Waktu Baca: 2 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
maxresdefault 2
You have reacted on "Tak Karena Sayang " A few seconds ago

Hari-hari ini, pada tahun-tahun yang lampau, biasanya kita sedang menanti-nanti saat untuk , ke kampung halaman untuk bertemu orang tua, kerabat, dan handai taulan. Tapi dunia tengah dicengkeram pandemi . Tidak adalah cara paling bijaksana untuk melindungi di kampung. Dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran dalam memutus rantai penyebaran virus . Kita tidak karena kita sayang kepada .

Cerita Achmad Toha yang Gagal Mudik. (YouTube BNPB Indonesia)
Cerita Achmad Toha yang Gagal . ( BNPB Indonesia)

Pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk tidak atau tahun ini. Tentunya hal ini cukup berat dilakukan karena telah menjadi tradisi tersendiri di masyarakat Indonesia. Salah satunya dialami Achmad Toha. Lelaki asal Giritirto, Kebumen ini juga menjadi salah satu warga yang mengalami gagal lantaran imbauan tersebut. Akan tetapi, selain imbauan tersebut, Achmad juga dilarang oleh orangtuanya, terutama sang ibu, untuk bersama adiknya yang tinggal bersama di Jakarta. Pasalnya, Achmad berasal dari Jakarta yang menjadi zona merah virus corona. Sehingga ia tidak ingin niat silaturahmi saat justru menjadi petaka karena membawa virus yang tidak ia sadari.

Trending sekarang :  Pola Hidup Sehat Menghadapi Virus Corona COVID-19

“Kalau sendiri saya pengin pulang pasti. (Kalau ibu nggak ngelarang) nggak juga, karena dari pemerintah penularan ini sangat berbahaya makanya saya juga nggak berani pulang,” ujarnya di Graha BNPB, Jumat (8/5/2020). Dipastikan, lelaki yang sehari-harinya bekerja di sebuah perusahaan penerbitan di Jakarta ini tidak akan untuk menjalani tahun ini. Ia mengaku sangat sedih karena setiap tahun ia selalu dan tak pernah menghabiskan di Jakarta. Namun ia tetap optimis karena kemajuan teknologi seperti panggilan video memudahkannya untuk tetap bersilaturahmi jarak jauh dengan .

“Ada kendala karena saya di gunung. Kalau mau telepon atau sama ibu saja harus ke sawah terlebih dahulu untuk dapat ,” lanjutnya. Ia berkesempatan untuk menelepon sang ibu, yang menuturkan bahwa keputusan untuk melarang kedua anaknya pulang karena imbauan pemerintah dan juga adanya satu kasus positif di kampung mereka.

Trending sekarang :  Peluang Usaha atau Bisnis Rumahan yang Menguntungkan Saat Work From Home

“Kangen banget ya Allah, sudah setaun nggak ketemu, tapi mau gimana lagi. Kan demi menjaga keselamatan kamu juga , serta lingkungan masyarakat kampung kita,” tutur sang ibu, diikuti dengan mata Achmad yang nampak berkaca-kaca. Uang Achmad yang tidak terpakai ia putuskan untuk mengirimkannya ke orangtua di kampung untuk membantu mereka yang kesulitan mencari nafkah di tengah pandemi. Ia mengajak kepada teman-teman yang lain yang tidak bisa untuk tidak menganggap ini bencana, karena saat pulang belum tentu diterima dengan baik di kampung.

“Kalau sayang , silaturahmi nggak perlu dengan fisik bisa pakai . Daripada pulang dengan fisik lalu membawa bencana untuk ,” tandasnya.

Trending sekarang :  Presiden Imbau Warga Tidak Mudik Lebaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini