May 16, 2020

Tak Mudik Karena Sayang Keluarga | Portal Education News

Waktu Baca: 2 Menit You have reacted on “Tak Mudik Karena Sayang Keluarga”

Hari-hari ini, pada tahun-tahun yang lampau, biasanya kita sedang menanti-nanti saat untuk mudik Lebaran, ke kampung halaman untuk bertemu orang tua, kerabat, dan handai taulan. Tapi dunia tengah dicengkeram pandemi Covid-19. Tidak mudik adalah cara paling bijaksana untuk melindungi keluarga di kampung. Dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Kita tidak mudik karena kita sayang kepada keluarga.

Cerita Achmad Toha yang Gagal Mudik. (YouTube BNPB Indonesia)

Pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk tidak pulang kampung atau mudik lebaran tahun ini. Tentunya hal ini cukup berat dilakukan karena mudik telah menjadi tradisi tersendiri di masyarakat Indonesia. Salah satunya dialami Achmad Toha. Lelaki asal Giritirto, Kebumen ini juga menjadi salah satu warga yang mengalami gagal mudik lantaran imbauan tersebut. Akan tetapi, selain imbauan tersebut, Achmad juga dilarang oleh orangtuanya, terutama sang ibu, untuk mudik bersama adiknya yang tinggal bersama di Jakarta. Pasalnya, Achmad berasal dari Jakarta yang menjadi zona merah virus corona. Sehingga ia tidak ingin niat silaturahmi saat mudik justru menjadi petaka karena membawa virus yang tidak ia sadari.

Trending sekarang :  Bisnis Tukar Uang Hukumnya Riba

“Kalau sendiri saya pengin pulang pasti. (Kalau ibu nggak ngelarang) nggak juga, karena dari pemerintah penularan Covid-19 ini sangat berbahaya makanya saya juga nggak berani pulang,” ujarnya di Graha BNPB, Jumat (8/5/2020). Dipastikan, lelaki yang sehari-harinya bekerja di sebuah perusahaan penerbitan di Jakarta ini tidak akan mudik untuk menjalani Lebaran tahun ini. Ia mengaku sangat sedih karena setiap tahun ia selalu mudik dan tak pernah menghabiskan Lebaran di Jakarta. Namun ia tetap optimis karena kemajuan teknologi seperti panggilan video memudahkannya untuk tetap bersilaturahmi jarak jauh dengan keluarga.

“Ada kendala sinyal karena saya di gunung. Kalau mau telepon atau video call sama ibu saja harus ke sawah terlebih dahulu untuk dapat sinyal,” lanjutnya. Ia berkesempatan untuk menelepon sang ibu, yang menuturkan bahwa keputusan untuk melarang kedua anaknya pulang karena imbauan pemerintah dan juga adanya satu kasus positif di kampung mereka.

Trending sekarang :  Presiden Imbau Warga Tidak Mudik Lebaran

“Kangen banget ya Allah, sudah setaun nggak ketemu, tapi mau gimana lagi. Kan demi menjaga keselamatan kamu juga keluarga, serta lingkungan masyarakat kampung kita,” tutur sang ibu, diikuti dengan mata Achmad yang nampak berkaca-kaca. Uang mudik Achmad yang tidak terpakai ia putuskan untuk mengirimkannya ke orangtua di kampung untuk membantu mereka yang kesulitan mencari nafkah di tengah pandemi. Ia mengajak kepada teman-teman yang lain yang tidak bisa mudik untuk tidak menganggap ini bencana, karena saat pulang belum tentu diterima dengan baik di kampung.

“Kalau sayang keluarga, silaturahmi nggak perlu dengan fisik bisa pakai video call. Daripada pulang dengan fisik lalu membawa bencana untuk keluarga,” tandasnya.

Trending sekarang :  Danau Lake Pontchartrain Membuktikan Adanya Lengkungan Tags: Keluarga, mudik, Pulang kampung, Video Call