhadap . Namun begitu, Buya Hamka memberi catatan, bahwa jika si pengurus atau pegawai mengambil sebagian hartanya yang telah dipungut untuk dirinya sendiri, ini dijatuhkan kepada korupsi/ghulūl (غُلُوْلٌ). Karenanya menurut beliau, boleh saja mengadakan kepanitiaan dalam rangka pemungutan .
      • Mu’allaf – Mereka yang baru masuk dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
      • – Budak yang ingin memerdekakan dirinya.
      • – Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.
      • – Mereka yang berjuang di jalan Allah misal: dakwah, perang dan sebagainya.
      • – Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.
    • Haram menerima
      • Orang kaya dan orang yang masih memiliki tenaga.
      • yang masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya.
      • Keturunan (ahlul bait).
      • Orang yang dalam tanggungan dari orang yang berzakat, misalnya anak dan istri.
  • Faedah

    memiliki beberapa faedah yang sangat berguna bagi umat , di antaranya faedah (diniyyah), akhlak (khuluqiyah) dan kesosialan (ijtimaiyyah). Berikut penjelasan lebih rinci mengenai faedah-faedahnya.

    • Faedah
      • Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari rukun yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
      • Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.
      • Pembayar akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Allah, yang artinya: “Allah memusnahkan dan menyuburkan sedekah” (Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits muttafaq alaih, S.A.W. juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat ganda.
      • merupakan sarana penghapus dosa.
    • Faedah akhlak
      • Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar .
      • Pembayar biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.
      • Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
      • Di dalam terdapat penyucian terhadap akhlak.
      • Menjadi tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
    • Faedah kesosialan
      • merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.
      • Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima , salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.
      • bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada . Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si .
      • akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.
      • Membayar berarti memperluas peredaran harta benda atau , karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.
  • Hikmah
    • Hikmah dari antara lain:

      • Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang .

      • Pilar amal jama’i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da’i yang berjuang dan berda’wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah.

      • Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk.

      • Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.

      • Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

      • Untuk pengembangan potensi ummat.

      • Dukungan moral kepada orang yang baru masuk .

      • Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.

Trending sekarang :  NABI MUHAMMAD (570 M - 632 M)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini