Si Bunga Bangkai Terancam Punah
ads

Kabar baik datang dari Kebun Raya Bogor di awal . Pada 3 Januari, yang langka, berhasil mekar di sana. Dengan tinggi 194 sentimeter, tanaman yang kerap disebut sebagai ini, menjulang tegak di tengah kebun raya.

Pendahuluan

Berbicara tentang , ia merupakan tumbuhan asli dan merupakan fauna endemik Sumatra. Dengan kata lain, populasinya hanya dapat ditemukan di hutan-hutan Sumatra. Sayangnya, keberadaan di liar sangat mengkhawatirkan.

ads

Yuzammi, peneliti di Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya-LIPI, mengungkapkan, saat ia melakukan penelitian pada 2018 di salah satu hutan Sumatra, dalam satu kawasan tersebut, hanya ada sekitar 10 individu . International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) bahkan mengubah status dari “vulnerable” menjadi “endangered”.

Faktor Kepunahan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan tanaman langka ini terancam punah. Di antaranya penebangan hutan, ahli fungsi hutan menjadi ladang atau perkebunan, serta ketidaktahuan masyarakat bahwa merupakan tanaman khas yang sangat berharga. Belum lagi, tersebar “” yang memengaruhi penilaian warga sekitar terhadap ini.

Banyak orang mengira akan memakan karena ukurannya yang besar dan bentuknya yang mengerikan. Selain itu, tangkai daunnya yang memiliki corak seperti ular membuat masyarakat mengira merupakan tanaman pemanggil ular.

“Itulah sebabnya jika menemukan ini, terkadang warga mencincangnya sampai habis,” cerita peneliti yang kerap disapa Ami ini.

Trending sekarang :
Penerbang Antariksa Wanita Terlama Sepanjang Sejarah

Sementara itu, di Bengkulu, menurut Ami, penduduk yang termakan , kerap memotong demi menemukan batu mustika. Padahal tentu saja mereka tidak akan menemukan apa-apa di sana.

Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum) Yang Mekar Di Kebun Raya Bogor Pada 3 Januari 2020
() Yang Mekar Di Kebun Raya Bogor Pada 3 Januari
Pengembangbiakan

Dalam rangka melestarikan populasi , lembaga konservasi seperti PKT Kebun Raya-LIPI bekerja sama dengan Kebun Raya Liwa, Lampung, berupaya membudidayakan tanaman tersebut di Bogor untuk pemanfaatan yang berkelanjutan.

Perjuangan untuk membawa dan mengembangkan di Kebun Raya Bogor bukanlah hal mudah. Tim peneliti pun memerlukan sekitar tiga hingga akhirnya mekar pada awal Januari ini.

“Saat mengambil umbinya dari dalam hutan, kami mesti berhati-hati agar ia tidak terluka. Sebab, tergores sedikit saja, tanaman ini riskan terkena serangan jamur,” papar yang telah menjadi peneliti sejak 1993 ini.

Meski begitu, menurut Ami, tanaman Araceae cukup tahan banting. Jadi, meski dibawa ke lain dalam kondisi dorman (tidak ada daun, hanya umbi saja), mereka bisa tetap tumbuh. Syaratnya perlu kehati-hatian saat menanamnya karena mereka sangat rentan. Selain itu, perlu juga memonitor kepadatan tanahnya, jangan sampai tergenang .

“Sepanjang saluran tempat mereka tumbuh itu bagus, maka akan baik-baik saja. Jangan sampai ada genang karena itu akan membuat mereka membusuk. Itulah sebabnya kami menanam ini di tanah miring yang mirip dengan habitat aslinya agar terus mengalir,” jelas Ami.

Trending sekarang :
New York Jadikan Pulau Hart Kuburan Massal Pasien Virus Corona
Karakteristik Utama

Tanaman ini pertama kali ditemukan di kawasan Lembah Anai, Sumatra Barat, pada 1878 oleh asal , Odoardo Beccari.

Nama Amorphophallus diberikan karena bentuk bunganya yang seperti penis rusak. Diambil dari bahasa , amorphos berarti tidak berbentuk, dan phallos merupakan alat kelamin laki-laki (penis). Sementara, titan artinya besar.

memang memiliki ukuran yang lebih besar dibanding tanaman dari keluarga Araceae lainnya. Ami mengatakan, ia bisa tumbuh hingga empat meter. Hal ini pulalah yang membuat mendapat julukan “ ”.

Karena termasuk dalam suku talas-talasan, tanaman ini pun memiliki umbi yang juga berukuran besar—mencapai 117 kilogram.

Fase daun dan fase bunga dari ini tidak bersamaan. Fase daun dapat mencapai 1-2 , setelah itu umbi akan dorman (istirahat) selama beberapa atau lebih, kemudian berbunga. Bunganya berkumpul di pangkal tangkai (spadix), dan tersembunyi di balik selubung merah marun di dasarnya (spathe).

Bunga mekar sempurna di malam hari, yang terbaru di Kebun Raya Bogor, terjadi pada 3 Januari sekitar 8-10 malam. Saat mekar inilah, ia mengeluarkan bau bangkai.

Proses mekarnya tidak berlangsung lama, hanya beberapa hari saja. “Malam hari ia akan mekar sempurna. Pagi harinya masih bisa dilihat, tapi itu tidak akan bertahan lama. Nantinya, Amorphophallus titanum akan menutup, jatuh, dan kembali dorman,” ungkap Ami.

Banyak orang yang sulit membedakan Amorphophallus dengan . Bahkan, menurut Ami, di pelajaran , sering terjadi kesalahan penyebutan .

Trending sekarang :
Virus Corona Menyebar ke Whatsapp

“Yang kita sebut bunga bangkai adalah Amorphophallus ini, sementara adalah puspa langka. Mereka sama-sama mengeluarkan bau bangkai dan inilah yang menyebabkan kesalahpahaman,” terang kelahiran Sumatra Barat ini.

Sebenarnya, perbedaan keduanya sangat nyata. Jika berbicara tentang , ia adalah bunga terbesar di . Namun, adalah tanaman yang tidak memiliki batang, daun dan akar. hidup menumpang pada tanaman inang bernama tetrastigma. Apabila tanaman tersebut mati, maka juga mengalami nasib yang sama. Sementara, Amorphophallus mempunyai umbi dan hidup sendiri. Ia memiliki batang, daun dan bunga sendiri juga.

“Saya berharap akan ada semakin banyak terkait tumbuhan langka dan asli sehingga kekeliruan bisa dihindari,” ungkap Ami.

Kini, LIPI tengah meneliti kandungan umbi Amorphophallus titanum. Umbinya dianggap bermanfaat karena kandungan glucomanan-nya. Itu memiliki kegunaan sebagai zat pengental serta jelly kaya serat yang bagus untuk menurunkan kolesterol dan kadar gula darah serta baik bagi kesehatan pencernaan.

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam pos ini hanya untuk keperluan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Si Bunga Bangkai Terancam Punah dan sementara kami berusaha untuk menjaga agar informasi tetap terbaru dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan menghormati situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terdapat pada pos untuk tujuan apa pun. 101 Portal Education News

ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here