Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

1

+1

+1

+1

+1

+1

88 / 100

Skor SEO

Estimasi Waktu Baca: 3 menit

(bahasa Inggris: social distancing) atau menjaga jarak adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran menular. Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan , morbiditas, dan terutama, kematian. Pembatasan sosial paling efektif dilakukan ketika infeksi dapat ditularkan melalui kontak percikan atau droplet (batuk atau bersin); kontak fisik langsung, termasuk kontak seksual; kontak fisik tidak langsung (misalnya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi seperti fomit); atau transmisi melalui udara (jika mikroorganisme dapat bertahan hidup di udara untuk waktu yang lama).

Pembatasan sosial mungkin kurang efektif dalam kasus ketika infeksi ditularkan terutama melalui air atau makanan yang terkontaminasi atau oleh vektor seperti nyamuk atau serangga lain, dan pada kasus yang lebih jarang, dari orang ke orang. Kerugian dari pembatasan sosial dapat berupa kesepian, berkurangnya produktivitas, dan hilangnya manfaat lain yang berkaitan dengan interaksi manusia. Salah satu rujukan paling awal tentang pembatasan sosial ditemukan pada abad ketujuh SM dalam Kitab Imamat, 13:46: “Dan penderita kusta yang terkena itu … ia akan tinggal sendirian; [di luar] tempat tinggalnya.” Secara historis, koloni penderita kusta dan lazareto dibangun sebagai cara untuk mencegah penyebaran kusta dan penyakit menular lainnya melalui pembatasan sosial, sampai metode penularan penyakit tersebut dipahami dan pengobatan yang efektif ditemukan.

Beberapa contoh pembatasan sosial yang digunakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular:

Hot News :  Melihat Langsung Proses Pembuatan Vaksin

    • penutupan sekolah (proaktif atau reaktif),
    • penutupan tempat kerja, termasuk penutupan bisnis dan layanan sosial yang “tidak esensial” (Istilah “tidak esensial” berarti fasilitas tersebut tidak berperan dalam fungsi utama masyarakat, dan merupakan lawan dari layanan esensial),
    • ,
    • ,
    • cordon sanitaire,
    • sekuestrasi protektif,
    • pembatalan pertemuan massal seperti acara , , atau pertunjukan musik,
    • menutup atau membatasi transportasi umum,
    • penutupan fasilitas rekreasi (kolam renang komunitas, klub pemuda, gimnasium),
    • tindakan “melindungi diri” untuk individu termasuk membatasi kontak tatap muka, melakukan bisnis melalui telepon atau dalam jaringan (daring), menghindari tempat umum dan mengurangi perjalanan yang tidak perlu, dan
    • tidak berjabat tangan saat menyapa orang lain.
Hot News :  Astronomi Quran dan Astronomi Sains Modern
Mencegah puncak infeksi yang tajam, yang dikenal sebagai meratakan kurva epidemi, membantu mencegah layanan kesehatan mengalami kewalahan, dan juga menyediakan lebih banyak waktu untuk pengembangan vaksin atau pengobatan. Menyebarkan infeksi dalam jangka waktu yang lebih lama memungkinkan layanan kesehatan untuk mengelola volume pasien dengan lebih baik.
Mencegah puncak infeksi yang tajam, yang dikenal sebagai meratakan kurva epidemi, membantu mencegah layanan kesehatan mengalami kewalahan, dan juga menyediakan lebih banyak waktu untuk pengembangan vaksin atau pengobatan. Menyebarkan infeksi dalam jangka waktu yang lebih lama memungkinkan layanan kesehatan untuk mengelola volume pasien dengan lebih baik.
Model kurva yang menunjukkan pentingnya pembatasan sosial sejak awal.
Model kurva yang menunjukkan pentingnya pembatasan sosial sejak awal.
  • Keefektifan Social Distancing atau Pembatasan Sosial

Penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah pembatasan sosial harus diterapkan secara ketat dan segera agar menjadi efektif. Selama pandemi flu 1918, pihak berwenang di AS menerapkan penutupan sekolah, larangan pertemuan publik, dan intervensi jarak sosial lainnya di Philadelphia dan di St. Louis, tetapi di Philadelphia penundaan lima hari dalam memulai langkah-langkah ini memungkinkan tingkat transmisi meningkat dua kali lipat tiga hingga lima kali lipat, sedangkan respons yang lebih cepat di St. Louis lebih signifikan dalam mengurangi penularan di sana. Analisis terhadap intervensi jarak sosial di 16 kota AS selama epidemi 1918 menyimpulkan bahwa intervensi berbatas waktu mengurangi angka kematian total secara menengah (mungkin 10-30%), dan bahwa dampaknya sering sangat terbatas karena intervensi dimulai terlalu terlambat dan dihentikan terlalu dini. Berdasarkan pengamatan, beberapa kota mengalami puncak epidemi kedua setelah kontrol jarak sosial dicabut, karena individu yang rentan yang sebelumnya dilindungi menjadi terpapar.

  • Kerugian Social Distancing atau Pembatasan Sosial

Kerugian dari pembatasan sosial mencakup kesepian, berkurangnya produktivitas, dan hilangnya manfaat lain yang berkaitan dengan interaksi manusia. Di negara berkembang dengan teknologi jarak jauh dan alat pelindung diri tidak digunakan secara luas, sering kali lebih sulit bagi masyarakat untuk memantau kesehatan anggotanya.

Hot News :  Perbedaan Telepon Satelit dengan Ponsel

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini ?
+1

1

+1

+1

+1

+1

+1

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia | Debunking Flat Earth on Patreon!

Social Distancing atau Pembatasan Sosial 1

Content Protection by DMCA.com