Sejarah Kalender Hijriah atau kalender lunar (Qomariyah)
ads
  • Sejarah

[media-credit id=”1″ align=”alignleft” width=”300″]Sejarah Kalender Hijriah Atau Kalender Lunar (Qomariyah)[/media-credit]

Hijriah atau (bahasa : التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri’) merupakan penentuan tanggal atau yang berkaitan dengan dan hari-hari penting lain umat . ini dinamakan dengan Hijriah karena pada pertama ini terjadi peristiwa hijrah Saw dari Makkah ke Madinah, yakni pada 622 . Di beberapa yang berpenduduk mayoritas , Hijriah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. menggunakan peredaran sebagai acuannya, sedangkan biasa ( ) menggunakan peredaran .

ads

Penentuan dimulainya sebuah hari dan tanggal pada hijriah berbeda dengan . Pada sistem , sebuah hari dan tanggal dimulai pada pukul 00.00 dini hari setempat. Namun pada sistem Hijriah, sebuah hari dan tanggal dimulai ketika terbenamnya di tempat tersebut atau ketika memasuki .

hijriah dibangun berdasarkan rata-rata siklus (qomariyah), memiliki 12 dalam setahun. Dengan menggunakan siklus , bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 Kalender Hijriah lebih pendek 10-12 hari dibanding dengan 1 Kalender .

Faktanya, siklus bervariasi. Jumlah hari dalam satu dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi , dan . Usia yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya baru () di titik apooge, yaitu terjauh antara dan , dan pada saat yang bersamaan, berada pada terdekatnya dengan (perihelion). Sementara itu, satu yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya baru di perige ( terdekat dengan ) dengan berada di titik terjauhnya dari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 – 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda tersebut (bulan, dan ).

Penentuan awal bulan () ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) pertama kali () setelah bulan baru ( atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya , sehingga posisi berada di ufuk barat. Jika tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan .

Penetapan kalender hijriah dilakukan pada zaman Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya dari Mekah ke Madinah. Kalender hijriah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata’ala:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di Dia menciptakan dan , di antaranya empat bulan . Itulah (ketetapan) yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. At Taubah(9):36.

Sebelumnya, orang pra-kerasulan Rasulullah Saw telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini berapa, tetapi apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran adalah pada .Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur pada zaman Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender . Ada yang mengusulkan berdasarkan milad . Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa pertama dalam kalender adalah pada masa hijrahnya . Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di .

  • Nama-Nama Bulan

Snap 2020 01 09 At 14.38.23
Kalender Hijriah Terdiri Dari 12 Bulan
  • Keterangan

    • Lama hari adalah berdasarkan ishthilahi yang tidak boleh dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan .
    • Tanda kurung merupakan dalam kalender hijriah dengan metode sisa yaitu 2-3-3 yang berjumlah 11 buah yaitu 2,5,8,10,13,16,18,21,24,26 dan 29.
  • Nama-Nama Hari

Snap 2020 01 09 At 14.43.43
Nama-Nama Hari

Kalender hijriah terdiri dari 7 hari. Permulaan sebuah hari diawali dengan terbenamnya (tibanya ), berbeda dengan Kalender yang mengawali harinya pada saat tengah malam.

Trending sekarang :
Sally Ride, Astronaut Perempuan AS Pertama yang Pergi ke Luar Angkasa

Penentuan kapan dimulainya 1 Hijriah dilakukan 6 setelah wafatnya Saw, tetapi sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-, dan sistem ini direvisi pada ke-9 periode Madinah.

Sebelum datangnya , di tanah dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan () maupun (). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada itu, belum dikenal penomoran . Sebuah dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tersebut. Misalnya, di mana Saw lahir, dikenal dengan sebutan “ ”, karena pada itu, terjadi penyerbuan Ka’bah di oleh pasukan yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur (salah satu Aksum, kini termasuk ).

  • Revisi Penanggalan

Pada era kenabian Saw, sistem penanggalan pra- digunakan. Pada ke-9 setelah Hijrah, turun 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.

  • Penentuan 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Saw, diusulkan kapan dimulainya 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah kelahiran Saw sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah wafatnya Saw.

Trending sekarang :
Sejarah Orang Yahudi Di Indonesia

Akhirnya, pada 638 M (17 H), Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah di mana hijrahnya Saw dari ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan (interkalasi) dalam periode 9 . Tanggal 1 Muharram 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Muhammad Saw. Peristiwa hijrahnya Muhammad Saw terjadi bulan September 622. tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558..Setelah wafatnya Muhammad Saw, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad Saw sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Muhammad Saw.

Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun di mana hijrahnya Muhammad Saw dari ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Muhammad Saw. Peristiwa hijrahnya Muhammad Saw terjadi bulan September 622. tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.

adalah aktivitas mengamati visibilitas , yakni mengamati penampakan yang pertama kali tampak setelah bulan baru (). dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti . Apabila terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki tanggal 1.

Sedangkan adalah melakukan perhitungan untuk menentukan posisi bulan secara matematis dan . merupakan alat bantu untuk mengetahui kapan dan di mana ( pertama setelah bulan baru) dapat terlihat. seringkali dilakukan untuk membantu sebelum melakukan .

Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan , seperti bulan (yakni umat Islam menjalankan puasa sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya ), serta Dzulhijjah (di mana terdapat tanggal yang berkaitan dengan Haji dan Hari Raya Idul Adha). Penentuan kapan dapat terlihat, menjadi motivasi ketertarikan umat Islam dalam . Ini menjadi salah satu pendorong mengapa Islam menjadi salah satu pengembang awal sebagai , lepas dari astrologi pada Pertengahan.

Trending sekarang :
Berita Virus Corona Hoax

Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah harus dengan benar-benar melakukan pengamatan secara langsung (rukyatul ). Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan (perhitungan matematis), tanpa harus benar-benar mengamati . Metode juga memiliki berbagai kriteria penentuan, sehingga seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan seperti puasa atau Hari Raya .

  • Rupa-rupa

    • Menurut perhitungan, dalam satu siklus 30 tahun Kalender hijriah, terdapat 11 tahun dengan jumlah hari sebanyak 355 hari, dan 19 tahun dengan jumlah hari sebanyak 354 hari. Dalam jangka panjang, satu siklus ini cukup akurat hingga satu hari dalam sekitar 2500 tahun. Sedangkan dalam jangka pendek, siklus ini memiliki deviasi 1-2 hari.
    • Microsoft menggunakan Algoritme Kuwait untuk mengkonversi ke Kalender hijriah. Algoritme ini diklaim berbasis analisis statistik historis dari Kuwait, tetapi dalam kenyataannya adalah salah satu variasi dari Kalender hijriah tabular.
      Untuk konversi secara kasar dari Kalender hijriah ke Kalender (Gregorian), kalikan tahun hijriah dengan 0,97, kemudian tambahkan dengan angka 622.
    • Setiap 33 atau 34 tahun Kalender hijriah, satu tahun penuh Kalender hijriah akan terjadi dalam satu tahun Kalender . Tahun 1429 H lalu terjadi sepenuhnya pada tahun 2008 M.
  • Kalender Hijriah dan Penanggalan Jawa

Sistem berbeda dengan Kalender Hijriah meskipun keduanya memiliki kemiripan. Pada ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem penanggalan Kalender Saka (berbasis ) yang berasal dari . Sistem penanggalan ini digunakan hingga tahun 1625 (bertepatan dengan tahun 1547 Saka). Sultan Agung mengubah sistem dengan mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, seperti nama-nama hari dan bulan dengan berbasis (), tetapi angka tahun Saka tetap diteruskan demi kesinambungan, yaitu 1547 Saka ke 1547 Jawa. Berbeda dengan Kalender Hijriah yang murni menggunakan moon visibility (visibilitas bulan) pada penentuan awal bulan, Penanggalan Jawa telah menetapkan jumlah hari dalam setiap bulannya.

Referensi :

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Sejarah Kalender Hijriah atau kalender lunar (Qomariyah) dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

ads