Uji Coba Nuklir Menembus Langit

51 / 100

SEO Score

High-altitude nuclear explosions merupakan hasil dari uji coba senjata nuklir. Beberapa tes tersebut dilakukan di dataran tinggi oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet di antara tahun 1958 dan 1962 tepatnya saat perang dingin. HANE, yang sudah saya sebutkan diatas, adalah serangkaian peluncuran bom nuklir berdaya ledak tinggi ke langit. Untuk apa ? Mari kita lihat sejarahnya. Pada tahun 1958 hingga 1962, terjadi perang dingin diantara Amerika, Soviet, Russia dan negara-negara lainnya. Dan melalui peluncuran roket maupun berbagai percobaan untuk menerbangkan manusia ke angkasa. Banyak sekali peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun tersebut, kebanyakan diantaranya berhubungan dengan masalah diplomasi. Dan pada tahun-tahun itulah ketiga negara kuat tersebut mencoba untuk merebut hati masyarakat melalui program-program luar angkasa. Menembakkan bom nuklir ke langit untuk membuktikan diri menjadi yang terkuat. Lagipula, Flat Earth 101 mengatakan bahwa kubah itu adanya 5000 km dari permukaan bumi, dan bom nuklir itu gagal karena tertahan oleh kubah bumi. Sementara menurut wikipediatidak ada bom nuklir yang ketinggiannya mencapai 5000 km.

Pengeboman atom Hiroshima

Hiroshima adalah target utama misi pengeboman nuklir pertama pada tanggal 6 Agustus; Kokura dan Nagasaki menjadi target alternatif. Setelah diberi maklumat sesuai Operations Order No. 35, pesawat B-29 Enola Gay dari 393d Bombardment Squadron yang dipiloti Tibbets lepas landas dari North Field, Tinian, menuju Jepang dengan masa tempuh enam jam. Enola Gay (diambil dari nama ibu Tibbets) dikawal oleh dua pesawat B-29. The Great Artiste, di bawah pimpinan Mayor Charles Sweeney, mengangkut instrumen, sedangkan Necessary Evil yang saat itu belum diberi nama, di bawah pimpinan Kapten George Marquardt, bertugas sebagai perekam foto.

A mushroom cloud forming.Foto darat yang direkam oleh Seizo Yamada kurang lebih 7 km (4,3 mi) di timur laut Hiroshima

Another view of the mushroom cloud forming, from further away.

Foto awan bom atom Hiroshima yang ditemukan di Sekolah Dasar Honkawa tahun 2013. Foto ini diyakini diambil ±30 menit setelah ledakan dari jarak 10 km (6,2 mi) di sebelah timur hiposentrum

Misi Khusus 13, target utama Hiroshima, 6 Agustus 1945
Pesawat Pilot Kode panggil Tugas misi
Straight Flush Mayor Claude R. Eatherly Dimples 85 Pemantauan cuaca (Hiroshima)
Jabit III Mayor John A. Wilson Dimples 71 Pemantauan cuaca (Kokura)
Full House Mayor Ralph R. Taylor Dimples 83 Pemantauan cuaca (Nagasaki)
Enola Gay Kolonel Paul W. Tibbets Dimples 82 Pengiriman senjata
The Great Artiste Mayor Charles W. Sweeney Dimples 89 Instrumentasi pengukuran ledakan
Necessary Evil Kapten George W. Marquardt Dimples 91 Pengamatan dan fotografi ledakan
Top Secret Kapten Charles F. McKnight Dimples 72 Serangan cadangan—tidak menyelesaikan misi

Setelah meninggalkan Tinian, pesawat terbang di atas Iwo Jima untuk menjemput pesawat Sweeney dan Marquardt pukul 05:55 di ketinggian 9200 kaki (2800 m), dan melanjutkan penerbangan ke Jepang. Pesawat tiba di target pengeboman dengan cuaca cerah di ketinggian 31060 kaki (9470 m). Parsons, pemimpin misi, mengaktifkan bom di udara untuk mengurangi risiko saat lepas landas. Ia pernah melihat langsung empat B-29 jatuh dan terbakar saat lepas landas dan khawatir ledakan nuklir akan terjadi bila B-29 yang mengangkut Little Boy jatuh. Asistennya, Letnan Kedua Morris R. Jeppson, mencabut pengaman bom 30 menit sebelum tiba di target pengeboman.

Pada malam tanggal 5–6 Agustus, radar peringatan awal Jepang melacak penerbangan sejumlah pesawat Amerika Serikat yang mengarah ke Jepang bagian selatan. Radar melacak 65 pesawa pengebom ke arah Saga, 102 ke Maebashi, 261 ke Nishinomiya, 111 ke Ube, dan 66 ke Imabari. Sirene serangan udara dinyalakan dan siaran radio dihentikan di sejumlah kota, termasuk Hiroshima. Sirene kondusif dinyalakan di Hiroshima pukul 00:05. Sekitar satu jam sebelum pengeboman, sirene serangan udara dinyalakan kembali ketika Straight Flush terbang di atas kota. Pesawat ini mengirimkan pesan singkat yang diterima Enola Gay. Pesan tersebut berisi: “Sebaran awan kurang dari 3/10 di semua ketinggian. Saran: bom utama.” Sirene kondusif dinyalakan lagi di Hiroshima pukul 07:09.

Pada pukul 08:09, Tibbets memulai misinya dan menyerahkan kendali pesawat ke perwira pengebomnya, Mayor Thomas Ferebee. Bom dilepaskan pukul 08:15 (waktu Hiroshima) sesuai rencana. Little Boy yang mengangkut kurang lebih 64 kg (141 lb) uranium-235 memerlukan 44,4 detik untuk jatuh dari ketinggian jelajah 31000 kaki (9400 m) menuju ketinggian ledakan 1900 kaki (580 m) di atas kota. Enola Gay terbang sejauh 11,5 mi (18,5 km) sebelum diterjang gelombang kejut yang dihasilkan ledakan.

Karena angin samping, bom meleset dari titik acuannya, Jembatan Aioi, sejauh kira-kira 800 ft (240 m) dan meledak pas di atas Klinik Bedah Shima di 34.39468°N 132.45462°E. Ledakannya setara dengan 16 kiloton TNT (67 TJ), ± 2 kt. Senjata ini dianggap sangat tidak efisien karena hanya 1,7% material bom yang mengalami fisi. Radius kehancuran total mencapai 1 mil (1,6 km), sedangkan radius kebakarannya mencapai 4,4 mil persegi (11 km2). Orang-orang di darat melaporkan melihat pika atau kilau cahaya terang yang diikuti don, bunyi dentuman keras. Sekitar 70.000–80.000 orang, 20.000 di antaranya tentara, atau 30% penduduk Hiroshima tewas akibat ledakan dan kebakaran pascaledakan, dan 70.000 orang sisanya cedera.

Kubah Selestial pada Tes Bom Nuklir Hiroshima

Jadi, bagaimana mungkin bom nuklir itu dikatakan bertujuan untuk menghancurkan kubah bumi (‘tapi tertahan oleh kubah bumi’) sementara tingginya saja jauh dari kubah bumi itu sendiri ? Dan juga, tidak ada satupun fakta ilmiah maupun sedikit saja isu yang mengatakan bahwa Amerika, Soviet dan Russia sama-sama bekerja sama untuk menghancurkan kubah bumi pada saat mereka sedang perang dingin. Tidak ada. Baiklah. Saya rasa, saya telah cukup membantah 3 dari 10 bantahan mereka soal teori bumi bulat. Post ini pun rasanya sudah terlampau panjang untuk dibaca. Semua itu kembali pada anda, mau percaya bahwa bumi ini bulat maupun datar. Saya hanya menyampaikan 3 buah argumen saya terhadap 3 dari 10 bantahan Flat Earth 101 mengenai bumi bulat, saya sama sekali tidak memaksa anda untuk percaya ataupun sebaliknya.

Liked it? Take a second to support 101 Kesalahan Flat Earth Indonesia on Patreon!

Content Protection by DMCA.com
 
Baca Juga :  Misi Apollo Radiasi sabuk Van Allen
%d blogger menyukai ini: