Waktu Baca: 2 Menit
Bagaimana reaksi anda ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Tentang Shalat Di Rumah Di Masa Wabah COVID19
You have reacted on "Tentang Di Di Masa " A few seconds ago
Tentang Shalat Di Rumah Di Masa Wabah COVID19
Tentang Di Di Masa 101KFE Assistent | 101KFE.ID | Portal Education News

Tentang Di Di Masa , berjamaah itu istimewa, tapi bila anda penderita TBC, hukumnya menjadi berbeda bagi anda, berjamaah bisa jadi makruh bahkan , karena berpotensi menular. Apa yang bisa mengubah hukum berjama’ah yang tadinya sunnah menjadi ? Fakta. Darimana fakta ini? Dari para ahli, sebab mereka yang lebih tahu.

Jadi, bukan Islam yang berubah, tapi fakta yang dihukumi yang berubah, karena itu berubah pula hukum fiqihnya. Dan Islam tak pernah menutup diri dari fakta. Itulah tugas , mendalami fakta yang disajikan ahli, lalu menghukumi dengan dalil yang paling tepat. namanya fatwa itu, jika benar pahalanya 2, jika salah pahalanya 1.

Trending sekarang :  Karantina Wilayah

Artinya, ketika sudah memfatwakan, dalam situasi pandemik ini, ummat Muslim diminta untuk dirumah untuk “social distancing”, ya itu hukum fiqih. Jangan dibenturkan dengan dalil berjamaah, sebar tulisan bahwa “harus tetap ke ”, “tetap hidupkan sunnah”, atau “lebih takut Allah atau ”, ini nggak tepat.

Ada yang bilang, “Tapi kita kan nggak kena ?!”, masalahnya ini , dan kalau sudah sampai titik itu, kita harus ambil tindakan pencegahan paling ekstrim. Yaitu, menganggap kita semua sudah terinfeksi , dengan tindakan itu, kita bisa mencegah dan memutus infeksi, membantu para tenaga profesional kesehatan.

Minimal, dengan mengurangi berkumpul, kita ikut mengurangi potensi penyebaran , mengurangi juga angka kematian karena yang sakit bisa dirawat. Ada yang bilang juga “Tapi mati sudah takdir, terinfeksi covid juga takdir, mau dihindari kalau sudah takdir gimana? Mau berjamaah kalau belum takdir juga nggak kena”, Wow.

Trending sekarang :  Ust Ali Ahmad Bin Umar di Klaim Bumi Datar Mendukung Bumi Datar

Itulah kenapa ikut kajian itu perlu, hingga kita ber-Islam itu bisa semakin baik dari waktu ke waktu. Intinya, jangan anggap kalau kita tetap jamaah di masa-masa begini sebagai “lebih beriman”, lebih tahu hukum fiqih, kita tinggal ikut fatwa saja. Dan berdoa terus, semoga keadaan ini membuat kita lebih taat pada Allah, sampai Allah angkat musibah ini, dan kita bisa lanjut jamaah dan kajian lagi.

Sumber :